Apa Perbedaan Salaf, Salafi dan Salafiyah? Ini Penjelasannya

salaf salafi salafiyah

Pecihitam.org – Istilah salaf tentu sudah tidak asing lagi bahkan mayoritas orang-orang sudah banyak yang mengenalnya. Salaf memiliki makna “setiap amalan shalih yang telah lalu, segala sesuatu yang terdahulu, setiap orang yang mendahuluimu (nenek moyang ataupun kerabat) (Lihat Kamus Al-Muhith, Fairuz Abadi).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sekarang juga banyak yang menyebutkan dirinya sebagai pengikut salafi. Dan ada juga yang mengaitkannya dengan pesantren salafiyah. Jadi sebenarnya apa yang dimaksud salaf, salafi dan salafiyah?

Dalam kitab Nazarat fi Jauharatit Tauhid oleh Dr. Abdul Hamid Ali Izz Al-Arab, Dr. Shalah Mahmud Al-‘Adily, dan Dr. Ramadhan Abdul Basith Salim, bahwa ketiga istttilah tersebut yaitu salaf,salafi dan salafiyah perlu di bedakan karena masing-masing memiliki maksud dan makna yang berbeda.

Istilah salaf juga sudah sangat terkenal di Indonesia, karena banyak sekali pesantren yang metode pengajarannya masih menggunakan metode salaf yaitu dengan sorogan dan bandongan atau istilah dalam ilmu hadistnya adalah Tahammul wal ada’via qira’ah ‘ala syaikh ( Murid membaca kepada guru) atau sima’ min syaikh (guru membaca dan murid mendengarkan.

Baca Juga:  Inilah Pengertian HAM dan Prinsip Fundamental dari Suatu Keadilan dalam Islam

Selain istilah salaf, ada juga istilah lain yaitu salafi dan salafiyah. Banyak orang yang menyamakan ketiga istilah tersebut. Padahal ketiganya memiliki makna yang berbeda.

Salaf juga di maknai sebagai 3 generasi awal umat islam yang merupakan generasi terbaik. seperti dalam sebuah hadist Rasulullah menyebutkan tentang generasi terbaik sebagai berikut:

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم يجىء قوم تسبق شها دة أحدهم يمينه ويمينه ويميننه شها دته

“Sebaik-baik manusia adalah generasi pada Zamanku (Sahabat), kemudian generasi sesudahnya (Tabi’in), kemudian sesudahnya (Tabiat Tabi’in), kemudian akan datang suatu kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksiannya”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Tiga generasi ini disebut dengan Salafus Shalih yaitu generasi pada masa Rasulullah SAW dan para Sahabat, generasi Tabi’in dan generasi Tabi’ut tabi’un. Tidak diragukan lagi bahwa merekalah orang-orang yang memahami islam yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Generasi tersebut terbatas sampai dengan 300 H. Jadi, apabila ada yang hidup pada masa 300 H namun tidak selaras dengan Al-Qur’an dan Hadist maka tidak sebut dengan Salaf, misalnya sekte Musyabbihah.

Baca Juga:  Sekilas Sejarah Masuknya Kelompok Islam Trans-Nasional ke Indonesia

Kemudian Salafi adalah mereka (ulama ataupun orang biasa) yang datang setelah 300 H dan di nisbahkan pada kaum salaf, juga menganut manhaj atau metode salaf pula. Istilah ini berlaku bagi siapapun yang mengikuti manhaj salaf apabila perilaku dan manhajnya benar-benar berdasarkan salaf.

Adapun Salafiyah adalah susunan dari Al-Qur’an, Hadist, perbuatan serta perkataan ulama salaf dan di kodifikasikan dalam bentuk kitab oleh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qaayyim Al-Jauziyah. Yang sebelumnya masih tersebar dan kemudian baru di kumpulkan dalam menjadi sebuah kitab. Setelah itu di sebarkan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab di wilayah Jazirah Arab, ia berpegang tegung pada beberapa risalah dan ikhtisar yang di kutip dari kitab-kitab Ibnu Taimiyah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah juga mengatakan bahwa “ Para sahabat Nabi SAW semua di ampuni oleh Allah Swt. Maka wajib untuk mengikuti metode beragama para sahabat, perkataan mereka dan aqidah mereka sebenar-benarnya”. (Lihat kitab I’lamul muwaqqi’in, di nukil dari Kun Salafiyah ‘Alal Jaddah, Abdussalam bin Salim As Suhaimi).

Baca Juga:  Baitul Makmur, Ka'bah di Langit ke Tujuh Kiblat Para Malaikat

Jadi, dari ketigannya tersebut yang membedakan adalah dari segi waktu atau masa-nya dan dasar dalam berpendapat. Salafi adalah orang-orang yang menisbahkan dirinya sebagai pengikut salaf atau disebut ahlusunnah wal jama’ah.

Sedangkan salafiyah merupakan bentuk usaha regenerasi, meskipun pada kenyataan dilapangan tidak seperti itu bahkan sangat jauh dari ajaran Salafus shalih. Wallahua’alm bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik