Surah Al-An’am Ayat 108; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 108

Pecihitam.org – Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 108 melarang Rasulullah SAW, dan kaum Mukmin untuk mencaci sembahan-sembahan orang-orang musyrik, walaupun cacian tersebut mengandung kemaslahatan, namun hal demikian dapat menimbulkan kerusakan yang lebih besar dibanding maslahatnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 108;

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: Dan janganlah engkau memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ (Dan janganlah engkau memaki sesembahan-sesembahan yang mereka puja) yakni maksudnya adalah berhala-berhala مِنْ دُونِ اللَّهِ (selain Allah) yakni berhala-berhala yang mereka sembah فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا (karena mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas) penuh dengan perasaan permusuhan dan kelaliman بِغَيْرِ عِلْمٍ (tanpa pengetahuan) karena mereka tidak mengerti tentang Allah

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

كَذَٰلِكَ (Demikianlah) sebagaimana yang telah Kami jadikan sebagai perhiasan pada diri mereka yaitu amal perbuatan mereka زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ (Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka) berupa pekerjaan yang baik dan pekerjaan yang buruk yang biasa mereka lakukan.

ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ (Lalu kepada Tuhanlah mereka kembali) maksudnya ialah di akhirat kelak فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (lalu Dia memberikan kepada mereka apa yang dahulu mereka lakukan) artinya kemudian Allah SWT memberikan balasannya kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, mengenai ayat ini dijelaskan bahwa, “Orang-orang musyrik itu mengatakan: Hai Muhammad, hentikanlah makianmu itu terhadap sembahan-sembahan kami, atau kami akan mencaci-maki Rabbmu.” Kemudian Allah SWT melarang Rasulullah dan kaum mukminin mencaci patung-patung mereka; فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ (Karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan)

Baca Juga:  Surah Al-Hadid Ayat 26-27; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Abdur Razzaq berkata dari Ma’mar, dari Qatadah: “Dahulu umat islam mencaci berhala-berhala kaum kafir, lalu kaum kafir mencaci maki Allah SWT secara berlebihan dan tanpa didasari dengan ilmu pengetahuan, kemudian Allah SWT menurunkan: لَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ (Dan janganlah engkau memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah)

فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ Ayat ini menjelaskan bahwa meninggalkan kemaslahatan untuk menghindari kerusakan yang lebih besar atau lebih parah adalah lebih diutamakan. Hal tersebut juga didasarkan pada hadits shahih bahwasanya Nabi SAW bersabda:

“Dilaknat orang yang mencaci-maki orang tuanya.” Para Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana seseorang mencaci-maki orang tuanya?” Nabi SAW menjawab: “Ia mencaci ayah seseorang, maka orang tersebut pun mencaci ayahnya. Ia mencaci ibu seseorang, maka orang tersebut pun mencaci ibunya (atau sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah saw).”

كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ Maksud firman ini adalah sebagaimana kami telah hiasi bagi orang-orang tersebut cinta terhadap berhala-berhala mereka, fanatik terhadapnya, serta mendukungnya. Demikian pula Kami hiasi setiap umat dari mereka yang sesat amal perbuatan yang mereka lakukan.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 133-135; Seri Tadabbur Al Qur'an

Allah SWT memiliki hujjah yang kuat dan hikmah yang sempurna atas semua yang dikehendaki dan dipilih-Nya.

ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ Maknanya adalah tempat kembali mereka. فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Maksudnya ialah mereka akan diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka itu, apabila amalnya baik maka kebaikan pula balasannya, dan bila amalnya buruk, maka keburukan pula balasannya.

Demikian penjelasan mengenai Surah Al-An’am Ayat 108 menurut Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain sebagai kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga menambah khazanah Islam khususnya ilmu Al Qur’an kita semua. Amin

M Resky S