Memahami Ayat Qauliyah dan Kauniyah, Dua Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan

ayat qauliyah dan kauniyah

Pecihitam.org – Selama ini yang kita ketahui tentang ayat-ayat Allah Swt hanyalah sebatas yang tercantum dalam Al-Qur’an saja. Namun ternyata Allah Swt memberikan dua macam ayat kepada kita, yaitu ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah. Lalu apa yang di maksud dengan ayat Qauliyah dan Kauniyah tersebut dan apa hubungan antara keduanya? Berikut penjelasannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pertama, Ayat Qauliyah ialah ayat-ayat yang di firmankan oleh Allah Swt dan tercantum di dalam kitab-kitab-Nya. Sehingga Al-Qur’an merupakan ayat Qauliyah yang memiliki fungsi, salah satunya adalah sebagai Al-Huda (petunjuk). Hal ini sebagaimana yang telah Allah Swt sebutkan dalam Surat An-Nahl ayat 89, sebagai berikut:

….ونزلن عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89)

Kedua, ayat Kauniyah adalah ayat-ayat berupa segala bentuk ciptaan Allah Swt seperti alam semesta (langit danbumi) serta segala yang ada di dalamnya. Dari mulai ciptaan Allah yang terkecil sekali sampai yang besar.

Baca Juga:  3 Cara Islam Menyelesaikan Masalah Dalam Kehidupan

Bahkan manusia, mulai dari fisik maupun psikisnya juga merupakan bentuk dari ayat Kauniyah. Berbeda dengan ayat Qauliyah yang bentuknya berupa firman Allah (Al-Qur’an), ayat Kauniyah adalah bentuk fisik atau fenomena alam.

Allah Swt berfirman mengenai fenomena alam yang di jadikan sebagai tanda-tanda kuasa-Nya, terdapat dalam Surat Fushilatt ayat 53 :

سنريهم آيا تنا في اللآ فاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق أو لم يكف بربك أنه على كل شيء شهيد

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhan mu menjadi saksi atas segala sesuatu” (QS. Fushilat: 53)

Selain itu, ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah juga memiliki hubungan serta keterkaitan satu sama lain. Bahkan kedua ayat tersebut bertujuan untuk saling melengkapi karena sama-sama berasal dari Allah Swt.

Baca Juga:  Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW

Jika di perhatikan, di dalam ayat Qauliyah (Al-Qur’an) akan di temukan banyak sekali perintah dari Allah Swt agar manusia memperhatikan terhadap ayat-ayat Kauniyah. Seperti misalnya yang telah di sebutkan oleh Allah Swt dalam Surat Ad-Dzariyat ayat 20-21, sebagai berikut:

وفي الأرض آيات للموقنين* وفي أنفسكم أفلا تبصرون

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 20-21)

Bahkan Allah Swt juga menyebutkan tentang proses penciptaan manusia, alam semesta, keadaan langit, bumi, gunung-gunung, laut, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja membuat para Ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap kandungan yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut merasa takjub dan terkesima karena mereka banyak sekali menemukan keajaiban ilmiah di dalamnya.

Sedangkan Al-Qur’an di turunkan sudah ratusan tahun lalu, yang mana belum ada penelitian dan teknologi ilmiah pada waktu itu. Adanya penemuan ilmiah tersebut semakin menegaskan tentang kemukjizatan yang di miliki oleh Al-Qur’an. Oleh sebab itu, keduanya saling menguatkan satu sama lain, tidak hanya ayat Qauliyah yang menguatkan ayat Kauniyah, tapi juga sebaliknya.

Baca Juga:  Sejarah dan Filosofi Bubur Suro, Hidangan Istimewa Tahun Baru Islam

Adapun kewajiban kita terhadap ayat-ayat Qauliyah adalah Tadabbur yakni dengan membaca, memahami serta merenungi makna dan kandungan di dalamnya. Sedangkan pada ayat Kauniyah maka kewajiban kita adalah Tafakkur yaitu dengan memperhatikan, berfikir, merenungi dan mempelajarinya dengan seksama. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik