Surah Al-Maidah Ayat 103-104; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-Maidah Ayat 103-104

Pecihitam.org – Allah SWT menjelaskan di dalam Surah Al-Maidah Ayat 103-104 bahwa Allah SWT tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, saibah, wasilah, dan ham. Namun, kaum kafir membuat-buat Dusta terhadap Allah padahal mereka tidak mengerti.

Terjemahan dan Tafsir
Surah Al-Maidah Ayat 103-104

Surah Al-Maidah Ayat 103
مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Penjelasan ayat: مَا جَعَلَ (Tidak sekali-kali menjadikan) mensyariatkan اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ (Allah akan adanya bahirah, saibah, wasilah dan ham) sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang jahiliah.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Said ibnu Musayyab yang telah berkata bahwa bahirah adalah unta betina yang air susunya dihadiahkan untuk berhala-berhala, maka tidak ada seorang pun yang berani memerah air susunya.

Saibah adalah unta betina yang mereka lepaskan begitu saja dibiarkan demi untuk berhala-berhala mereka, maka unta tersebut tidak boleh dibebani sesuatu pun.

Baca Juga:  Surah Al Alaq; Tafsir, Terjemahan dan Asbabun Nuzulnya

Washilah adalah unta betina yang sewaktu melahirkan anak unta pertama kalinya betina setelah ia beranak lagi secara kembar yang kedua-duanya betina; induk unta itu dibiarkan terlepas bebas jika anak-anaknya itu tidak ada yang jantan yang memisahkan antara kedua anaknya itu. Hal tersebut mereka lakukan demi berhala-berhala mereka.

Ham adalah unta pejantan yang dipekerjakan dalam waktu yang telah ditentukan dan jika waktunya telah habis lalu mereka membiarkannya bebas demi untuk mendekatkan diri kepada berhala-berhala sesembahan mereka. Selain dari itu mereka membebaskannya dari segala muatan dan beban hingga ia tidak lagi disuruh membawa apa pun dan nama lain dari jenis unta itu ialah hami.

وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ (Akan tetapi orang-orang kafir selalu membuat kedustaan terhadap Allah) dalam hal tersebut kemudian mereka mengaitkannya kepada Allah SWT

وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ (dan kebanyakan mereka tidak mengerti) bahwa perkara tersebut merupakan kedustaan karena mereka dalam hal ini hanyalah mengikuti apa yang biasa dilakukan oleh nenek moyang mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 96-99; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Al-Maidah Ayat 104
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Penjelasan ayat: وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ (Jika dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan Allah dan mengikuti rasul!”) artinya kepada hikmah yang menjelaskan tentang penghalalan apa yang kalian haramkan

قَالُوا حَسْبُنَا (Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami) kami cukup puas dengan مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا (apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.”) yaitu berupa agama dan syariat.

Allah kemudian berfirman kembali: (Apakah) mereka cukup puas dengan hal itu أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (sekalipun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk) ke jalan yang benar? Kata tanya/istifham di sini menunjukkan makna ingkar.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 24-26; Seri Tadabbur Al Qur'an

Maksud dalam ayat ini bahwa mereka tidak mengerti tentang perkara yang haq, mereka tidak mengetahuinya, mereka tidak pula mendapat petunjuk tentangnya. Maka bagaimana bisa mereka akan mengikuti nenek moyang mereka, sedangkan keadaan nenek moyang mereka demikian? Mereka hanyalah mengikuti orang-orang yang lebih bodoh daripada mereka dan lebih sesat jalannya.

Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama penjelasan Al Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 103-104, berdasarkan Tafsir Jalalain. Semoga bermanfaat

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG