Mekah Lockdown, Pernahkah Terjadi Sebelumnya? Baca Kisahnya Disini!

Mekah Lockdown, Pernahkah Terjadi Sebelumnya? Baca Kisahnya Disini!

PeciHitam.org – Lebih dari empat puluh kali Mekah yang terdapat Ka’bah di dalamnya terkena lockdown. Lintasan sejarah mencatat bukan hanya saat ini, akibat pandemi Covid-19, Ka’bah diisolasi untuk kunjungan massal.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beberapa kejadian tercatat menghiasai perjalanan situs paling suci bagi Umat Islam seluruh dunia. Beberapa kali karena faktor alam dan beberapa kali dengan alasan kekerasan/ peperangan dan catatan lain karena wabah penyakit.

Berbagai faktor tersebut menjadi acuan bahwa kemaslahatan manusia untuk menghindari mara bahaya harus dikedepankan. Membahas catatan pertama, yaitu 2 abad setelah Nabi Muhammad Wafat, terjadi bencana besar berupa banjir yang menggenangi kota Mekah.

Imbasnya, Ka’bah-pun ikut tergenang dan menyebabkan kekosongan jamaah di Ka’bah. Catatan ini terdokumentasi oleh sejarawan Muslim yang mukim di Mekah bernama Imam Abu Al-Walid Muhammad Al-Azraqi.

Kejadian persisnya terjadi pada tahun 253 H bertepatan pada 867 M. Hampir rumah seluruh penduduk Mekah tergenang oleh air, yang mana kita tahu, kota Mekah terletak dicelah/ cekungan perbukitan.

Oleh karenanya secara alamiah air akan menggenang ketika terjadi hujan yang besar. Bahkan kejadian banjir ini terulang kembali pada tahun 593 H atau 1197 M. pendapat yang kuat menyatakan ketinggian air pada banjir kedua ini sampai 2 jengkal di atas Hajar Aswad.

Baca Juga:  Misteri Sidratul Muntaha, Pohon yang Berada di Langit Ketujuh

Baru-baru ini kejadian Ka’bah kebanjiran pernah terjadi pada tahun 2009 dan 2012 dengan intensitas lebih rendah dari riwayat yang terdahulu. Banjir pada era ini hanya menggenangi areal seitar Ka’bah tidak sampai merusak atau masuk kedalam Ka’bah.

Kembali ke masa lalu, sejarah kelam pernah tertulis pada tahun 930 M. kekelaman tersebut adalah hilangnya hajar aswad yang dicuri oleh golongan Syi’ah Ismailiyah. Golongan ini menamakan diri sebagai golongan Qaramithah, dan bukan hanya mengambil Hajar Aswad, lebih daripada itu, mereka membunuh Jamaah yang sedang beribadah Haji disekitar Masjidil Haram.

Hajar Aswad harus tidak berada di sudut Ka’bah selama 22 tahun berikutnya. Baru setelahnya prosesi pengembalian dilakukan di daerah Hajr. Akibat pencurian dengan kekerasan ini, Kota Mekah menjadi sepi dari Jamaah.

Berlanjut pada tahun 983 M, Mekah kembali lockdown terjadi karena permusuhan dan peperangan antar suku yang merembet pada masalah ibadah.

Baca Juga:  Ketika Allah Menciptakan Wanita, Ia Diharuskan Menjadi Orang yang Istimewa

Keturunan Bani ‘Abbas yang banyak bermukim di Irak dilarang pergi Haji selama 8 tahun. Dan selanjutnya karena masalah politik juga, pada tahun 1257 Mekah kembali terlarang bagi jamaah Haji dari Hijaz (kota di utara Mekah).

Imbas penyakit terhadap Ka’bah tercatat pada tahun 1814, yang  menelan korban sekitar 8.000 meninggal. Wabah ini terkenal dengan Istilah Tha’un (mati massal) yang membuat Ka’bah ditutup sementara.

Berurutan lokdown Ka’bah pada tahun 1837-1840, dan tahun tersebut tidak ada pelaksanaan Ibadah Haji karena  wabah kolera. Penutupan dan isolasi juga dilakukan berulang pada tahun 1850, 1865 dan 1883 dengan alasan sama, wabah Kolera.

Wabah selanjutnya terjadi lebih modern, yaitu tahun 1987. Catatan tahun tersebut menyebutkan wabah Meningitis yang menjadi epidemi menyerang Arab Saudi. Wabah ini mengacaukan kegiatan Haji, sehingga dengan alasan kesehatan kegiatan haji ditiadakan. Wabah menjadikan sedikitnya 10.000 jamaah terkena infeksi.

Kejadian terbaru adalah mewabahnya Corona Virus Disease (COVID-19) diseluruh dunia memaksa Raja Salman bin Abdul Aziz mengeluarkan Maklumat pemberhentian travel umrah bagi seluruh umat islam. Akibatnya sekarang kita saksikan, Ka’bah sepi dari para jamaah.

Baca Juga:  Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW

Kejadian yang tercatat beruntun dan rapi dalam memori sejarah semakin memahamkan kita bahwa maslahatul ummah lebih utama dalam pelaksanaan ibadah yang bersifat massal. Mekah mengalami Lockdown pernah terjadi sebelumnya, dan harapannya segera berakhir dan dibuka lagi untuk Ibadah para perindu baitullah. Ash-shawabu minallah

Mohammad Mufid Muwaffaq