Sejarah Singkat Putra Putri Nabi Muhammad SAW

putra putri nabi muhammad

Pecihitam.org – Putra dan putri Nabi Muhammad SAW keseluruhan berjumlah tujuh orang, tiga laki-laki dan empat perempuan. Kesemua putra-putri beliau SAW, berasal dari istri pertamanya yaitu Sayyidah Khadijah ra, kecuali Ibrahim yang merupakan putra Mariah al-Qibthiyah ra. Sedangkan dari istri lainnya, Rasulullah SAW tidak mendapatkan keturunan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berikut adalah ke tujuh putra-putri Nabi Muhammad SAW:

Pertama, Qasim. Ia merupakan anak pertama Rasulullah SAW yang lahir dari Khadijah binti Khuwailid Al-Quraisy ra. Qasim lahir sebelum Nabi diutus menjadi Rasul. Menurut Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’ad, Qasim wafat ketika masih anak-anak pada usia dua tahun.

Kedua, Zainab. Beliau adalah anak perempuan tertua Rasulullah SAW. Sebelum Islam datang, Zainab menikah dengan anak bibinya, Abu al-Ash bin Rabi’, yang telah dianggap seperti anak sendiri oleh Sayyidah Khadijah. Ketika Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul, Abu al-Ash belum beriman tapi ia juga tidak terima jika harus menceraikan Zainab.

Namun setelah kaum muslim menang di Perang Badar, Abu al-Ash tertawan. Lalu Zainab mengirimkan uang tebusan untuk Abu al-Ash yang di dalamnya terdapat kalung pemberian Sayidah Khadijah ra. Melihat hal itu, Rasulullah SAW sedih dan menyuruh agar membebaskan Abu al-Ash dengan syarat ia mengembalikan Zainab kepadanya.

Baca Juga:  Menyingkap Rahasia Ilmu Laduni yang Dimiliki Para Waliyullah

Setelah kemudian Abu al-Ash masuk Islam mereka berdua hidup bersama dan pindah ke Madinah. Mereka hidup bahagia dikaruiniai anak bernama Umamah binti Abu al-Ash, cucu yang dalam sebuah riwayat diceritakan suka digendong-gendong oleh Rasulullah SAW. Umamah ini yang kemudian dinikah oleh Ali bin Abi Thalib paska wafatnya Fatimah.

Ketiga, Ruqayah. Ruqayah lebih muda dari Zaenab, dan lahir tatkala Rasululllah menginjak umur 33 tahun. Beliau masuk Islam bersama Ibunda dan saudari-saudarinya ketika Nabi diutus sebagai Rasul.

Dalam sebuah riwayat, pada umur kurang dari 10 tahun, Ruqayah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sebelum turun risalah Islam. Akan tetapi sebelum mereka sempat berkumpul sebagai suami istri, Abu Lahab menyuruh Utbah anaknya, menceraikan Ruqayah tatkala turun surat Al-Masad yang merupakan kecaman Allah kepadanya.

Kemudian sahabat Usman bin Affan memperistri Ruqayah dan setelah itu mereka hijrah ke Habasyah dan Madinah. Ketika perang badar, Ruqayah jatuh sakit sehingga Usman bin Affan minta izin kepada Rasulullah SAW untuk tidak ikut perang sebab menjaga istrinya itu. Ruqayah wafat pada umur 21 tahun dan dimakamkan di Baqi’.

Keempat, Ummu Kulsum. Usianya lebih muda dari Ruqayah. Kurang lebih lima tahun sebelum Nabi diangkat menjadi Rasul, Ummu Kulsum juga dinikahkan dengan Utbah bin Abu Lahab yang menceraikannya juga ketika ia menceraikan Ruqayah kakak perempuannya.

Baca Juga:  Perbedaan Metode Kritik Hadis Versi Muhaditsin dan Sejarawan

Kemudian Usman bin Affan menikahinya setelah Ruqayah wafat pada tahun ke-13 Hijriah. Usman bin Affan dijuluki Dzunnur’aini, yang artinya memiliki dua cahaya, karena ia menikahi dua putri RAsulullah SAW. Namun Ummu Kulsum juga wafat pada tahun 19 Hijriah pada bulan Syaban.

Kelima, Fatimah. Ia lahir lima tahun sebelum Nabi diutus menjadi Rasul. Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib pada tahun ke-2 Hijriah. Dari pernikahan mereka lahirlah Hasan pada tahun 3 Hijriah, Husain pada 4 Hijriah, Zainab pada tahun 5 Hijriah, dan Ummu Kulsum pada 7 Hijriah.

Fatimah merupakan anak perempuan yang paling kecil dan paling disayangi oleh Rasulullah SAW. Begitu sayangnya Rasululllah pada Fatimah, ketika Ali bin Abi Thalib meminta izin untuk menikah lagi, Rasulullah tidak merestuinya. Rasulullah mengatakan pada menantunya Ali, meski poligami itu tidak dilarang dalam Islam, tapi beliau tidak rela jika itu terjadi pada anaknya.

Dari cara berjalan dan bicara, Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah SAW. Serta satu-satunya anak yang menyaksikan ketika Nabi wafat dan 6 bulan kemudian Fatimah menyusul ayahnya. Fatimah wafat pada bulan Ramadhan tahun 11 Hijriyah dan dimakamkan di Baqi.

Baca Juga:  Perempuan Tidak Perlu Pendidikan Tinggi? Hati-hati, Jangan Sampai Keliru!

Keenam, Abdullah. Ia lahir setelah Nabi mendapatkan risalah, itu sebabnya Abdullah dikenal dengan panggilan al-Tahir dan al-Tayeb. Abdullah adalah anak terakhir Nabi Muhammad SAW yang dilahirkan dari Sayyidah Khadijah. Abdullah juga wafat pada saat masih kecil.

Ketujuh, Ibrahim. Ia adalah putra terakhir Rasulullah dari Mariah al-Qibthiyah. Ibrahim lahir pada tahun ke-8 Hijriyah dan wafat pada tahun 10 Hijriyah di Madinah, saat berusia 17-18 bulan. Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi putra bungsunya ini.

Diriwayatkan Imam Bukhari, ketika Ibrahim meninggal Nabi Muhammad mengatakan, “Sungguh mata ini meneteskan air mata dan hari ini bersedih, tapi kami tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Tuhan kami. Sungguh kami bersedih dengan kepergiaanmu Ibrahim.”

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu’alam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik