Surah Al-Ankabut Ayat 31-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ankabut Ayat 31-35

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 31-35 ini, menerangkan tentang kedatangan malaikat yang menemui Nabi Ibrahim. Mereka memberi kabar gembira bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya seorang anak bernama Ishak. Kelak putra itu akan diangkat menjadi nabi dan rasul menggantikan tugas dan jabatan Ibrahim. Kemudian diberitahukan kepadanya bahwa negeri Sodom akan dihancurkan untuk menghukum kaum yang mendustakan Lut dan berbuat zalim.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabut Ayat 31-35

Surah Al-Ankabut Ayat 31
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

Terjemahan: “Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”.

Tafsir Jalalain: وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى (Dan tatkala utusan Kami/para malaikat datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira) mengenai akan lahirnya Ishak dan Yakub sesudahnya قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ (mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri ini) yang ditempati oleh kaum Nabi Luth إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang lalim.”) yakni orang-orang yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim.

Berkata Ibrahim, “Sesungguhnya di kota itu ada Lut. Para malaikat berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menerangkan tentang kedatangan malaikat yang menemui Nabi Ibrahim. Mereka memberi kabar gembira bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya seorang anak bernama Ishak. Kelak putra itu akan diangkat menjadi nabi dan rasul menggantikan tugas dan jabatan Ibrahim. Kemudian diberitahukan kepadanya bahwa negeri Sodom akan dihancurkan untuk menghukum kaum yang mendustakan Lut dan berbuat zalim.

Tafsir Quraish Shihab: Ketika malaikat-malaikat Allah datang kepada Ibrâhîm as. dengan membawa kabar gembira, para malaikat itu berkata, “Sesungguhnya perintah untuk menghancurkan penduduk negeri ini adalah karena mereka merusak dan menzalimi diri mereka sendiri dengan perbuatan syirik dan keji.

Surah Al-Ankabut Ayat 32
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَن فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Terjemahan: “Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya di kota itu ada Luth”. Para malaikat berkata: “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berkata dia) Ibrahim إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا (“Sesungguhnya di kota itu ada Luth.” Mereka berkata) para Malaikat itu berkata: نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَن فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ (“Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu, Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia) lanunajjiyannahu dapat dibaca secara takhfif yaitu lanunjiyannahu, dapat pula dibaca tasydid, yaitu lanunajjiyannahu وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (beserta pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal.”) termasuk orang-orang yang dibinasakan.

Tafsir Ibnu katsir:. قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَن فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (“berkata Ibrahim: ‘Sesungguhnya di kota itu ada Luth.’ Para Malaikat berkata: ‘Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya.

Dia adalah Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).’”) yaitu termasuk orang-orang yang binasa. Karena istrinya mendukung kekufuran dan kedhaliman mereka. kemudian mereka [para malaikat] pergi dari sisi Ibrahim dan menemui Luth dalam wujud beberapa pemuda yang tampan.

Tafsir Kemenag: Ibrahim merasa khawatir dan cemas akan nasib Lut, karena Lut mungkin akan turut hancur bersama mereka. Oleh karena itu, ia mengingatkan hal ini kepada mereka yang ditugaskan Allah itu. Ibrahim berkata, “Hai malaikat, di sana ada seorang utusan Allah bernama Lut. Dia bukan termasuk orang yang aniaya kepada dirinya, bahkan ia seorang rasul yang beriman dan taat kepada-Nya.”

Baca Juga:  Surah An-Nur Ayat 20-21; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Malaikat itu menjawab, “Ya kami sudah memakluminya, dan Lut bukan termasuk dalam golongan orang yang jahat itu. Akan tetapi, istrinya termasuk orang yang tetap akan disiksa, karena turut membenarkan kaum Lut atas kekafiran, kezaliman, dan perbuatan-perbuatan keji mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Ibrâhîm berkata kepada para malaikat, “Sesungguhnya di dalam negeri itu terdapat Lûth. Bagaimana kalian menghancurkan mereka, sedangkan ia ada di sana?” Malaikat menjawab bahwa mereka mengetahui siapa yang ada di dalam negeri itu. Mereka akan menyelamatkan Lûth beserta pengikutnya dari azab, kecuali istrinya. Sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang musnah karena kekufuran dan perbuatannya yang buruk.

Surah Al-Ankabut Ayat 33
وَلَمَّا أَن جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Terjemahan: “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”.

Tafsir Jalalain: (Dan tatkala datang utusan-utusan Kami itu kepada Luth, dia merasa susah karena kedatangan mereka) dia merasa susah disebabkan adanya mereka (dan merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka) karena mereka memiliki wajah-wajah tampan, mereka menyamar sebagai tamu Nabi Luth.

Nabi Luth merasa takut kaumnya akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap tamu-tamunya, maka para utusan itu memberitahukan kepadanya, bahwa mereka adalah utusan dari Rabbnya (dan mereka berkata, “Janganlah kamu takut dan jangan pula susah.

Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu) dapat dibaca munajjuuka dan munjuuka (dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal”) dinashabkannya lafal ahlaka karena diathafkan secara mahal kepada huruf kaf yang ada pada lafal munajjuuka.

Tafsir Ibnu Katsir: Di saat Luth melihat mereka seperti ini, sii-a biHim wa dlaaqa biHim dzar’an (“Dia merasa susah dengan [kedatangan] mereka dan [merasa] tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi [kedatangan] mereka.”) yaitu dia berduka tentang urusan mereka. ketika dia menerima kedatangan mereka, dia merasa takut perlakuan kaumnya kepada mereka. dan jika dia tidak menerima kedatangan mereka, dia pun takut di luar mereka disakiti. Dia sama sekali tidak tahu tentang urusan mereka di saat-saat yang pelik itu:

وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”.)

Tafsir Kemenag: Ketika malaikat datang menemui Lut dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas. Sebab, ia khawatir orang-orang Sodom itu akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu. Oleh karena itu, kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya. Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka.

Setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, para malaikat itu menenteramkannya dengan berkata, “Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar. Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami. Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.”

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 96-99; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Untuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, “Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia. Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat. Dan istrimu termasuk golongan orang-orang yang akan dihukum”.

Istri Lut mengetahui ada tamu lelaki menginap di rumahnya, maka dengan serta-merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal. Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu. Mereka lalu berunding dan bermufakat untuk membuat suatu rencana supaya bisa melaksanakan niat tersebut.

Dengan demikian, menjadi jelas bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu. Keterangan malaikat di atas menenangkan perasaan Lut dari ketakutan. Kepada beliau diingatkan lagi, “Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka.”

Pendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, dan tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu menjadi jungkir balik. Setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat, negeri itu menjadi hancur berantakan dan rata dengan bumi. Akhirnya negeri Sodom, bekas kediaman umat Nabi Lut, menjadi lautan mati (al-Bahrul Mayit).

Tafsir Quraish Shihab: Ketika para malaikat yang diutus itu pergi menemui Lûth dan ia pun melihat mereka, Lûth merasa sedih karena takut akan kekejian kaumnya. Ia merasa tidak berdaya untuk melindungi mereka. Lalu para malaikat itu menenangkannya dan berkata,

“Jangan sekali-kali kamu takut kepada kekejian kaummu kepada kami, dan jangan bersedih karena kami. Kami telah datang untuk menghancurkan penduduk negeri ini. Kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu. Tetapi istrimu termasuk orang-orang yang binasa, karena kekufurannya.”

Surah Al-Ankabut Ayat 34
إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Terjemahan: “Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.

Tafsir Jalalain: إِنَّا مُنزِلُونَ (Sesungguhnya Kami akan menurunkan) dapat dibaca munziluuna dan munazziluuna عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزً ِ (azab atas penduduk kota ini) yakni siksaan مِّنَ السَّمَاءِ بِمَا (dari langit karena) perbuatan كَانُوا يَفْسُقُونَ (kefasikan yang mereka kerjakan) disebabkan kefasikan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (“Dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan [pula] susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal [dibinasakan].’ Sesungguhnya Kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.”)

Karena itu, Jibril as. mencabut kota mereka dari bumi dan mengangkatnya ke langit, kemudian bumi itu dibalik di atas mereka. Dan Allah mengirimkan kepada mereka batu-batuan dari tanah-tanah yang keras dengan bertubi-tubi yang diberi tanda oleh Rabbmu. Sedangkan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang dhalim.

Allah telah menjadikan tempat mereka sebagai laut mati yang buruk dan busuk dan dijadikanna mereka sebagai ibrah hingga hari kiamat. Mereka adalah termasuk kaum yang paling keras adzabnya di hari kiamat.

Tafsir Kemenag: Ketika malaikat datang menemui Lut dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas. Sebab, ia khawatir orang-orang Sodom itu akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu. Oleh karena itu, kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya. Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka.

Setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, para malaikat itu menenteramkannya dengan berkata, “Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar. Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami. Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.”

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 8-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Untuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, “Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia. Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat. Dan istrimu termasuk golongan orang-orang yang akan dihukum”.

Istri Lut mengetahui ada tamu lelaki menginap di rumahnya, maka dengan serta-merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal. Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu. Mereka lalu berunding dan bermufakat untuk membuat suatu rencana supaya bisa melaksanakan niat tersebut.

Dengan demikian, menjadi jelas bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu. Keterangan malaikat di atas menenangkan perasaan Lut dari ketakutan. Kepada beliau diingatkan lagi, “Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka.”

Pendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, dan tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu menjadi jungkir balik. Setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat, negeri itu menjadi hancur berantakan dan rata dengan bumi. Akhirnya negeri Sodom, bekas kediaman umat Nabi Lut, menjadi lautan mati (al-Bahrul Mayit).

Tafsir Quraish Shihab: Para malaikat itu berkata, “Kami diutus untuk menjalankan perintah Allah guna menurunkan azab dari langit kepada penduduk negeri ini, karena kefasikan dan kekufuran mereka.”

Surah Al-Ankabut Ayat 35
وَلَقَد تَّرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Terjemahan: “Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.

Tafsir Jalalain: وَلَقَد تَّرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً (Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata) yang jelas, yaitu berupa bekas-bekas kehancuran mereka لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (bagi orang-orang yang berakal) bagi mereka yang mau berpikir.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah berfirman: wa laqad taraknaa minHaa aayatam bayyinatan وَلَقَد تَّرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً (“Dan sesungguhnya Kami tinggalkan dari padanya satu tanda yang nyata,”) yakni yang jelas, لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (“bagi orang-orang yang berakal”) sebagaimana Allah berfirman yang artinya (“Dan sesungguhnya kamu [hai penduduk Makkah] benar-benar akan melalui [bekas-bekas] mereka di waktu pagi dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?” (ash-Shaaffaat: 137-138)

Tafsir Kemenag: Kemudian dijelaskan bahwa di samping untuk menghukum kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kaum Lut, azab dan bala itu diturunkan juga diharapkan menjadi peringatan bagi generasi yang hidup sesudahnya, yaitu orang-orang yang menggunakan akal dan ingin mendapatkan pelajaran dari apa yang telah terjadi.

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah memusnahkan negeri ini dan meninggalkan bekas-bekasnya dengan jelas agar menjadi bukti atas apa yang telah dilakukan Allah kepada mereka, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang merenunginya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 31-35 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S