Adakah Penjelasan Gempa Bumi dalam Al Quran? Bagaimana Doanya?

Adakah Penjelasan Gempa Bumi dalam Al Quran? Bagaimana Doanya?

PeciHitam.orgDi dalam al-Quran terdapat sekitar 51 ayat yang membahas mengenai alam. Ayat-ayat tersebut biasa dijuluki dengan sebutan ayat kauniyah. Beberapa di antaranya menyinggung persoalan gempa bumi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi memiliki pengertian getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Sehingga alat pengukur gempa bumi disebut seismometer.

Seorang ilmuwan dan dokter Islam Ibnu Sina, pernah mengutip pemikiran ilmuwan Yunani mengenai gempa bumi. Menurutnya gempa bumi yang terjadi akibat dorongan gas untuk keluar dari dalam bumi.

Namun, seiring berjalannya waktu pendapat yang pernah dikutip tersebut dibantahnya. Ia kemudian menjelaskan pendapatnya sendiri bahwa gempa dikaitkan dengan adanya tekanan besar pada rongga udara di dalam bumi. Tekanan tersebut bisa berupa air yang masuk dalam rongga bumi.

Menurutnya untuk mencegah dampak bumi, manusia bisa membuat sumur di dalam tanah menurun sehingga getarannya bisa berkurang. Akan tetapi setelah abad ke-10 dan ke-11, para ilmuwan Muslim mulai mengaitkan bahwa kejadian gempa bumi bukan hanya semata-mata kejadian yang disebabkan oleh alam. Ini merupakan fenomena alam yang menekankan pada sisi religius.

Agak berbeda pandangan dengan para ilmuan muslim abad ke-10 dan ke-11, M. Quraish Shihab menyebutkan bahwa gempa bumi merupakan peristiwa alam dan tanpa campur tangan Tuhan sedikitpun di dalamnya. Hal ini berdasarkan asumsi pemaknaan atas keterlibatan Tuhan karena telah selesai dengan penciptaan alamnya tersebut.

Ada juga yang berpendapat bahwa bencana gempa semata-mata sebagai sebuah kehendak Tuhan yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Selain itu, ada juga yang mengambil jalan tengahnya, yaitu gempa memanglah merupakan peristiwa alam. Namun ada keterlibatan Tuhan dalam rangka rahmat dan pemeliharaannya.

Baca Juga:  Islam Wasatiyah; Tantangan dan Syarat Utama Penerapannya

Pada hakekatnya manusia diciptakan sesuai dengan tujuannya, namun ketika gempa bumi terjadi, ada beberapa analisa yang dikaitkan dalam mencari penyebab terjadinya yakni karena azab dari Allah akibat dosa yang dilakukan, perintah agama yang dilalaikan, ujian dari Allah dan gejala alam yang biasa terjadi.

Namun, apabila dikaitkan dengan gejala alam yang memang harusnya terjadi, maka wajar jika sering terjadi gempa, sebab bumi ini khususnya Indonesia berada pada bagian bumi yang rawan gempa.

Kemudian merujuk pada hukum alam yang sudah menjadi ketetapan Allah bahwa bumi ini mengandung segala hikmah dan manfaat termasuk pergerakan gunung dan lapisan dalam bumi, maka Allah berfirman dalam QS. Al-Naml ayat 88 yaitu:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

“Dan kamu  sangka gunung-gunung itu tetap ada di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak seperti awan yang bergerak. Allah telah membuat segala sesuatu dengan kokoh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat-Ayat Gempa

Dalam Al-Quran sendiri ada beberapa ayat yang membahas tentang gempa, antara lain:

Al- An’am: 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Artinya: Katakanlah: Dia yang berhak mengirim azab dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mengelompokkan kamu dalam golongan agar sebagian kamu merasakan keganasan. Perhatikanlah, Kami mendatangkan kebesaran agar kamu memahami

Al-Ankabut: 37

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Artinya: Mereka mendustakan Syu’aib hingga ditimpa gempa dahsyat dan mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggalnya.

Asy-Syura’: 30

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Baca Juga:  Inilah Keutamaan Membaca Surat Al Ikhlas yang Wajib Kamu Tahu

Artinya: Dan musibah apapun yang kalian terima adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri, Allah memaafkan sebagian dari kesalahan-kesalahanmu.

An-Nisa: 79

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

Artinya: Nikmat apapun itu adalah berasal dari Allah, dan bencana ap saja yang datang adalah karena kesalahan dirimu sendiri.

Ayat-ayat tersebut dapat dijadikan refleksi bahwa segala apa yang ada di dunia ini merupakan ciptaan dan kuasa Allah. Sebagai hambanya, menjaga dan melestarikannya merupakan bentuk rasa syukur atas segala karunia-Nya.

Begitu juga dengan bencana, Islam mensyariatkan pada umatnya untuk beristirja’ dengan mengambil rujukan sebagai hukum sebab akibat. Sebagaimana Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 156 berikut:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke akhirat, di sana kita akan diberi-Nya balasan).

Ucapan di atas memang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam, yaitu mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mengingat qadha dan qadar Allah.

Hal ini penting dilakukan agar kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi. Apalagi sebagai warga Indonesia yang terletak di lingkar api gunung berapi, menjadikan bencana seperti gunung Meletus, gempa bumi, dan tsunami menjadi hal yang tak terhindarkan.

Doa Ketika Terjadi Gempa Bumi

Ketika sedang terjadi bencana, seperti gempa bumi, kita dianjurkan untuk membaca doa berikut:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu tentang kebaikan yang terjadi, kebaikan di dalamnya, kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamaan dengan kejadian ini, Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan di dalamnya serta aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engku kirimkan.

Baca Juga:  Ini Pengertian, Ciri Ciri dan Jenis Suudzon yang Harus Kita Hindari

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Gempa Bumi

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi:

  1. Jangan Panik
  2. Hal pertama yang harus dilakukan ketika gempa ialah jangan panik. Sebisa mungkin anda harus dapat menenangkan hati anda agar dapat berpikir dan bertindak jernih. Ketika panik, justru akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
  3. Cari Tempat Berlindung
  4. Jika gempa terjadi pada saat Anda berada di rumah, maka segeralah berlindung di bawah meja dengan memegang kaki meja. Jangan lupa lindungi kepala Anda, bisa dengan tas, atau minimal dengan tangan. Jauhkan diri dari benda-benda yang mudah terjatuh dan pecah.
  5. Ketika anda berada di luar rumah, maka carilah tanah lapang yang jauh dari pohon, tiang listrik ataupun bangunan.
  6. Berdzikir Menyebut Nama Allah, Bertaubat dan Memohon Ampun Kepada-Nya

Saat sedang terjadi gempa bumi atau bencana alam yang lain, dianjurkan setiap manusia untuk berdzikir menyebut nama Allah, bertaubat, memohon ampun kepada-Nya.

Merendahkan diri kepada Allah serta memohon keselamatan kepada Allah. Janganlah manusia hanya sibuk untuk menyelamatkan dirinya sendiri namun, tidak segera memohon ampun kepada Allah. Ketika kita perbanyak untuk berdoa, maka Allah yang akan menyelamatkan kita.

Demikian beberapa hal yang perlu kami jelaskan seputar gempa bumi dalam al-Quran. Ayat-ayat tersebut dapat dijadikan refleksi diri, agar kita selalu ingat kepada-Nya. Ash-Shawabu Minallah.

Mohammad Mufid Muwaffaq