Surah At-Taubah Ayat 19-22; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 19-22

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 19-22 ini Allah SWT menjelaskan bahwa tidaklah sama kedudukan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang musyrik yang memberikan minum terhadap orang-orang yang mengerjakan haji dan memakmurkan Masjidil Haram.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 19-22

Surah At-Taubah Ayat 19
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Terjemahan: Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Tafsir Jalalain: أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ (Apakah orang-orang yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kalian jadikan) orang-orang yang bertugas menunaikan hal-hal tersebut

كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ (sama dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah) dalam hal keutamaannya وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim) kepada orang-orang yang kafir.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sanggahan Allah terhadap orang yang mengatakan hal tersebut, dia adalah Abbas atau lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Al-Aufi berkata dari Ibnu Abbas, berkaitan dengan penafsiran ayat ini, orang-orang musyrik itu berkata: “Memakmurkan Baitullah, dan memberikan minum kepada orang-orang yang melakukan haji itu lebih utama dari orang yang beriman dan berjihad”.

Maka saat itu mereka merasa bangga dan menyombongkan diri dengan keberadaan mereka sebagai penduduk tanah suci dan yang memakmurkan Baitullah.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 124-125; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maka Allah memberikan pilihan, bahwa iman dan jihad bersama Rasulullah itu lebih utama daripada memakmurkan Baitullah dan memberi minum para jamaah haji yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu. Semua amal perbuatan itu tidak guna di sisi Allah, jika mereka masih berada dalam kemusyrikan.

Allah berfirman: لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dhalim) Yakni, orang-orang yang mengira bahwa merekalah orang-orang yang memakmurkan Baitullah, tetapi Allah menamakan mereka orang-orang yang dhalim karena kesyirikan mereka, sehingga pemakmuran Baitullah yang mereka lakukan itu adalah sia-sia.

Tafsir Quraish Shihab: Tidak sepantasnya kalian menyamakan kedudukan orang-orang musyrik yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan memakmurkan al-Masjid al-Haram itu dengan orang-orang yang beriman kepada Allah, mempercayai hari kebangkitan dan hari pembalasan serta berjihad di jalan Allah.

Hal itu disebabkan karena mereka tidak sama kedudukannya di sisi Allah. Allah tidak akan menunjukkan jalan kebenaran kepada orang-orang yang selalu berbuat zalim terhadap orang lain dengan terus menerus menyakiti mereka.

Surah At-Taubah Ayat 20
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Terjemahan: orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Tafsir Jalalain: الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً (Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka adalah lebih tinggi derajat) yaitu kedudukan

عِنْدَ اللَّهِ (di sisi Allah) daripada orang-orang selain mereka وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan) orang-orang yang memperoleh kebaikan.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 40; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang percaya kepada keesaan Allah dan berhijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam serta menahan derita jihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwa, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada orang-orang yang tidak memiliki sifat seperti itu. Merekalah orang-orang yang mendapat kemenangan berupa pahala dan kemuliaan dari Allah.

Surah At-Taubah Ayat 21
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ

Terjemahan: Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,

Tafsir Jalalain: (Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal) abadi.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka adalah orang-orang yang akan diberi kabar gembira dengan rahmat Allah yang luas dan menyeluruh, yang hanya diperintahkan oleh Allah bagi mereka dengan keridaan-Nya. Itu adalah balasan yang paling besar.

Allah akan memasukkan mereka pada hari kiamat ke dalam surga-surga yang di dalamnya mereka mendapatkan kenikmatan yang sempurna dan abadi.

Surah At-Taubah Ayat 22
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Terjemahan: mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar

Tafsir Jalalain: خَالِدِينَ (Mereka kekal) menjadi kata keterangan dari lafal yang muqaddarah/tidak disebutkan فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.)

Tafsir Quraish Shihab: Mereka kekal di dalam surga itu dan tidak akan berpindah. Sesungguhnya di sisi Allah terdapat balasan yang besar dan pahala yang banyak.

Melanjutkan penjelasan dari Tafsir Ibnu katsir sebelumnya, yaitu disebutkan Dari an-Nu’man bin Basyir al-Anshan, ia berkata: “Suatu ketika berada di mimbar Rasulullah saw bersama sejumlah sahabat. Lalu seorang antara mereka berkata: Aku tidak peduli untuk tidak mengerjakan suatu amal perbuatan karena Allah setelah aku masuk Islam, aku hanya akan memberi minum orang-orang yang melakukan haji.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 20-23; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Seorang yang lain berkata: Bukan hal itu, akan tetapi memakmurkan Masjidilharam. Seorang yang lain berkata: Bukan demikian, akan tetapi jihad di jalan Allah lebih baik dari apa yang kalian katakan. Maka Umar bin Khaththab membentak mereka, berkata:

“Janganlah kalian meninggikan suara di dekat mimbar Rasulullah SAW (dan hari itu adalah pada hari Jumat) Jika kamu telah melakukan shalat Jumat temuilah Rasulullah saw dan tanyakan tentang apa yang kalian perselisihkan. Lalu anjuran itu dilakukan. Kemudian Allah menurunkan ayat yang artinya:

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dhalim”. (QS. At-Taubah: 19).

Hal ini juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, Abu Dawud, Ibnu Jarir, dengan lafazh ini. Ibnu Mardawaih dan Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkannya dalam tafsir mereka, begitu juga dengan Ibnu Hibban dalam shahihnya.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 19-22 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S