Dzul Khuwaishirah sebagai Bibit Aliran Khawarij, Kenali Ciri-cirinya!

Dzul Khuwaishirah sebagai Bibit Aliran Khawarij, Kenali Ciri-cirinya

Pecihitam.org – Di antara karakter kaum Khawarij adalah menyelisihi pemahaman al-sawad al-a’dzham (mayoritas umat Islam), mengkafirkan mereka dan menghalalkan darah mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebetulnya bibit kelompok ini (Khawarij) telah muncul sejak zaman Rasulullah saw masih hidup. Banyak hadis shahih dari berbagai jalur periwayatan yang menceritakan bahwa bibit Khawarij telah lebih dahulu ada dibanding firqah resminya.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa fenomena “overdosis dalil” dewasa ini yang merebak ke seluruh penjuru bumi umat muslim telah diramalkan oleh Rasulullah beberapa abad yang lalu.

Di antara hadis yang mengkisahkan Khawarij adalah Hadis riwayat Imam Muslim sebagai berikut:

فَجَاءَ رَجُلٌ كَثُّ اللِّحْيَةِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ نَاتِئُ الْجَبِينِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ يَا مُحَمَّدُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ إِنْ عَصَيْتُهُ أَيَأْمَنُنِي عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَلَا تَأْمَنُونِي قَالَ ثُمَّ أَدْبَرَ الرَّجُلُ فَاسْتَأْذَنَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فِي قَتْلِهِ يُرَوْنَ أَنَّهُ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

Artinya: Sementara itu, datanglah laki-laki berjenggot tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, “Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku?” Abu Sa’id berkata; Setelah orang itu berlaku, maka seorang sahabat (Khalid bin Al Walid) meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membunuh orang itu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Dari kelompok orang ini, akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad.

Baca Juga:  Waspada Generasi Baru Ibnu Muljam, Saat Qur’an Jadi Dasar "Menumpahkan Darah"

Hadis tersebut termaktub dalam kitab Shahih Muslim, kitab Zakaah (zakat), bab Dzikr al-Khawaarij wa Shifaatihim. Kualitas hadis ini shahih. Penulis sengaja tidak mencantumkan sanad hadis tersebut untuk meringkaskannya.

Hadis dengan redaksi senada diriwayatkan sedikitnya oleh tiga Imam, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad. Sementara dalam redaksi lain dari Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad pula disebutkan bahwa laki-laki yang mendatangi Nabi dan memerintahkannya untuk takut kepada Allah dan berlaku adil tersebut bernama Dzulkhuwaishirah.

Dalam riwayat Imam Bukhari lainnya disebutkan bahwa nama lengkapnya adalah Abdullah bin Dzilkhuwaishirah al-Tamimi.

Dalam redaksi lain dari Imam Abu Dawud, Rasulullah menyebut kaum Khawarij ini sebagai kaum muda yang bodoh dan kurangnya pemahaman yang akan muncul di akhir zaman.

Baca Juga:  Firqah Khawarij dan Doktrin-doktrin Sesat Mereka

Mereka tidak memiliki ilmu namun setiap kali berbicara senantiasa berargumen dengan Alquran dan hadis Nabi. Iman mereka tidak sampai ke tenggrokan dan mereka keluar dari agama Islam bagaikan anak panah yang melesat keluar dari target buruan yang sudah dikenainya.

Sejauh yang penulis ketahui, para Imam yang hadis dalam menyertakan hadis-hadis mengenai kaum Khawarij dalam kitabnya senantiasa menuliskan lebel “Khawarij” tanpa ragu.

Imam Bukhari memberikan judul bab “Tidak Memerangi Khawarij untuk Menenangkan Masyarakat”, Imam Muslim memberikan judul bab “Khawarij dan Sifatnya”, Imam Ibnu Majah memberikan judul bab “Kelompok Khawarij”, Imam Abu Dawud memberikan judul bab “Memerangi Kelompok Khawarij” dan seterusnya.

Di antara tanda-tanda Khawarij seperti Dzulkhuwaishirah yang penulis rangkum dari berbagai riwayat adalah memiliki jenggot tebal; pelipis menonjol; mata cekung (masuk ke bagian dalam terliputi tulang atas mata); dahinya menjorok; berkepala gundul; berlengan tapi tak bersiku (memiliki badan yang gemuk); salah satu dari lengan atasnya bagaikan potongan daging yang bergerak-gerak; bacaan Alqurannya bagus namun tidak melewati tenggorokan mereka; muncul ketika manusia mengalami perpecahan; menghalalkan darah umat Islam yang berbeda dengannya; rajin shalat dan kualitas zahirnya bagus (khusyuk); rajin berpuasa; dan berdalil dengan Alquran padahal Alquran menjadi bencana atas mereka.

Baca Juga:  Sejarah Awal Paham Khawarij: Dari Kekecewaan hingga Pembunuhan Ali bin Abi Thalib

Bahkan dalam kitab Fathul Bari dijelaskan bahwa di antara sifat kaum Khawarij adalah enggan untuk taat terhadap pemimpin. Mereka membunuh umat Islam dan menyebutkan sebagai penyembah berhala. Menurut Imam Ibnu Hajar, dengan prilaku-prilaku tersebut mereka telah keluar dari agama Islam yang sempurna.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam

Azis Arifin

Leave a Reply

Your email address will not be published.