Keajaiban Doa Iftitah, Ternyata Dapat Membuka Pintu Langit

keajaiban doa iftitah

Pecihitam.org – Umat Muslim pasti sudah hafal dengan doa iftitah, yaitu doa yang dibaca pada rakaat pertama sebelum membaca surat al Fatihah ketika shalat. Namun tahukah kamu ternyata doa iftitah ini mempunyai keajaiban bisa membuka pintu langit. Penasaran? Berikut penjelasannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di langit Allah membuat pintu-pintu yang dalam rentang waktu tertentu senantiasa dapat terbuka dan tertutup. Jika pintu langit terbuka, maka Allah Swt akan mengabulkan semua doa hamba-hamba-Nya.

Beberapa waktu dimana pintu langit terbuka yaitu ketika hujan, kala adzan berkumandang, dan sebelum dzuhur. Selain itu, pintu langit juga bisa terbuka manakala kita membaca doa iftitah.

Doa iftitah merupakan salah satu doa inisiatif dari sahabat nabi ketika pelaksanaan shalat berjamaah. Akan tetapi, karena Nabi begitu terpuka dengan doa ini, akhirnya bacaan doa iftitah mendapat pengakuan dari Rasulullah Saw dan masuk dalam salah satu sunnah yang dikerjakan dalam shalat.

Hal ini berdasarkan sebuah kisah ketika sahabat Nabi mengucapkan doa tersebut dalam shalat dan terdengar oleh Rasulullah Saw. Seusai shalat Nabi kemudian bertanya siapa yang membaca doa tadi. Beliau menjelaskan jika dirinya takjub karena doa ini mampu membuka pintu langit.

Baca Juga:  Cara Islam Mengatasi Kemiskinan Melalui Zakat, Infaq dan Shadaqah

Kisah keajaiban doa iftitah ini terdapat dalam hadist shahih riwayat Imam Muslim yang menceritakan tentang sahabat yang menjadi makmum Rasulullah Saw. Ketika shalat salah seorang sahabat membaca doa hingga terdengar oleh jamaah di sampingya. Bacaan tersebut yaitu:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

“Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah di pagi dan petang hari”

Ternyata Rasulullah SAW mendengar doa yang dibaca salah seorang sahabat tersebut. Seusai shalat beliau Saw kemudian bertanya kepada para sahabat beliau.

“Siapa yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini?” Rupanya beliau mendengar doa itu.“Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku takjub dengan doa itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya.” (HR. Imam Muslim)

Doa iftitaf yang dimasukan dalam shalat adalah salah satu hal baru yang belum ada contohnya dan ‘dilakukan’ oleh sahabat namun hal itu tidak dilarang malah disetujui oleh Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Cinta Tanah Air Menurut Islam dan Peran Pesantren dalam Membumikannya

Syaikh Abdul Ilah bin Husain Al ‘Afraj mengatakan bahwa hal ini disebut dengan hadits Taqriri. Yaitu perkataan atau perbuatan sahabat yang disetujui oleh Rasulullah Saw. Berikut ini doa iftitah lengkap beserta artinya;

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu akbar kabiiroo wal-hamdu lillaahi katsiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam muslilaw wamaa ana minal-musyrikiin. Innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Baca Juga:  Yang Hobi Traveling, Yuk Intip Kota Peninggalan Peradaban Islam di Spanyol

Artinya: “Allah maha besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepunyaan allah, pujian yang banyak, dan maha suci allah diwahtu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya, dan aku golongan dari orang-orang muslimin.”

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik