Meski di Rumah Aja, Ini 7 Ibadah di Bulan Ramadhan yang Bisa Kita Lakukan

ibadah di bulan ramadhan

Pecihitam.org – Ramadhan merupakan bulan berlipatnya pahala dan kebaikan. Di bulan ini Allah kirimkan berbagai macam kebaikan yang dapat diperoleh manusia. Kebaikan itu terkandung dalam laku ibadah yang bisa dilakukan oleh umat manusia. Ada banyak ibadah yang bisa dikerjakan di bulan Ramadhan. Namun situasi sekarang di tengah pandemi COVID 19 memaksa setiap insan untuk menjaga kesehatan dengan tetap berada di dalam rumah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tentu saja, situasi seperti itu bisa membatasi gerak ibadah yang hendak dilakukan umat muslim pada umumnya. Akan tetapi, Allah tetap memberikan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang bisa dikerjakan dalam situasi demikian. Sehingga umat muslim bisa tetap melaksanakan ibadah sekaligus menjaga kesehatannya.  

Pertama, membaca doa ketika berbuka puasa.

Fungsi dari doa sendiri adalah sebagai permohonan kita kepada Allah swt. Dengan berdo’a makanan yang akan kita makan dapat melahirkan kebaikan baru yang semakin mendekatkan kita kepada Allah swt. Doa ini merupakan salah satu ibadah yang mudah dan bisa dilakukan di dalam rumah sebelum menyantap hidangan makanan yang tersedia.   

Baca Juga:  Inilah 4 Bahaya Sifat Sombong yang Wajib Kita Hindari

Kedua, menyegerakan berbuka.

Ibadah yang satu ini termasuk ibadah yang paling nikmat dilakukan. Manusia yang sudah dilanda lapar dan kehausan selama pagi hingga petang, tentu akan merasa nikmat apabila tubuhnya mendapatkan tambahan makanan.

Ketika waktu berbuka sudah tiba, akan terasa nikmat bila segera menyantap makanan yang telah tersedia. Hal ini akan bertambah manis dengan pahala dari kesunahan menyegerakan berbuka. Maha Pemurah Allah.

Ketiga, melaksanakan sholat Tarawih.

Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat Isya’ dan khusus dilakukan pada malam bulan Ramadhan. Biasanya sholat Tarawih dilakukan secara berjamaah di mushola-mushola terdekat. Namun hal itu tidak mungkin terjadi sekarang ini.

Ancaman virus Corona yang semakin menjadi membuat orang harus menjaga jarak dan tetap berada dalam rumah. Sehingga prosesi sholat Tarawih bisa dikerjakan di dalam rumah secara sendirian ataupun dilakukan bersama-sama dengan keluarga tercinta.

Keempat, melaksanakan sholat witir.

Sholat witir merupakan sholat yang menjadi penutup dari sholat sunnah. Dalam bulan Ramadhan, sholat witir dilaksanakan setelah melaksanakan sholat Tarawih dengan bilangan raka’at ganjil.

Baca Juga:  Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar dan Melihat? Ini Penjelasannya.

Seperti halnya sholat Tarawih, sholat witir juga harus dilakukan di rumah saja mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukannya di mushola-mushola terdekat.

Kelima, Tadarus Al-Qur’an.

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah terdapat peristiwa turunnya Al-Qur’an. Malam itu diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Oleh karenanya, ketika umat Islam gemar membaca Al-Qur’an di siang dan malam sejatinya ia telah menghidupkan malam bulan Ramadhan.

Dan ia akan berkemungkinan besar untuk menemui malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ibadah ini bisa dilakukan di dalam rumah. Dengan membaca Al-Qur’an sendirian atau bahkan meminta orang tua untuk meneiti setiap bacaan yang telah kita baca.

Keenam, mengakhirkan sahur.

Sahur biasanya dilakukan untuk mengisi tubuh kita dengan makanan dan minuman agar kuat menahan lapar dan dahaga selama waktu puasa. Semakin cepat kita melakukan sahur berarti waktu puasa kita semakin panjang. Dengan kata lain, puasa akan lebih ringan dikerjakan bila mengakhirkan waktu sahur. Sahur bisa dikerjakan di dalam rumah dengan keluarga tercinta.

Baca Juga:  Lima Tingkat Keimanan Manusia Menurut Syaikh Nawawi al Bantani

Ketujuh, bersedekah.

Salah satu fungsi puasa adalah agar kita bisa merasakan bagaimana penderitaan saudara kita yang ditimpa kekurangan. Puasa mengasah naluri kita agar lebih peduli kepada sesama. Oleh karena itulah bersedekah merupakan titik balik dari ibadah puasa itu sendiri.

Namun mengingat kondisi seperti ini, bersedekah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam kondisi ini, kita bisa melakukan sedekah dengan cara berdonasi ke lembaga penyalur bantuan. Sehingga tujuan puasa serta kesehatan kita tetap terjaga.

Muhammad Nur Faizi