Konferensi Chechnya; Penolakan Ulama Dunia Terhadap Aliran Wahabi

Konferensi Chechnya; Penolakan Ulama Dunia Terhadap Aliran Wahabi

PeciHitam.org – Aliran Wahabi memang seperti benalu di dalam sebuah negara, sama seperti Hizbut Tahrir Indonesia yang menolak Ideologi Negara, Wahabi seperti menjadi tangan kanan HTI dengan menyisir perkampungan dan desa desa dengan tujuan untuk merubah tradisi yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Lebih jauh dari itu, terkadang pengikut aliran Wahabi sering merasa dan mengatakan bahwa dirinya paling Sunnah dan paling dekat dengan definisi Ahlussunnah wal Jamaah. Benarkah demikian?

Jawabannya sederhana, tentu saja tidak! Salah satu bukti kuat bahwa Wahabi jauh menyimpang dari ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah bisa kita lihat dari hasil kesepakatan Konferensi Chechnya yang dihadiri lebih dari  200 ulama seluruh Dunia. Bagaimana kesepakatan yang dihasilkan dalam konferensi ini, mari kita bahas:

Tentang Konferensi Chechnya

Konferensi Checnya merupakan muktamar yang diselenggarakan di Grozny, ibu kota Republik Chechnya pada 25-27 Agustus 2016 bertajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan dan Klasifikasi Metode Ahlussunnah Waljamaah dalam Aqidah, Fikih, dan Akhlak, serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas”.

Baca Juga:  Penentuan Awal Bulan Kalender Hijriyah di Indonesia

Diantara ulama yang hadir pada Konferensi ini adalah:

  • Syeikh al-Azhar al-Imam al-Akbar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Tayyeb.
  • Mufti Mesir, Syiekh Prof. Dr. Syauqi Ibrahim ‘Allam.
  • Mantan Mufti Mesir, Syeikh Prof. Dr. Ali Jum’ah.
  • Mufti Syiria, Syeikh Ahmad Badruddin Hassoun.
  • Syeikh Prof. Dr. Taufiq Ramadhan al-Buthi, putra Syeikh al-Syahid M. Sa’id Ramadhan al-Buthi.
  • Al-Da’i ila Alloh, al-Habib Umar ibn Hafidz, Yaman.
  • Al-Da’i ila Alloh, al-Habib Ali al-Jufri, Yaman.
  • Syeikh Prof. Abu Bakr Ahmad Musliyar, Kerala-Hindia, Sekjen Jam’iyyah Ulama’ al-Hind.
  • Syeikh Prof. Dr. Ahmad al-‘Abbadi, Sekjen Robithoh Muhammadiyah lil-Ulama’, Maroko.
  • Syeikh Dr. Usamah al-Sayyid al-Azhari, Mesir.
  • Syeikh Prof. Dr. Syarif Hatim al-Auni, Saudi Arabia.
  • Syeikh Dr. Sa’id Abdullatif Foudah, Yordania.
  • Dan Ulama’-ulama’ lain dari seluruh Dunia termasuk dari Malaysia dan Indonesia.

Seluruh Ulama Menolak Aliran Whabi di Negaranya

Konferensi Chechnya diatas diadakan untuk menyikapi klaim sepihak dari Wahabi yang merepresentasikan paling “Ahlussunnah Wal Jamaah” dan paling ‘nyunnah’.

Meluruskan hal ini, disana dijelaskan lagi bahwa perbedaan signifikan antara Ahlusunnah wal Jamaah dan Wahabai. Dimana Ahlussunnah wal Jamaah mengikuti Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang Akidah.

Baca Juga:  Amalan Sunnah Setelah Bayi Lahir yang di Contohkan Rasulullah SAW

Mengikuti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii dan Imam Hambali dalam bidang Fikih. Serta mengikuti Imam Junaid dan ulama yang sepaham dengannya dalam hal tasawuf yang fokus kepada bidang Ilmu dan Akhlak.

Guru Besar Al Azhar Mesir Syekh Ali Jum’ah dalam sambutannya di muktamar Aswaja Internasional mengatakan sebagai berikut:

“Itu adalah manhaj yang menghargai seluruh ilmu yang berkhidmah kepada wahyu (Al-Quran dan Sunnah). Dan telah benar-benar menyingkap tentang ajaran-ajaran agama ini dan tujuan-tujuannya. Dalam menjaga jiwa dan akal. Menjaga agama dari distorsi dan permainan tangan-tangan jahil. Menjaga harta dan kehormatan manusia, serta menjaga akhlak yang mulia,”

Jika kemudian ditemukan mazhab lain yang keluar dati penjelasan diatas, Syekh Ali Jum’ah menegaskan bahwa Ahlussunnah Wal Jamaah tidak penah mengkafirkan siapapun dan kelompok apapun yang mengaku sebagai Muslim.

Menurut Beliau, pengikut aliran Wahabi dan Salafi berbahaya karena mereka melakukan klaim sebagai pengikut Ahlussunnah wal Jamaah dan menggunakan Jubah Agama namun keluar dari ajaran pokok (ushul/aqidah), kaidah (fikih) dan toleransi agama.

Baca Juga:  Mengetahui Nama Kucing Rasulullah Dan Keunikannya

Kelompok ini mencemarkan nama baik Aswaja dengan menyebut diri mereka Sunni (sebutan Arab untuk Aswaja). Mereka sengaja menyerang konsep Aswaja demi memuluskan obsesi politik bertendensi sektarianisme, serta ambisi ekspansif dengan penebar perpecahan.

Untuk itu akhirnya disepakati bahwa seluruh Ulama yang hadir dalam Konferensi Chechnya menolak adanya Aliran Wahabi di negara mereka.

Mohammad Mufid Muwaffaq