Surah An-Nahl Ayat 110-111; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 110-111

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 110-111 ini, berkenaan dengan masa pada awal munculnya Islam dan kepada kaum Muslim Mekkah yang berhijrah ke Madinah setelah menghadapai berbagai kesulitan dan penderitaan yang ditimbulkan oleh kaum musyrik.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sejumlah orang lainnya menilai setan sebagai pihak yang bersalah. Padahal setan menolak tudingan tersebut dan mengatakan bahwa ia hanya membuat manusia was-was dan tidak pernah memaksa manusia untuk melakukan perbuatan dosa.

Kesimpulannya adalah bahwa di akhirat nanti, manusia tidak dapat meminta bantuan dari siapapun dan apapun. Hanya amalnya yang akan menentukan nasibnya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 110-111

Surah An-Nahl Ayat 110
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِن بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain: ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا (Dan sesungguhnya Rabbmu terhadap orang-orang yang berhijrah) ke Madinah مِن بَعْدِ مَا فُتِنُوا (sesudah menderita cobaan) sesudah mereka disiksa dan dipaksa mengucapkan kalimat kekafiran.

Menurut qiraat lafal futinuu dibaca fatanuu; artinya sesudah mereka kafir, atau sesudah mereka memfitnah manusia supaya jangan beriman ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا (kemudian mereka berjihad dan sabar) di dalam melakukan ketaatan.

إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا (sesungguhnya Rabbmu sesudah itu) sesudah cobaan itu لَغَفُورٌ (benar-benar Maha Pengampun) kepada mereka رَّحِيمٌ (lagi Maha Penyayang) terhadap mereka. Khabarnya inna yang pertama sama dengan khabar inna yang kedua.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 114-117; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Mereka ini adalah kelompok lain, yaitu kelompok kaum mustadhafiin (orang-orang yang lemah) di Makkah yang dihinakan di tengah-tengah masyarakatnya dengan diserang berbagai macam fitnah. Kemudian Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelamatkan diri dengan berhijrah.

Maka mereka pun meninggalkan tanah kelahiran mereka dan juga keluarga serta harta benda mereka, dalam rangka mencari keridhaan dan ampunan Allah Ta’ala. Mereka berbaris di jalan orang-orang yang beriman dan berjihad bersama mereka melawan orang-orang kafir seraya bersabar.

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan keadaan kaum Muslimin di Mekah yang sangat tertekan, sehingga tidak berani memperlihatkan keislaman mereka. Bilamana kelihatan melakukan ibadah, mereka dipaksa dan disiksa agar kembali kepada agama nenek moyang mereka yaitu agama syirik seperti apa yang dialami ‘Ammar bin Yasir, Khabbab, dan lain-lain. Karena penghinaan dan ancaman penganiayaan itu, mereka lalu berpura-pura kembali kepada agama syirik.

Mereka mengikuti kemauan kaum Quraisy di bawah ancaman siksa. Ketika mendapatkan kesempatan hijrah meninggalkan kota Mekah, mereka pun pergi untuk hijrah. Dengan ikhlas mereka berpisah dengan sanak keluarga, harta benda, dan kampung halaman hanya karena mengharapkan rida Allah.

Bermacam-macam penderitaan dan kesulitan yang mereka hadapi dalam hijrah itu, baik dalam perjalanan maupun begitu tiba di tempat yang dituju. Semua penderitaan dan kesulitan itu mereka hadapi dengan penuh kesabaran serta tawakal kepada Allah.

Tempat yang menjadi tujuan mereka adalah negeri Habasyah (Ethiopia) yang jaraknya sangat jauh dari Mekah. Jarak yang jauh itu mereka tempuh dengan jalan kaki. Ketika sampai di tempat tujuan, mereka harus berjuang lagi mempertahankan keimanan sambil berdakwah.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 12; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sesudah mereka mengalami cobaan dan penderitaan itu, Allah mengampuni kesalahan yang mereka lakukan di bawah ancaman siksaan seperti mengucapkan kata-kata kufur kembali. Allah swt memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya dengan memberikan pahala yang besar bagi mereka pada hari akhirat kelak.

Surah an-nahl ayat 111
يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Terjemahan: (Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).

Tafsir Jalalain: Ingatlah يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ (suatu hari ketika tiap-tiap diri datang untuk membela) berhujah untuk membela َّعَن نَّفْسِهَا (dirinya sendiri) ia tidak menghiraukan selain daripada dirinya sendiri, yaitu hari kiamat.

وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ (dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan) balasan مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya) sedikit pun juga.

Tafsir Ibnu Katsir: يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ (Pada hari ketika tiap-tiap diri datang untuk membela) Maksudnya tiap orang membela: عَن نَّفْسِهَا (dirinya sendiri) dan tidak seorang pun dapat membela orang lain, baik bapak, anak, saudara, maupun isteri.

وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ (Dan bagi tiap-tiap diri sempurnakan [balasan] apa yang telah dikerjakannya) amal perbuatan baik maupun perbuatan buruk. وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (Sedang mereka tidak dianiaya [dirugikan]) yakni, pahala kebaikannya tidak akan dikurangi dan balasan keburukannya pun tidak akan ditambah, dan mereka tidak akan didhalimi sedikit pun.

Baca Juga:  Surah At-Takwir Ayat 1-14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Pada hari perhitungan, setiap orang akan diminta pertanggung-jawabannya atas setiap perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia, baik berupa kebajikan maupun kejahatan. Firman Allah swt:

(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. (Ali ‘Imran/3: 30)

Tidak seorang pun pada hari itu yang dapat membela orang lain. Masing-masing memikul bebannya sendiri dan tidak akan memikul dosa orang lain. Firman Allah swt: Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Fathir/35: 18)

Semua perbuatan yang bersifat kebajikan ataupun kejahatan pada hari itu akan mendapat balasan dan tidak ada seorang pun yang dirugikan. Setiap orang sepenuhnya akan memperoleh balasan dari setiap perbuatannya. Yang berbuat kebajikan diberi pahala dengan sempurna atas amal kebajikannya, dan yang berbuat maksiat diberi hukuman dengan sempurna atas perbuatan maksiatnya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 110-111 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S