Ingin Bepergian? Ini Doa yang Diajarkan Rasulullah Ketika Pergi dan Saat Pulang

doa saat bepergiaan

Pecihitam.org – Pada saat musim liburan, baik libur kerja maupun libur sekolah, budaya masyarakat di Indonesia adalah menghabiskan waktu bersama keluarga. Ada yang hanya sekedar menghabiskan masa liburannya di rumah, ada juga yang menghabiskannya dengan cara melancong bertamasya, baik di dalam kota maupun di luar kota. Bahkan tidak jarang keluarga yang menghabiskan waktu liburannya di luar negeri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada saat menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga, sayang kiranya jika hanya diniati liburan saja. Yang demikian tentu tidak akan bernilai ibadah. Beda halnya jika diniatkan sebagai nafkah batin terhadap keluarga, memberikan kebahagiaan kepada mereka dan mentadabburi ciptaan Allah swt, maka yang demikian ini akan mendapatkan pahala di sisi-Nya.

Adapun anjuran untuk mentadabburi ciptaan Allah termaktub dalam kalam-Nya, QS. Al-Hadiid: 17 yang berbunyi:

اعْلَمُوٓا أَنَّ اللَّهَ يُحْىِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْءَايٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: Ketahuilah olehmu bahwa Sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. [QS. Al-Hadiid: 17]

Baca Juga:  Inilah Amalan Doa Agar Mudah Menghafal al Quran

Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa khitab ayat tersebut adalah orang yang beriman. Diterangkan bahwa Allah yang menghidupkan bumi sesudah matinya dengan menumbuhkan tumbuh-tunbuhan padanya. Dan sungguh Allah telah menunjukkan tanda-tanda kekuasan-Nya itu dan hal lainnya agar kalian memikirkannya.

Nabi Muhammad saw telah memberikan banyak tauladan yang baik kepada umatnya. Termasuk dalam Urusan bepergian atau perjalanan. Pada saat melakukan perjalanan, Rasulullah mencontohkan bahwa ia senantiasa berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan. Berikut doanya:

سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون

Subhaanalladzii sakhkharalanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

Artinya: Maha suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami benar-benar orang yang kembali kepada Tuhan kami.

Dalam riwayat Imam Muslim dari Ibn Umar, doa di atas memiliki redaksi tambahan yaitu sebagai berikut:

Baca Juga:  Subhanal Malikil Quddus, Ini Teks Arab dan Latin dari Rangkaian Dzikir Setelah Shalat Witir Ini

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Allahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzalbirra wattaqwaa waminalamali maa tardhaa allaahumma hawwin alainaa safaranaa haadzaa wathwi annaa budahuu allahumma antasshaahibu fissafar walkhaliifatu fil-ahl allaahumma innii auudzubika min watsaaissafar wakaabatil mandzar wasuuilmunqalib filmaali wal-ahl

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jarak bagi kami. Ya Allah, Engkaulah yang mendampingiku dalam perjalanan ini dan mengurusi keluarga, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam perjalanan ini, dari pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.

Baca Juga:  Begini Doa Masuk Istana ala Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi

Imam Muslim menambahkan, ketika Rasulullah pulang dari perjalanan, beliau membaca kembali doa tersebut dan menambahkannya dengan redaksi berikut:

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

“Aabiyuuna taaibuun aabiduun lirabbinaa haamiduun”

Artinya: Kami kembali sebagai seorang hamba yang bertaubat, juga sebagai seorang hamba yang senantiasa memuji Tuhannya.

Dalam riwayat Imam Muslim di atas dijelaskan bahwa ketika Rasulullah hendak melakukan perjalanan (baik saat keberangkatan maupun perpulangan), beliau senantiasa membaca takbir sebanyak 3x. Takbir tersebut dibacakannya pada saat berada di atas kendaraan yang siap ditunggangi untuk perjalanannya.

Azis Arifin

Leave a Reply

Your email address will not be published.