Doa, Amalan dan Anjuran Sebelum Tidur Menurut KH Sholeh Darat

anjuran sebelum tidur

Pecihitam.org – Malam adalah waktu di mana mayoritas setiap manusia setelah melakukan aktivitas seharian untuk beristirahat dan tidur. Agama Islam mengajarkan umat pemeluknya sebelum beranjak tidur untuk berdoa. Anjuran doa sebelum tidur tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan supaya istirahat kita bernilai ibadah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun selain berdoa terdapat pula beberapa anjuran sebelum tidur yang bernilai sunnah dan juga berpahala. KH Sholeh Darat menerangkan dalam kitab Minhaj Al At-Qiya fi Sayahri al Adzkiya ila Thoriqil Auliya, bahwasanya terdapat empat anjuran sebelum tidur yang patut dilakukan oleh orang Muslim.

Pertama, tidur dianjurkan jika seseorang benar-benar sudah merasa mengantuk, sebelum tidur berniat untuk bangun melaksanakan shalat Tahajud, membaca Alquran dan berbuat baik atau tidak berbuat dholim kepada manusia lainnya setelah bangun tidur nantinya.

Kedua, sebelum tidur seorang muslim dianjurkan untuk bersuci terlebih dahulu. Sebab menurut KH Sholeh Darat orang yang tidur dalam keadaan suci ruhnya bisa pergi ke tempat-tempat yang mulia seperti ‘Arsy dan apa yang ada di dalam mimpinya itu adalah kebenaran.

Berikut kutipan dawuh KH Sholeh Darat dalam kitabnya yang berbahasa Jawa:

Baca Juga:  Dzikir dan Amalan Sebelum Tidur dari Rasulullah SAW

“Takkalane turu nuli kelawan taharah mongko munggah ruhe ilal arsy, lan lamun ngimpi mangka ana ngimpine iku shodiq lan rukyah sholihah, lamun turune ora toharoh maka ora bisa lunga-lunga ruhe maring panggonan ingkang mulia lan lamun ngimpi maka adhgotsu ahlamin lan ora bener impine lan ora cocok.”

Artinya: “Ketika tidur dengan bersuci (thaharah), maka ruhnya akan naik ke arsy dan jika ia bermimpi maka mimpinya itu benar dan penglihatan yang baik. (akan tetapi) jika tidurnya tidak bersuci maka ruhnya tidak dapat pergi ke tempat-tempat mulia dan jika ia bermimpi maka itu adalah mimpi yang kacau (tidak jelas) dan tidak tepat.”

Menurut Mbah Sholeh Darat makna bersuci disini tidak hanya suci secara lahir namun juga suci secara batin. Suci secara lahir berarti ia bersih dan bebas dari hadas dan najis yang berada pada tubuh ataupun pakaiannya. Itulah mengapa sebelum tidur seorang muslim dianjurkan untuk berwudhu jika ia berhadas kecil dan mandi junub jika masih berhadas besar.

Suci secara batin artinya sebelum tidur seorang muslim harus menghilangkan kondisi atau sifat iri, dengki, dendam, gila dunia dan gila jabatan.

Baca Juga:  Doa Sebelum Tidur dan Amalan Yang Bisa Dilakukan Menjelang Tidur

Untuk itu Mbah Sholeh Darat mengajarkan salah satu doa yang dibaca sebelum tidur agar kita terhindar dari kotoran-kotoran hati yang menghalangi kesucian, baik kesucian lahir maupun batin. Berikut doanya:

اَللَّهُمَّ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَ بِكَ أَرْفَعُهُ اَللَّهُمَّ إِنْ اَمْسَكْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لَهَا وَ ارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ وَ فَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ اَللَّهُمَّ أَيْقِظْنِيْ فِيْ أَحَبِّ الْأَوْقَاتِ إِلَيْكَ وَ أَشْغِلْنِيْ بِطَاعَتِكَ فِيْهِ.

“Ya Allah aku letakkan lambungku dan dengan-Mu aku menganngkatnya. Ya Allah jika aku menggenggam nafs (jiwa)-ku maka ampuni dan kasihanilah (jiwaku), jika Engkau membebaskannya maka jagalah (jiwaku) sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shaleh. Ya Allah sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada-Mu dan menyerahkan urusanku kepada-Mu. Ya Allah bangunkanlah aku di dalam waktu yang paling Engkau sukai dan sibukkanlah aku dengan taat kepada-Mu di dalamnya.”

Ketiga, sebelum tidur dianjurkan membaca ayat Kursi, lalu membaca ayat Amanar rasul ila akhirihi (Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah; 285-286), surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Keempat, anjuran terakhir adalah hendaklah tidur seranjang dengan pasangannya bagi yang telah mempunyai pasangan (suami istri). Tidur dalam kondisi yang bersentuhan atau berhubungan intim antara suami dan istri dalam konteks ini tidak membuat hilangnya kesucian seseorang.

Baca Juga:  Berkaca dari Musibah Banjir di Masa Rasulullah Saw

Melainkan tidur bersama antara suami istri malah akan mendapatkan pahala. Tentu dengan syarat persentuhan atau berhubungan suami istri tersebut didasarkan bukan sekedar hanya karena syahwat atau hawa nafsu saja namun diniatkan pula untuk beribadah.

Demikian empat anjuran sebelum tidur yang patut di lakukan oleh umat Muslim menurut Kyai Haji Sholeh Darat. Semoga dapat kita amalkan dan bermanfaat bagi kita semua, Amin ya robbal alamin. Wallahu A’lam Bishawab

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.