Wajib Tahu! Inilah Adab Ketika Sakit Menurut Islam

Adab Ketika Sakit Menurut Islam

Pecihitam.org – Jika dilihat dari kacamata agama, karena sakit dapat mengingat kita tentang nikmat Allah, yang salah satunya adalah kesehatan. Namun jika di lihat dari kacamata medis ataupun kacamatan manusia pada umumnya sakit merupakan sesuatu yang tidak mengenakan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sakit juga akan sangat berbuah manis jika diiringi dengan ketaatan kepada Allah, misalnya tetap menjalankan sholat dan sebagainya, sehingga dari sakitnya dapat terus menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Hal itu telah disampaikan oelh Rasulullah, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang sakit dan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya, jika diiringi dengan kesabaran dan ketaqwaan, jangan karena sakit kita meninggalkan shalat dan berdzikir kepada Allah.

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR.Muslim]

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Baca Juga:  Ketika Rasulullah Tetap Mendoakan Pamannya Meski Tak Mau Beriman

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Menurut Imam Ghozali beliau menyebutkan dalam islam sendiri ada beberapa adab yang perlu dilakukan ketika kita sedang sakit, hal itu dijelaskan dalam kitab al-Adab fid Din.

1. Memperbanyak ingat kematian (al-iktsar min dzikril maut).

Bagaimana orang akan terus bermaksiat sementara ia menyadari bahwa dirinya akan segera mati hanya tinggal menunggu waktu. Buatlah seolah-olah kita akan segera mati sehingga keimanan semakin meningkat.

Dalam hadits dijelaskan tentang pentingnya mengingat kematian, Rasulullah bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ

Baca Juga:  Cara Bertaubat bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Wajib

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu. [Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 1.222; Shahih At Targhib, no. 3.333].

2. Memantapkan diri untuk bertobat dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

Waktu yang paling bagus untuk instropeksi diri adalah pada saat sakit, karena biasanya saat sakit kita akan menyadari tetang kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, maka dari itu ketika kita sudah mengakui kesalahan-kesalahan hendaknya kita bertaubat atas kesalahan-kesalahan kita. .

3. Tidak berhenti memuji Allah, memanjatkan kerendahatian diri dan doa.

Karena efek yang paling baik dari pada sakit adalah dengan menjadikan kita ingat dengan Allah dengan disertai sikap tawadhu’ kepada-Nya.

4. Menampakkan diri sebagai pribadi yang lemah dan butuh kepada Allah.

Dari sakit kita dapat merasakan bahwa kita adalah manusia yang lemah. Kenapa fir’aun merasa dirinya hebat dan menganggap dirinya adalah tuhan, karena salah satunya dia tidak pernah diberikan sakit oleh Allah dalam hidupnya.

Baca Juga:  Hukum Praktek Euthanasia Pasien Menurut Islam

5. Usaha

Berikhtiyar untuk berobat, namun yang ia yakini bahwa yang menyembuhkan adalah Allah dan terus berdoa kepada Allah untuk diberikan kesembuhan.

6. Menampakkan rasa syukur ketika sedang kuat.

Hendaknya kita selalu bersyukur, meskipun tengah diberikan rasa sakit namun Allah masih memberikan kita kekuatan untuk menjalaninya.

7. Sedikit mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang wajar, namun hendaknya kita jangan mengeluh karena itu berarti kita tidak menerima keputusan dari Allah.

8. Menghindari jabat tangan.

Kita perlu sadari bahwa kita sedang mengalami sakit, apalagi kalau sakit yang dapat menular, agar orang yang menjengunk kita tidak tertular dengan penyakit yang sedang kita alami maka lebih baik tidak perlu salaman.

Demikianlah delapan adab ketika sakit menurut islam yang harus kita ketahui. Agar kita tidak terjerumus kedalam hal – hal yang membuat kita lupa kepada Allah dan menjauhkan kita dari hal – hal yang musyrik. Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published.