Khasiat Membaca Al Fatihah 100 Kali Setiap Hari, Segala Hajat Bisa Terkabul

khasiat membaca al fatihah 100 kali

Pecihitam.org – Surat Al-Fatihah merupakan surat pembuka dalam Al-Qur’an, yang memiliki 7 ayat dan dimana kandungan fatihah meliputi apa yang ada didunia beserta isinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena surat inilah pembuka dan pertanda dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Qur’an أمّ القرءان (induk al-Quran) atau Ummul Kitab أمّ الكتاب (Induk Al-Kitab) karena surat ini merupakan induk dari semua isi Alquran.

Adapun surat ini juga disebut sebagai As Sab’ul matsaany السبع المثاني (tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat

Selain itu dalam segala hal ketika kita berdo’a pasti tercantum surat Al-Fatihah baik diawal maupun diakhir, apalagi ketika sholat Fatihah merupakan surat yang wajib dibaca karena masuk dalam rukunnya sholat.

Banyak sekali khasiat membaca surat Al-fatihah, apalagi ketika membaca sebanyak minimal 100 kali. Seperti saat sedang memiliki hajat maka atas izin Allah segala hajat yang sedang diinginkan akan dikabulkan, namun dengan syarat harus dengan sungguh-sungguh, konsisten dalam membacanya.

Baca Juga:  Bacaan dan Teks Lengkap Doa Keluar Rumah Sesuai Ajaran Rasulullah

Surat Al-Fatihah memiliki banyak keistimewaan, karena surat ini merupakan induknya Al-Qur’an. Membaca wirid Al-Fatihah 100 kali punya banyak khasiat dan dikenal didalam kalangan ulama ahli wirid.

Dimana wirid ini juga biasa diamalkan oleh beliau Gus Miek (KH. Chamim Djazuli) dan para ahli Dzikrul Ghofilin yang mengambil dari guru-guru beliau yaitu KH. Abdul Hamid Pasuruan, KH. Abdul Hamid Kajoran, KH. Dalhar Watucongol, KH. Munzir Mangunsari.

Dan mereka yang mengamalkan wirid Al-Fatihah insyaallah dimudahkan dalam segala hajatnya, karena surat Al-Fatihah dikenal sebagai surat kafiyah atau mencukupi untuk berbagai keperluan, kemudian sebagai ats-tsab’ul matsani atau 7 ayat yang diulang dalam shalat, fatihatul kitab, ummul qur’an, ummul kitab dan lain-lain.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda tentang keutamaan surat Al-Fatihah, diantaranya ada yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab syub’ul Iman dengan sanad dari Abdullah bin Jabir bahwa Rasulullah bersabda:

Baca Juga:  Sebenarnya Hujan Itu Berkah atau Musibah? Sehingga Ada Anjuran Membaca Doa Turun Hujan

Maukah kamu saya beri khabar sebaik-baik surat Al-Qur’an yang diturunkan?” Abdullah bin Jabir berkata: “Ya wahai Rosulallah.” Rasulullah lantas bersabda: “Itu adalah Fatihatul Kitab, wa ahsabuhu.” Rasulullah bersabda lagi: “Di dalamnya syifa’un min kulli da’in/obat dari berbagai penyakit” (HR Imam Baihaqi, Syu’bul Iman, No. 2367; dan Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 17597; berkata muhaqqiq Musnad, sanadnya hasan; dan juga dalam Jalaluddin as-Suyuthi, Tafsir Durrul Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur, jilid I: 16, yang menyebut sanadnya jayyid).

Diriwayatkan dalam kitab Tarikh Damsyik, Ibnu Asakir bahwa dalam sebuah hadits dari Syaddad bin Aus, RAsulullah SAW bersabda:

إذا أخذا أحدكم مضجعه ليرقد، فليقرأ بأم الكتاب وسورة، فإن الله يوكل به ملكا يهب معه إذاهب

Artinya: “Jika seseorang dari kalian hendak tidur, maka bacalah ummul kitab (surat fatihah) dan salah satu dari surat dalam Alquran, maka Allah akan mewakilkan untuknya malaikat yang akan bangun bersamanya jika dia bangun.”

Baca Juga:  Doa Agar Hati Tenang Dan 5 Tips Menenangkan Hati

Di dalam tradisi Dzikrul Ghofilin, wirid surat al-Fatihah dijalankan dalam waktu 40 hari tidak boleh putus, dan dianjurkan dengan membaca Dzikrul Ghofilin selama 40 hari bersama baca surat al-Fatihah.

Baru setelah itu, setiap hari surat al-Fatihah dibaca 100 kali, dan boleh dicicil setiap selesai sholat 5 waktu. Amalan ini, berasal dari apa yang diresepkan oleh Imam al-Ghazali, shahibul Ihya’ Ulumiddin. Demikian semoga bermanfaat Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik