Surah Al-A’raf Ayat 199-200; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 199-200

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 199-200 ini menjelaskan bahwa Allah SWT menyerukan kepada seluruh hamba-Nya untuk senantiasa memberi maaf dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berlindung kepada Allah dari godaan setan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 199-200

Surah Al-A’raf Ayat 199
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Terjemahan: Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Tafsir Jalalain: خُذِ الْعَفْوَ (Jadilah engkau pemaaf) mudah memaafkan di dalam menghadapi perlakuan orang-orang, dan jangan membalas وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ (dan suruhlah orang mengerjakan makruf) perkara kebaikan وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh) janganlah engkau melayani kebodohan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: خُذِ الْعَفْوَ (Jadilah engkau pemaaf) Al-afwu menurut Ibnu Abbas, “Yaitu kebajikan”. Dan masih mengenai firman-Nya, “Jadilah engkau pemaaf”.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata: “Allah menyuruh Rasulullah saw. untuk memberikan maaf dan kelapangan dada kepada orang-orang musyrik selama sepuluh tahun. Setelah itu, Allah menyuruh beliau untuk bersikap keras kepada mereka”. Pendapat ini pun menjadi pilihan Ibnu Jarir.

Dari Abu Zubair, mengenai firman-Nya, “Jadilah engkau pemaaf”, ia berkata: “Merupakan akhlak manusia. Demi Allah, aku pasti akan menjadi pemaaf kepada mereka, selama aku bersahabat dengan mereka”. Demikian itulah pendapat yang paling masyhur (terkenal).

Baca Juga:  Surah Al-Hadid Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mengenai firman Allah: خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah engkau daripada orang-orang yang bodoh) Dari Qatadah, ia berkata: “Ini adalah akhlak yang diperintahkan dan ditunjukkan oleh Allah kepada Nabi saw”.

Sebagian orang bijak berpegang pada makna tersebut dan mengungkapkannya dalam dua bait sy’ir yang di dalamnya terdapat lafazh yang sama, tetapi maknanya berbeda:

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang berbuat kebaikan, sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah engkau dari orang-orang bodoh. Dan lembutkanlah dalam tutur kata kepada setiap manusia, karena merupakan suatu kebaikan dari orang-orang mulia adalah bersikap lemah lembut.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Nabi, berpalinglah kamu dari orang-orang bodoh, teruskan langkah dakwahmu. Berikanlah kemudahan-kemudahan pada manusia dan perintahkan mereka berbuat kebajikan yang dipandang baik oleh akal pikiran.

Surah Al-A’raf Ayat 200
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 181-183; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Terjemahan: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah

Tafsir Jalalain: وَإِمَّا (Dan jika) lafal immaa merupakan gabungan antara in syarthiah dan maa zaidah atau tambahan يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ (kamu ditimpa suatu godaan setan) dimaksud jika setan memalingkan kamu dari apa yang kamu diperintahkan untuk melakukannya dengan suatu godaan

فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ (maka berlindunglah kepada Allah) sebagai jawab syarath sedangkan jawab amarnya dibuang, yaitu guna menolak setan daripada dirimu إِنَّهُ سَمِيعٌ (sesungguhnya Allah Maha Mendengar) semua perkataan عَلِيمٌ (lagi Maha Mengetahui) semua pekerjaan.

Tafsir Ibnu Katsir: Dalam menafsirkan firman Allah: وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ (Dan jika engkau ditimpa sesuatu godaan syaitan) Ibnu Jarir berkata: “Dan jika engkau menjadi marah karena syaitan yang menghalangimu berpaling dari orang-orang bodoh, serta menyeretmu untuk membalasnya”

فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ (Maka berlindunglah kepada Allah) Maksudnya, mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaannya. إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui)

Maha Mendengar kebodohan orang bodoh terhadapmu, juga terhadap permohonan perlindungan kepada-Nya dari godaan syaitan dan berbagai macam pembicaraan lainnya dari para makhluk-Nya, tidak ada sedikit pun tersembunyi dari-Nya. Dia Maha Mengetahui apa yang dapat membebaskanmu dari godaan syaitan dan lain sebagainnya dari urusan makhluk-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 52-53; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Apabila kamu mendengar bisikan setan untuk meninggalkan apa yang diperintahkan Allah kepadamu–seperti saat dirimu murka karena hujatan-hujatan jahat mereka–mohonlah perlindungan Allah, niscaya Dia akan mengusir bisikan-bisikan itu. Karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Melihat apa pun yang terjadi.

Shadaqallahul’adzim. Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-A’raf Ayat 199-200 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai bagian dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita.

Semoga bermanfaat dan semakin menambah khazanah ilmu kita, serta semakin meningkatkan kecintaan kita terhadap Al Qur’an sehingga ia dapat menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S