Inilah Empat Sifat Allah yang Menitis kepada Manusia

Sifat Allah

Pecihitam.org – Manusia adalah satu-satunya Makhluk Allah yang diciptakan dengan diberikan perangkat Hebat yang berupa Akal. Manusia hampir bisa melakukan apa yang diinginkan dengan berbagai macam usaha dan keyakinan. Sebab Menurut Gus Ulil Absor Abdalla Manusia dititisi Empat Sifat Tuhan dalam hal ini Allah Swt.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Seperti yang kita ketahui bahwa sifat Allah Swt. Itu terbagi atas Sifat Wajib, Sifat Jaiz dan Sifat Mustahil. Namun sifat-sifat yang dimiliki itu tidak membatasi kesempurnaan yang dimiliki oleh-Nya dan tersucikan dari segala kekurangan.

Gus Ulil Absor Abdalla menjelaskan bahwa empat Sifat Allah yang menitis pada manusia adalah: Al-Hayat, Al-‘Ilmu, Al-Qudrot dan Al-Irodat. Yang mana 4 sifat Allah ini termasuk krdalam kategori Sifat Ma’ani, yaitu Sifat-sifat yang Abstrak yang wajib dimiliki oleh Allah Swt. Bahkan Hal tersebut bisa menjadikan manusia sebagai Tuhan-tuhan kecil yang ada dimuka bumi ini.

1. Al-Hayat

Al-Hayat artinya Hidup. Kebalikan dari Sifat Al-Hayatnya Allah Swt. Sebab Allah tidak membutuhkan Orang lain untuk bisa menghidupkannya sedangkan manusia butuh Allah untuk bisa Hidup.

Namun dengan adanya sifat Al-Hayat menitis pada manusia maka manusia mempunyai dinamika kehidupan yang beragam dan tidak bisa diselaraskan antara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga:  Rukun Iman; Definisi, Dasar Hukum dan 77 Cabang Keimanan

Sifat Al-Hayat manusia terikat dengan waktu yang bisa menjadikan manusia menjadi makhluk yang tidak kekal dan rapuh terhadap waktu. Sedangkan sifat Al-Hayat Allah sama sekali tidak terikat dengan waktu dan terbebas dari hukum-hukum logika panca indra manusia. Seperti yang termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 225.

2. Al-‘Ilmu

Yakni sifat-Nya yang berarti Maha Mengetahui, artinya segala sesuatu yang ada diseluruh alam semesta ini baik yang sudah maupun belum terjadi, sudah pasti dapat diketahui oleh Allah Swt. Seperti yang ada dalam surat Al-Baqarah 231.

Kebalikan dari sifat Al-‘Ilmunya Allah Swt. Bahwa sifat Al-‘Ilmunya manusia adalah pengetahuannya yang sangat terbatas. Artinya pengetahuan manusia hanya sebatas apa yang bisa dicerna oleh Indrawi manusia saja. Jadi hanya mengetahui apa yang dilihat, didengar dan diraba saja.

Baca Juga:  Ragam Makna "Kafir"

3. Al-Qudrat

Sifat Allah yang ke-3 yang menitis pada manusia adalah Al-Qudrat yang artinya Berkuasa. Allah berkuasa kepada segala sesuatu. Baik itu yang berkaitan dengan kehidupan manusia atau yang lainnya. Kuasa Allah tidak terukur oleh apapun. Seperti dalam surat Al-baqarah Ayat 20.

Manusiapun memiliki sifat Al-Qudrat ini. Artinya manuusia juga mempunyai kuasa akan tetapi tidak seperti kuasanya Allah Swt. Kuasa manusia hanya sebatas pada apa yang mampu dijangkaunya saja. Contohnya seperti kuasa pada dirinya sendiri untuk melakukan perbuatan baik maupun perbuatan buruk.

4. Al-Iradat

Sifat yang terakhir adalah sifat Al-Iradat yang artinya Berkehendak. Kehendak Allah adalah Absolute jadi tidak bisa dibantah lagi sebab seperti yang termaktub dalam surat Hud Ayat 107 bahwa Allah Maha pelaksana terhadap apa yang ia kehendaki. Artinya ketika Allah sudah berkehendak maka apapun pasti akan terlaksana.

Baca Juga:  Rukun Iman Ada 6, Waspada Jika Menemukan yang Berbeda

Lalu bagaimana dengan Manusia? Manusia juga mempunyai kehendak. Akan tetapi kehendak manusia terbatas dan tidak bisa dipaksakan. Dalam konteks ini kehendak manusia hanya berupa usaha yang pelaksanaannya tetap saja Allah Swt yang mengatur dan menghendakinya.

“Percaya Kepada Allah itu Wajib. Tapi sebagai Manusia yang berakal maka kita butuh akan Penjelasannya” (Gus Ulil Absar Abdalla)

Sifat-sifat Allah yang menitis pada manusia ini seringkali menjadikan manusia merasa seperti Tuhan. Maka kata Gus Ulil wajar apabila manusia itu dikatakan sebagai Tuhan-tuhan Kecil. Demikian semoga bermanfaat. Tabik!

Fathur IM

Leave a Reply

Your email address will not be published.