Surah Al-Qashash Ayat 68-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Qashash Ayat 68-70

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Qashash Ayat 68-70 ini, menerangkan bahwa apa yang disembunyikan di dalam hati dan apa yang dinyatakan seseorang. Allah menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya. Dialah yang berhak dipuji segala perbuatan-Nya, karena Dialah yang memberikan segala kenikmatan yang kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 68-70

Surah Al-Qashash Ayat 68
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Terjemahan: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

Tafsir Jalalain: وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ (Dan Rabbmu menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dan memilih) apa yang dikehendaki-Nya. مَا كَانَ لَهُمُ (Sekali-kali tidak ada bagi mereka) yakni bagi orang-orang musyrik الْخِيَرَةُ (pilihan) maksudnya mereka tidak mempunyai pilihan apa-apa. سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan) dari kemusyrikan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman bahwa Dia-lah yang Maha Esa dalam mencipta dan memilih, serta dalam hal itu, Dia tidak memiliki penentang dan pembangkang. Allah berfirman: وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ (“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.”) yaitu apa yang dikehendaki-Nya.

maka apa saja yang dikehendaki-Nya pasti ada dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak ada. Seluruh urusan, baik dan buruknya berada di tangan-Nya dan tempat kembali semua itu adalah kepada-Nya.

Firman-Nya: مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ (“Sekali-sekali tidak ada pilihan bagi mereka.”) ini adalah peniadaan –menurut dua pendapat yang paling shahih- seperti firman Allah yang artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (al-Ahzab: 36)

سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (“Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.”) yaitu berupa patung-patung dan berhala yang tidak dapat mencipta dan memilih sedikitpun.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah yang menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia satu-satunya yang berwenang memilih dan menentukan sesuatu hal, baik yang tampak maupun yang tidak, sebagaimana firman-Nya: Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (al-Mulk/67: 14)

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 25-28; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan firman-Nya: Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan? (al-Baqarah/2: 77) Allah Maha Mengetahui semua makhluk-Nya, mengetahui hal ihwal, watak, dan karakternya. Kemudian Dia memilih dari hamba-hamba-Nya, siapa di antara mereka yang berhak dan wajar menerima hidayah dan diangkat menjadi rasul yang mampu melaksanakan tugasnya.

Firman Allah: Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An’am/6: 124) Bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih sesuai keinginannya. Ia harus menerima dan menaati apa yang telah ditetapkan Allah. Firman Allah: Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. (al-Ahzab/33: 36)

Ayat ini diakhiri dengan satu penjelasan bahwa Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi pilihan-Nya dan membatalkan ketentuan-Nya. Bagaimanapun keinginan dan kegigihan Nabi Muhammad memberi petunjuk untuk mengislamkan pamannya, Abu thalib, dan bagaimanapun kehendak dan kesungguhan penduduk Mekah supaya diutus seorang rasul dari kalangan mereka, semuanya itu gagal dan tidak terlaksana. Hanya pilihan dan ketentuan Allah yang berlaku dan menjadi kenyataan.

Tafsir Quraish Shihab: Tuhanmu menciptakan apa yang dikehendaki dengan kekuasaan-Nya. Dengan kebijakan-Nya, Dia memilih siapa saja yang dikehendaki untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya dan untuk taat kepada-Nya sesuai dengan ilmu-Nya tentang kesiapan yang ada pada mereka.

Seorang makhluk tidak mampu dan tidak berhak untuk memilih–demi mengabdi kepada Allah–agama-agama dan tuhan-tuhan yang batil, menurut kehendak mereka sendiri. Allah Swt. Mahasuci dari segala-sekutu-sekutu.

Surah Al-Qashash Ayat 69
وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

Terjemahan: “Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.

Tafsir Jalalain: وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ (Dan Rabbmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka) yakni yang dirahasiakan di dalam hati mereka berupa kekafiran dan dosa-dosa lainnya وَمَا يُعْلِنُونَ (dan apa yang mereka nyatakan) dengan lisan mereka dari hal-hal tersebut.

Tafsir Ibnu katsir: Kemudian firman-Nya: وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (“Dan Rabbmu mengetahui apa yang disembunyikan [dalam] dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.”) Dia mengetahui apa yang terukir dalam hati dan apa yang terlintas di dalam sanubari, sebagaimana Dia mengetahui apa yang ditampakkan oleh dhahir seluruh makhluk-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 48-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa apa yang disembunyikan di dalam hati dan apa yang dinyatakan seseorang, pasti Allah mengetahuinya. Firman Nya: Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra’d/13: 10)

Dan firman-Nya: Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan. (al-Mu’minun/23: 92) (70) Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya.

Dialah yang berhak dipuji segala perbuatan-Nya, karena Dialah yang memberikan segala kenikmatan yang kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat. Segala peraturan dan ketentuan yang telah digariskan-Nya harus berlaku dan terlaksana. Tidak mungkin diganggu gugat karena Dia berada di atas segala makhluk-Nya, Hakim Yang Paling Adil, yang menentukan dan menetapkan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan,

firman Allah: Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44) Di hari Kiamat, tiap-tiap orang dibalas setimpal dengan perbuatannya di dunia. Kalau baik dibalas dengan surga, dan kalau jahat dibalas dengan siksa di neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Tuhanmu, wahai Rasul, mengetahui permusuhan mereka terhadapmu yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Dia juga mengetahui apa yang mereka nyatakan secara lisan, berupa celaan-celaan kepadamu dan protes terhadap pemilihan dirimu sebagai penyampai pesan-pesan suci.

Surah Al-Qashash Ayat 70
وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Terjemahan: “Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Tafsir Jalalain: وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَ (Dan Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia) وَالْآخِرَةِ (dan di akhirat) yaitu di surga وَلَهُ الْحُكْمُ (dan bagi-Nya-lah segala penentuan) yakni, keputusan yang terlaksana dalam segala sesuatu وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (dan hanya kepada-Nya-lah kalian dikembalikan) melalui hari berbangkit.

Tafsir Ibnu katsir: Firman-Nya: وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ (“Dan Dialah Allah, tidak ada Ilah [yang berhak diibadahi] melainkan Dia”) Dialah yang Mahaesa dalam Uluhiyyah, maka tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia, sebagaimana tidak ada Ilah yang mencipta dan memilih apa yang dikehendaki-Nya selain Dia.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 60-61; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ (“Bagi-Nya lah segala puji di seluruh dunia dan di akhirat.”) dari seluruh apa yang dikerjakan-Nya, Dia Maha terpuji dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya. وَلَهُ الْحُكْمُ (“Dan bagi-Nya lah segala penentuan”) tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya karena keperkasaan, kemenangan, kebijaksanaan dan rahmat-Nya.”)

وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (“dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”) yaitu kalian seluruhnya pada hari kiamat. Lalu setiap pelaku akan dibalas sesuai amalnya. Baik dan buruk, dan tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah dari mereka dalam seluruh amal.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya. Dialah yang berhak dipuji segala perbuatan-Nya, karena Dialah yang memberikan segala kenikmatan yang kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat.

Segala peraturan dan ketentuan yang telah digariskan-Nya harus berlaku dan terlaksana. Tidak mungkin diganggu gugat karena Dia berada di atas segala makhluk-Nya, Hakim Yang Paling Adil, yang menentukan dan menetapkan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan,

firman Allah: Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44) Di hari Kiamat, tiap-tiap orang dibalas setimpal dengan perbuatannya di dunia. Kalau baik dibalas dengan surga, dan kalau jahat dibalas dengan siksa di neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Tuhanmu, wahai Muhammad, adalah Allah Yang Benar dan satu-satunya yang berhak atas ketuhanan. Hanya Dialah yang berhak mendapatkan pujian dari hamba-hamba-Nya di dunia atas nikmat dan petunjuk- Nya, dan pujian di akhirat atas keadilan dan pahala-Nya. Hanya Dialah yang memiliki hukum dan keputusan di antara hamba-hamba-Nya. Dan hanya kepada-Nya tempat kembali.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Al-Qashash Ayat 68-70 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S