Hati-hati! Inilah Dosa yang Lebih Besar dari Syirik

dosa yang lebih besar dari syirik

Pecihitam.org – Syirik merupakan dosa yang paling besar dan tidak akan terampuni jika tidak bertaubat. Seorang muslim yang meninggal dalam keadaan syirik maka kelak ia akan kekal di neraka. Status kesilamannya batal, dan seluruh amal baiknya terhapus dan di haramkan ampunan Allah Swt. Oleh sebab itu orang muslim selalu khawatir dan takut dengan dosa syirik. Lalu apakah ada dosa yang lebih besar dari pada syirik?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Syirik besar merupakan suatu dosa yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan menjadikannya kekal di dalam neraka jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat dari padanya.

Syirik besar adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah Swt, seperti berdoa kepada selain Allah Swt, menyembelih kurban dan bernadzar untuk selain Allah Swt, berdo’a agar di penuhi kebutuhan dan mengilangkan segala kesusahan kepada selain Allah. Sedangkan syirik kecil adalah suatu perbuatan yang dapat mengurangi keyakinan atau ketauhidan seseorang terhadap Allah Swt.

Mempersekutukan Allah Swt termasuk perbuatan yang dzalim sebagaimana yang di sebutkan dalam Surat Al-An’am berikut;

الذينء امنوا ولم يلبسوا ايمنا نهم بضلم

Baca Juga:  Jika 15 Ramadhan 2020 Bertepatan dengan Hari Jumat, Kiamat Tidak Lama Lagi?

“Orang-orang yang beriman tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman”. (Q.S Al-An’am: 82)

Ketika ayat tersebut turun, terasa sangat amat berat bagi para sahabat karena merasa setiap harinya mereka tidak lepas dari suatu kedzaliman. Lalu para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah SAW, “siapakah diantara kami yang tidak mencampuri keimannnya dengan kedzaliman?”

Rasulullah SAW pun menjawab: Maksudnya bukan begitu, apakah kalian tidak mendengar perkataan luqman. ‘ Hai anakku janganlah kamu mensekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu merupakan kedzaliman yang besar. ( HR. Muslim).

Adapun menurut KH. Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) menyebutkan bahwa dosa dari syirik yang paling besar adalah ketika seseorang menyekutukan Allah Swt dengan lebih menuhankan dirinya sendiri, yaitu dengan memutlakkan kebenaran sendiri. Seperti yang di jelaskan dalam firman Allah Swt dalam surat Al A’raf ayat 33 berikut:

قل انما حرم ربي الفواحش ما ضهر منه وما بطن والاثم والبغي بغيرالحق وان تشركوا باللهل ملم ينزل به سلطناوان تقو على الله مالا تعلمون

Artinya: “Katakanlah “ Tuhanku hanya mengahramkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah Swt dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” Q.S Al-A’raf: 33)

Di dalam ayat tersebut Allah Swt menjelaskan kepada Nabi Muhammad SAW tentang apa saja yang di haramkan oleh Allah Swt salah satunya yaitu mengada-adakan terhadap Allah Swt sesuatu yang tidak di ketahui.

Baca Juga:  Bisakah Orang Buta Menjadi Saksi atas Sebuah Perkara?

Perbuatan seperti ini sangatlah bebahaya karena dapat menimbulkan perpecahan. Seseorang yang mengklaim dirinya memiliki ilmu dan pengetahuan yang banyak tetapi sebenarnya ia tidak tahu apa-apa.

Apalagi seseorang yang menentukan hukum islam, namun tidak di sertai dengan ilmu yang benar. Seperti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Untuk menentukan suatu hukum islam maka haruslah di sertai dengan dalil-dalil yang shahih (Al-Qu’an dan Hadist). Tidak boleh dengan suatu persangkaan manusia saja dan tidak di sertai dengan ilmu.

Seperti dalam firman Allah Swt dalam Surat An-Nahl ayat 116,

ولا تقولوا لما تصف السنتكم الكذب هذا حلال وهذا حرام لتقترواعلى الله الكذب

Artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang di sebut-sebut oleh lidah mu secara dusta. ‘ ini halal dan itu haram’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Swt.” (Q.S An-Nahl : 116)

Baca Juga:  Memanjangkan Bacaan Shalat Saat Jadi Imam, Hati-hati Makmum Tidak Rela

Maka, pada dasarnya syirik merupakan dosa yang paling besar, dan bentuk dari syirik yang lebih besar adalah ketika menuhankan diri sendiri dan membuat ketentuan hukum islam dengan perasangkanya tanpa menggunakan dalil-dalil yang shahih. Kemudian memutlakkan kebenarannya sendiri tanpa menggunakan ilmu dan pengetahuan yang benar. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik