Kamu Wajib Tahu! Inilah Hikmah Haid Bagi Perempuan Jarang Diketahui

hikmah haid bagi perempuan

Pecihitam.org – Dalam bahasa Arab, haid berarti berarti mengalir. Sementara itu dalam istilah fikih, haid atau menstruasi adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang perempuan setelah umur 9 tahun dengan sehat (tidak karena sakit) sebagai kodrat perempuan dan tidak setelah melahirkan anak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Haid memiliki banyak sekali hikmah bagi perempuan. Adapun dasar tentang haid dalam Al-Quran terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 222 sebagaimana berikut:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (222)

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, alasan ayat tersebut turun adalah sebagai respons atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan perempuan yang sedang haid atau menstruasi dengan tidak manusiawi. Mereka mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan tidak mau makan bersama serta dianggap manusia menjijikan.

Baca Juga:  Syarat Sah Hukum Persusuan Menurut Para Fuqoha (Bagian 1)

Maka dari itu, Allah Swt menurunkan ayat yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor, sehingga dilarang bagi suami melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci.

Rasulullah Saw pun menegaskan dalam sabdanya “Lakukan apa saja kecuali jima” yakni boleh untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya bagi para suami, makan dan melakukan aktivitas bersama seperti biasa kecuali berhubungan badan. Hadis Nabi Muhammad Saw tentang dasar haid ada dalam riwayat Aisyah r.a. di dalam Shahih al Bukhari:

عن عَائِشَةَ تَقُولُ خَرَجْنَا لاَ نَرَى إِلاَّ الْحَجَّ فَلَمَّا كُنَّا بِسَرِفَ حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا أَبْكِي ، قَالَ : مَا لَكِ أَنُفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ فَاقْضِي مَا يَقْضِي الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ قَالَتْ وَضَحَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ نِسَائِهِ بِالْبَقَرِ

Artinya: “Dari Aisyah r.a. yang berkisah, “saat kami berhaji dengan Rasulullah Saw dan ketika sampai di kota Sarf kami menangis karena haid sehingga kami tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah Saw pun mencoba menenangkannya dengan mengatakan “sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata: “Dan (setelah itu) Rasulullah Saw menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita tersebut mengajarkan kepada seluruh perempuan agar tidak perlu bersedih saat mengalami menstruasi karena sudah ditentukan Allah Swt. Adapun di antara hikmah haid bagi perempuan adalah:

Baca Juga:  Begini Nalar Pembolehan Hukum Masturbasi Versi Ibnu Hazm

Pertama, latihan untuk perempuan menghadapi cairan sperma.

Saat seorang perempuan menikah, ia harus siap menghadapi datangnya cairan sperma. Perempuan harus melatih diri sejak jauh-jauh hari dan sehingga terbiasa menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

Kedua, melatih perempuan agar lebih rajin, tidak jijik dan semakin cekatan.

Selain mengurus suami, perempuan juga mengurus dan merawat anak-anaknya, termasuk membersihkan kotoran dan najisnya. Untuk itu, Allah Swt memberikan latihan stimulasi berbentuk haid agar perempuan rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis.

Ketiga, menjadi makanan bagi janin di dalam rahim perempuan.

Janin dalam rahim perempuan tidak dapat makan sebagaimana lazimnya anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk memberikan makanan biasa untuknya. Maka dari itu, Allah Swt menjadikan pada diri kaum perempuan proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna.

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Istinjak dengan Tisu Saja? Begini Cara Menghukuminya

Jika seorang perempuan tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid/ menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, darah haid berguna untuk dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya. Demikianlah hikmah haid bagi perempuan. Semoga bermanfaat.

Ayu Alfiah