Membelah Bulan! Ini Mukjizat Rasulullah Paling Spektakuler dalam Riwayat Hadis Sahih

Membelah Bulan! Ini Mukjizat Rasulullah Paling Spektakuler dalam Riwayat Hadis Sahih

PeciHitam.org – Salah satu tanda sebagai bukti kenabian seseorang dapat digolongkan menjadi dua macam. Yakni yang pertama berupa kekuatan argumentasi (hujjah) tentang ajaran yang dibawa olehnya. Hal ini sebagai bukti bahwa ajaran yang dibawa oleh seorang Rasul merupakan sebaik-baik ajaran atau kuat secara rasional.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kemudian yang kedua berupa mukjizat, berasal dari kata i’jaz yang secara bahasa berarti melemahkan. Mukjizat juga berfungsi sebagai salah satu bukti bahwa orang tereebut benar-benar diutus oleh Allah. Mukjizat inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Kemukjizatan yang diberikan kepada para Rasul berbeda-beda. Mukjizat Rasul biasanya merupakan hal-hal yang menakjubkan atau yang membuat kagum manusia biasa. Mukjizat tersebut tidak dapat dibantah bahkan tidak pula dapat ditiru oleh orang lain. Mukjizat tidak sama dengan sulap. Namun memang merupakan sesuatu yang benar-benar luar biasa dan nyata adanya.

Mukjizat Rasulullah, Muhammad saw dapat dikatakan melampaui mukjizat para rasul sebelumnya. Hal ini karena mukjizat Rasulullah belum pernah ada dan memang satu-satunya yang diberikan keistimewaan tersebut. Salah satu mukjizat Rasulullah ialah terbelahnya bulan menjadi dua. Peristiwa ini terekam dalam hadis sahih bahwa suatu saat penduduk Makkah meminta suatu mukjizat sebagai bukti kenabiannya,

Baca Juga:  Hari Asyura Dan Peristiwa Berlabuhnya Perahu Nabi Nuh As

عن أنس رضي الله عنه قال سأل مكة أن يريهم انشقاق فأراهم آية القمر

“Dari Anas, ia berkata: ‘Penduduk Makkah meminta Nabi agar menunjukkan suatu bukti kenabian pada mereka, maka Nabi Muhammad menunjukkan terbelahnya bulan’” (HR  Bukhari).

Peristiwa terbelahnya bulan ini terlihat amat jelas oleh penduduk Makkah pada masa tersebut. Bulan memang benar-benar terbelah menjadi dua bagian terpisah.

   عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: انْشَقَّ القَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِرْقَتَيْنِ، فِرْقَةً فَوْقَ الجَبَلِ، وَفِرْقَةً دُونَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اشْهَدُوا»   “

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Bulan terbelah di masa Rasulullah menjadi dua bagian. Satu bagian [terlihat] ada di atas puncak gunung dan satu bagian lagi di bawahnya. Lalu Rasulullah berkata: Saksikanlah!” (HR  Bukhari).

Meskipun mukjizat tersebut dilihat secara jelas dan langsung dapat terlihat oleh seluruh penduduk Makkah, namun tetap saja ada yang menyangkalnya. Sebagian dari mereka menyebutnya sihir. Kemudian mereka menunggu konfirmasi dari para musafir yang dalam perjalanan. Setelah menunggu konfirmasi dari musafir tersebut, akhirnya para musafir datang dan menjawab bahwa mereka melihat bulan terbelah. Seperti yang tertuang dalam hadis berikut:

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Berguru pada Nabi Khidir

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مَسْعُودٍ، قَالَ: انْشَقَّ الْقَمَرُ بِمَكَّةَ حَتَّى صَارَ فِرْقَتَيْنِ فَقَالَ كُفَّارُ أَهْلِ مَكَّةَ: هَذَا سِحْرٌ سَحَرَكُمْ بِهِ ابْنُ أَبِي كَبْشَةَ انْظُرُوا السُّفَّارَ فَإِنْ كَانُوا رَأَوْا مَا رَأَيْتُمْ فَقَدْ صَدَقَ وَإِنْ كَانُوا لَمْ يَرَوْا مَا رَأَيْتُمْ فَهُوَ سِحْرٌ سَحَرَكُمْ بِهِ، قَالَ: فَسُئِلَ السُّفَّارُ وَقَدِمُوا مِنْ كُلِّ وَجْهٍ فَقَالُوا: رَأَيْنَاه   “

Dari Abdullah ibn Mas’ud, ia berkata: Bulan telah terbelah di Makkah menjadi dua, maka orang-orang kafir berkata: ‘Ini adalah sihir yang dilakukan oleh putra Abi Kabsyah (Nabi Muhammad) terhadap kalian. Tunggulah para musafir, bila mereka melihat apa yang kalian lihat, maka dia jujur. Bila mereka tak melihatnya, maka ini adalah sihirnya atas kalian’. Kemudian para musafir yang datang dari berbagai penjuru ditanya, mereka menjawab: ‘Kami melihatnya [terbelah]’” (HR  Baihaqi dalam al-I’tiqad).

Peristiwa terbelahnya bulain ini juga diabadikan secara khusus dalam Al-Quran, yaitu dalam surat al-Qamar tepatnya dalam ayat 1 dan 2 berikut:

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Baca Juga:  Abu Nawas Mengajar Keledai Mengaji Al-Qur’an

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”

Peristiwa terbelahnya bulan menjadi dua bagian yang terpisah tersebut tidak berlangsung lama, beberapa waktu kemudian menyatu lagi seutuhnya seperti sediakala hingga sampai sekarang ini. Banyaknya redaksi hadis mengenai terbelahnya bulan merupakan salah satu bukti banyaknya saksi mata. Sehingga mustahil dibantah. Tidak hanya hadis, Al-Quran juga secara tegas mengamini peristiwa tersebut.

Mohammad Mufid Muwaffaq