5 Pondasi dalam Rukun Islam yang Harus Kita Pahami

5 Pondasi dalam Rukun Islam yang Harus Kita Pahami

PeciHitam.org – Islam dibangun dalam pondasi 5 rukun. Sebagaimana sebuah pondasi, kelima rukun tersebut harus berjalan dan amalkan secara paralel/ bersamaan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tidak boleh tidak. Jika dilakukan secara parsial, maka tidak dinamakan berislam secara kaffah dan tuntas. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dalam hadits beliau;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْم رمضان (رواه البخاي ومسلم)

Dari Ibnu Umar RA, beliau berkata: Islam dibangun atas 5 rukun; kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad Utusan Allah, menegakkan Salat, membayar zakat, berhaji dan puasa Ramadhan (HR. Bukhari-Muslim)

Pintu gerbang keislaman seseorang adalah sebuah pengakuan pada yang wajibul wujud atau kenisayaan dalam eksistensi (Allah SWT) yang dinamakan syahadatain.

Semua manusia yang lahir secara hukmi beragama Islam, makanya tidak ada ritus Baptis dalam Islam. Dasar fitrah manusia adalah muslim, dalam doktrin islam tentunya, maka ritual untuk diakui sebagai islam bagi bayi nyaris tidak ada sama sekali. Selajutnya yaitu pondasi ritual fisik yang berbentuk gerakan badan yang berupa salat.

Salat dirunut dari sejarahnya berdasar pengalaman dan perintah langsung Allah SWT pada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa isra’ mi’raj. Isra’-Mi’raj sendiri menjadi momentum luar biasa karena merupakan sebuah peristiwa yang hanya bisa diyakini dalam keimanan.

Baca Juga:  Bermadzhab dalam Islam, Pentingkah? Pahami Beberapa Hal Ini

Ketentuan-ketentuan selanjutnya dalam salat menjadi hak otoritatif Nabi Muhammad dan kita hanya boleh meniru dan mengimititatif praktek tersebut tanpa boleh melakukan sebuah kreasi berarti.

Dasar selanjutnya yaitu kewajiban puasa pada bulan  tertentu, yaitu ramadhan. Bulan kesembilan dalam sistem tahun Hijriyah. Puasa diperintahkan pada Nabi Muhammad SAW dengan dasar surah al-baqarah: 185 yang menjadi sebuah ritus yang sudah dilakukan pula oleh para nabi-nabi terdahulu. Allah SWT memuliakan bulan ini dengan penuh keagungan dan pelipat-gandaan pahala bagi yang melakukan ibadah wajib maupun sunnah.

Zakat menjadi pondasi yang keempat dalam Islam. Zakat adalah sebuah ritus keagamaan yang berkaitan dengan harta. Keyakinan dalam Islam, bahwa harta kita tidak sepenuhnya suci dari berbagai kotoran. Karena ada hak para mustahiq/ orang yang wajib diberi dari harta yang kita miliki.

Dua klasifikasi zakat yaitu zakat maal dan fitrah. Maal adalah sebuah zakat yang wwajib dibayarkan seseorang muslim dengan berbagai prasyarat, haul (1 tahun sekali) dan nishab (terukur sesuai takaran).

Zakat maal ini pembayaran bisa dilakukan sendiri oleh pemilik harta, jika mengetahui mustahiq-nya dengan baik, atau dengan cara praktis melalui lembaga kredibel yang concern dalam pembagian zakat.

Baca Juga:  Makna Jazakallah Khairan, Cara Menjawab dan Keutamaannya

Dalam zakat maal diterangkan dalam kitab fathu qarib mujib, karya Imam Abi Syuja’ bahwa kategori harta yang wajib dizakati ada 5 golongan. Yaitu kategori hewan ternak, yang pasti ternak hewan halal, kedua, hasil bumi berupa panenan tanaman pangan, ketiga, buah-buahan, keempat, harta dagangan, dan hasil tambang. Kelima golongan tersebut dalam pembayarannya bervariasi dalam menunaikannya.

Zakat kedua adalah zakat fitrah yang berkaitan erat dengan puasa ramadhan. Akan tetapi kaitan eratnya bukan bermakna jika seseorang alfa dalam menjalankan puasa tidak menjadi wajib untuk membayarkannya.

Bahkan bagi alfa tersebut kewajiban dalam membayarkannya tetap ada. Waktu pembayaran dan penunaiannya adalah pada bulan ramadhan sampai pada awal bulan syawal (bulan kesepuluh dalam kalender hijriyah) sebelum dilaksanakannya salat ‘ied fitri.

Pondasi kelima yaitu Haji ke baitullah dengan prasyarat utama mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. Perbedaan mencolok para ulama dalam mengartikan teks kemampuan dalam berhaji.

Segolongan ulama mengatakan bahwa kemampuan tersebut hanya berupa kemampuan secara finansial. Dan segolongan lainnya berpendapat kemampuan dimaksud adalah tidak terbatas dari ketersediaan uang sebagai ONH (ongkos naik haji), tetapi lebih daripada itu, menyangkut keadaan, kesempatan, fisik dan kemampuan dalam menajalankan segala ritus peribadatan yang hampir keseluruhan berupa ibadah fisik.

Baca Juga:  Hukum Cadar Dalam Islam Menurut Ulama Fiqih

Berhaji pada era modern memang secara kurs lebih murah dibandingakan 30-40 tahun lampau. Karena berhaji saat ini hanya merogoh kocek sekitar 35 juta rupiah, dengan perbandingan hanya sekitar harga 1 ekor sapi jantan dengan berat standar. Sedangkan bea haji pada medio 1970an menghabiskan 7-10 sapi dengan ukuran yang sama.

Keseluruhan pondasi islam merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dilaksanakan secara parsial. Islam kaffah adalah islam yang melakukan semua pondasi dengan lengkap dan istiqamah atau terus menerus. Ash-Shawabu Lillah.

Mohammad Mufid Muwaffaq