Pendapat Para Sahabat, Imam Madzhab dan Para Ulama Atas Aqidah Mujassimah Wahabi (Bag III)

mujassimah wahabi

Pecihitam.org – Bagi sebagian orang yang telah menyerupakan Allah SWT dengan makhluk merupakan sebuah kekufuran, karena mereka meyakini sesuatu yang tidak ada pada Allah SWT.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berkata Syaikh Mahmud Muhammad Khattab As-Subki:

وَقَالَ الشَّيْخُ مَحْمُوْدُ مُحَمَّدُ خَطَّابُ السُّبْكِيُ فِيْ كِتَابِهِ ((إِتِّحَافِ الْكَائِنَاتِ)) (ص/3-4): وَقَدْ جَمَعَ مَنِ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ إِنَّ مَنِ اعْتَقَدَ أَنَّ اللهَ فِيْ جِهَةٍ فَهُوَ كَافِرٌ.

Artinya: ” …mayoritas ulama salaf dan khalaf telah mengatakan bahwa seseorang yang meyakini bahwa Allah berada pada arah adalah kafir”.

Imam Ar-Razi mengatakan:

قَالَ الْمُفَسِّرُ الرَّازِيُ: إِنَّ اِعْتِقًادَ أَنَّ اللهَ جَالِسٌ عَلَى الْعَرْشِ أَوْ كَائِنٌ فِيْ السَّمَاءِ فِيْهِ تَشْبِيْهُ اللهِ بِخَلْقِهَ وَهُوَ كُفْرٌ.

Artinya: ” berkata oleh mufassir Ar-Razi: bahwa sesungguhnya keyakinan Allah SWT duduk atas A’rsy atau berada di langit terdapat pada-Nya penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya maka itu merupakan kekufuran.

Berkata Syaikh Abu Nu’aim ibn Hammad beliau adalah guru imam bukhari:

قَالَ أَبُوْ نُعَيْمُ بْنِ حَمَّادِ شَيْخُ البُخَارِيِ: مَنَ شَبَّهَ اللهَ بِخَلْقِهِ كُفْرٌ، وَإِجْمَاعُ الأُمَّةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ عَلَى ذَلِكَ اِنْتَهَى كَلَامُ السُّبْكِيُ.

Artinya: ” Barang siapa yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya maka ia kafir, dan ijma’ umat Islam menegaskan akan hal tersebut. Demikianlah kata imam As-Subki”.

Imam Taqiyuddin al-Husni Asy-Syafi’ie Ad-Damsyiqi dalam kitab Daf’u Syabbaha wa Tamarrad Berkata:

Baca Juga:  Pandangan Ulama Dari Kalangan Empat Madzhab Terhadap Wahabi

وَقَالَ الْإِمَامُ تَقِيُ الدِّيْنِ الحُصْنِيُ الشَافِعِيُّ الدَّمْشِقِيُّ فِيْ كِتَابِهِ ((دَفْعِ شُبَهِ مَنْ شَبَّهَ  وَتَمَرَّدَ)) بَعْدَ أَن نَزَّهَ اللهِ عَنِ الْمَكَانِ وَالْكَيْفِ: لِأَنَّ الْكَيْفَ مِنْ صِفَاتِ الْحَدَثِ وَكُلُّ مَا كَانَ مِنْ صِفَاتِ الْحَدِثِ فَاللهُ مُنَزَّهٌ عَنْهُ وَإِثْبَاتُهُ لَهُ كُفْرٌمُحَقَّقُ عِنْدَ جَمِيْعِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ.

Artinya: “…setelah mensucikan Allah SWT dari tempat dan sifat makhluk: karena sifat makhluk termasuk sifat baharu dan semua yang berisifat baharu itu (makhluk). (lalu) Allah SWT suci Ia dari segala sifat baharu. Menetapkan sifat baharu bagi Allah SWT adalah kekufuran yang pasti menurut kebanyakan orang ahlussunnah wal jama’ah.

Berkata Syaikh Al-Kamal Ibn Al-Humam Al-Hanafi:

وَقَالَ الشَّيْخُ الْكَمَالُ بْنِ الْهَمَامِ الحَنَفِيْ : مَنْ قَالَ اللهُ جِسْمٌ لَا كَالْأَجْسَامِ كُفْرٌ، ذَكَرَ ذَلِكَ فِيْ (شَرْحِ فَتْحِ الْقَدِيْرِ) بَابَ صِفَةِ الْأَئِمَّةِ.

Artinya: “…Barang siapa yang mengatakan bahwa Allah SWT itu jisim (benda) tidak seperti jisim maka ia telah kafir”. Telah menyebut demikian didalam kitab syarah fathul al-qadir pada bab sifat imam-imam”.

Berkata Syaikh Al-Azhar Prof. Salim Al-Bisyri:

Baca Juga:  Mr. Hempher dan Pengaruhnya pada Muhammad bin Abdul Wahab (Bag 3)

وَقَالَ شَيْخُ الْأَزْهَرِ الشَيْخُ الْأُسْتَاذُ سَلِيْمُ الْبِشْرِيْ: مَنِ اعْتَقَدَ أَنَّ اللهَ جِسْمٌ أَوْ أَنَّهُ مُمَاسٌ لِلْسُطْحِ الْأَعْلَى مِنَ الْعَرْشِ وَبِهِ قَالَ الْكَرَامِيَّةُ وَالْيَهُوْدُ وَهَؤُلَاءُ لَا نَزَعَ فِيْ كُفْرِهِمْ، نَقَلَهُ عَنْهُ الشَّيْخُ سَلَامَةُ الْقَضَاعِيُ الْعَزَامِيُ فِيْ كِتَابِهِ (فُرْقَانِ الْقُرْءَانِ) ص/100.

Artinya: “…Barang siapa meyakini bahwa Allah SWT jisim atau bahwa Dia menempel pada atap yang tinggi dari ‘Arsy dan ini yang dikatakan oleh Al-Karamiyyah dan Yahudi, tidak ada perbedaan pendapat atas kekufuran meraka (mujassimah, musyabbihah dan wahabiyah). Perkataan ini dikutip oleh Syaikh Salamah al-Qadha’I Al-‘Azami dalam kitabnya Furqan Al-Qur’an pada halaman 100”.

Sahabat Ahlussunnah wal Jama’ah yang diberkahi oleh Allah SWT, itulah terkait komentar-komentar dari ulama-ulama terkemuka yang semuanya adalah ahli Ilmu dan masyhur mengenai akidah Mujassimah, Musyabbihah  dan wahabi . 

Kita tidak boleh menutup mata dan hati terhadap kesesatan mereka dan kebejatan mereka dalam menyebarkan fitnah untuk menghalalkan darah umat muslim sedunia.

Coba kita lihat terjadi perang dimana-mana disebabkan mujassimah dan Wahabi radikal, sebagai contoh perang Suriah berawal dari fitnah kepada pemerintah. Mereka menuduh pemerintah sudah membunuh rakyat dll. Padahal hukum berontak terhadap pemerintah yang sah selama tidak memaksa rakyat untuk kafur adalah haram hukumnya.

Baca Juga:  Masya Allah, Inilah Karomah Al Bani Yang Tak Dimiliki Ulama Lain

Slogan mereka ingin mendirikan khilafah tetapi namun dengan membunuh dan merampas kehormatan umat Islam. Bahkan mereka tidak segan membunuh seorang ulama Dr. Ramadhan Al-Buthi sewaktu mengajar tafsir Di dalam masjid.

Wahai umat Islam percayakah kita dengan kebohongan mereka? Percayakah kita dengan slogan kembali kepada Al-qur’an dan Sunnah? Sesungguhnya siapa saja yang tahu jejak mereka di Tanah Haram yang menumpahkan darah umat Islam pada awal abad ke-19 akan membenci mereka.

Orang-orang mujassimah, musyabbihah  dan wahabi sekalipun mereka berpakaian dan beribadah layaknya sebagai muslim. Sesungguhnya mereka bukanlah dari golongan salaf  walaupun mereka menamakan diri salaf (salafi wahabi).

 Wallahu ‘Alam.

1 Comment

  1. Muhlis K. Loiloi Reply

    Kelak di yaumil qiyamah, pak dosen akan bertanggung jawab atas tulisan ini…. Jika benar, alhamdulillah, jika salah, ?????

Leave a Reply

Your email address will not be published.