Surah Yusuf Ayat 63-64; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 63-64

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 63-64 ini melanjutkan kisah sebelumnya yaitu setelah Yusuf as menekankan agar Benyamin dibawa serta, saudara-saudara Yusuf berjanji kepada Ayah mereka bahwa mereka akan menjaga keselamatan Benyamin sampai kembali lagi ke pangkuan ayahnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi dikarenakan Nabi Ya’qub as masih menyimpan kenangan pahit berkenaan dengan Yusuf as ketika beliau mengijinkannya pergi bersama saudara-saudaranya, sementara itu tidak cara lain kecuali mengirimkan Benyamin bersama saudara-saudaranya untuk menerima gandum, maka Nabi Ya’qub pun bertawakkal dan menyerahkan anaknya itu kepada Allah agar melindungi anaknya ini.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 63-64

Surah Yusuf Ayat 63
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَىٰ أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Terjemahan: Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya’qub) mereka berkata: “Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar benar akan menjaganya”.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَىٰ أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ (Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka, mereka berkata, “Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat sukatan) gandum lagi, jika ayah tidak mengizinkan saudara kami Bunyamin untuk menghadap kepadanya

فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ (sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami supaya kami mendapat sukatan) menurut suatu qiraat dibaca yaktal artinya, supaya mendapat sukatan وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (dan sesungguhnya kami akan benar-benar menjaganya.”).

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 30-33 ; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman tentang mereka bahwa mereka kembali kepada ayah mereka seraya mengatakan: قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ (Wahai ayah, kami tidak akan mendapat sukatan [gandum] lagi) maksudnya setelah kali ini, bila ayah tidak melepas saudara kami Bunyamin bersama kami untuk mendapatkan sukatan makanan, maka biarkanlah dia pergi bersama kami agar mendapatkan sukatan. إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (Dan kami benar-benar akan menjaganya)

Maksudnya ayah tak perlu menkhawatirkan Bunyamin, karena dia pasti akan kembali kepada ayah; kata-kata ini sama dengan apa yang mereka katakan kepada Ya’qub ketika mengajak Yusuf dahulu: “Lepaskanlah dia besok bersama kami untuk bersenang-senang dan bermain, dan kami benar-benar akan menjaganya.” (Qs. Yusuf: 12)

Tafsir Quraish Shihab: Ketika mereka kembali kepada ayahnya, mereka menceritakan kepadanya pengalaman mereka bersama penguasa Mesir, keramahannya kepada mereka dan ancamannya untuk tidak memberi mereka jatah makanan jika pada waktu yang akan datang mereka tidak mengajak Benyamin.

Mereka juga bercerita tentang janji penguasa Mesir yang akan memberi mereka jatah dan menjamu secara istimewa jika mereka datang bersama Benyamin. Kemudian mereka berkata kepada ayahnya;

“Wahai ayah, izinkanlah Benyamin pergi bersama kami. Jika ayah mengabulkan permohonan ini, kami akan mendapat jatah makanan yang cukup. Kami berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kami akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga Benyamin.”

Surah Yusuf Ayat 63
قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ ۖ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 129-130; Seri Tadabbur Al Qur'an

Terjemahan: Berkata Ya’qub: “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?”. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang.

Tafsir Jalalain: قَالَ هَلْ (Berkata Yakub, “Bagaimana) tiada آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ (aku akan mempercayakannya kepada kalian, kecuali seperti aku mempercayakan saudaranya kepada kalian) yang dimaksud adalah Nabi Yusuf مِنْ قَبْلُ (dahulu?) dan ternyata kalian telah mencelakakannya.

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا (Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga) menurut qiraat yang lain lafal حَافِظًا dibaca hifzhan dengan kedudukan menjadi tamyiz; perihalnya sama dengan perkataan mereka/orang-orang Arab lillaahi darruhu faarisan,

وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”) maka aku memohon semoga Dia menganugerahkan pemeliharaan-Nya terhadap Nabi Yusuf.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu, Ya’qub berkata kepada mereka: هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ (Bagaimana aku akan mempercayakannya [Bunyamin] kepada kalian, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya [Yusuf] kepada kalian dahulu.)

Maksudnya, tidakkah kalian berbuat kepadanya selain apa yang telah kalian perbuat terhadap saudaranya dahulu, kalian melenyapkannya dariku dan memisahkan antara aku dan dia?

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا (Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga) sebagian ahli qiraat membacanya hifdhan. وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (Dan Allah Mahapenyayang di antara para penyayang) maksudnya, Allah Mahapenyayang kepadaku, dan memperbaiki ketuaanku, kelemahanku, dan kesusahanku dengan anakku. Aku mengharapkan kepada Allah agar mengembalikannya kepadaku dan menyatukan kembali hubunganku dengannya, karena Allahlah yang Mahapenyayang di antara orang-orang penyayang.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 103; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Mendengar cerita dan permohonan anak-anaknya, hati Ya’qub tergugah oleh ingatan-ingatan masa lalu, kemudian berusaha mengaitkannya dengan apa yang sedang ia dengar. Ya’qub berkata kepada mereka;

“Jika aku terima permohonan kalian, sungguh ini merupakan sesuatu yang aneh. Sebab, jika aku percayakan Benyamin kepada kalian, maka yang akan terjadi tidak akan berbeda dengan apa yang pernah terjadi ketika aku percayakan Yusuf kepada kalian. Saat itu kalian kembali sambil berkata bahwa Yusuf dimangsa serigala.

Sesungguhnya hanya Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku. Dialah penjaga yang Mahakuat. Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku. Dia Mahakuat. Rahmat- Nya lebih luas dari rasa takutku akan kehilangan Benyamin setelah kehilangan Yusuf.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 63-64 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S