Surah An Nisa Ayat 66-70; Seri Tadabbur Al Qur’an

An Nisa Ayat 66-70

Pecihitam.org – Seri Al Qur’an selanjutnya adalah pembahasan tentang Surah An Nisa Ayat 66-70 yang masih merupakan lanjutan dari Seri Tadabbur Surah An Nisa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir
Surah An Nisa Ayat 66-70

Surah An Nisa Ayat 66
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Terjemahan: Dan sesungguhnya jika Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya jika mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

Penjelasan: Allah menyampaikan tentang Umumnya manusia, bahwa mereka seandainya diperintahkan untuk melaksanakan larangan-larangan yang mereka langgar, niscaya manusia pun tidak akan melakukannya. Sebab tabiat buruk manusia terbina untuk menentang perintah. Hal ini merupakan ilmu Allah tentang sesuatu yang belum dan sudah terjadi. Maka bagaimana pula dengan apa yang sudah terjadi?

Untuk itu Allah SWT berfirman kepada mereka: وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ (“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: ‘Bunuhlah dirimu,'”)

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa ketika ayat ini turun, seseorang berkata: “Seandainya kami diperintah, niscaya kami akan lakukan. Dan segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan afiat kepada kami.” Kabar itu pun sampai kepada Nabi SAW, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya di antara umatku ada orang-orang yang keimanan di dalam hati mereka lebih mantap (kuat) daripada gunung yang kokoh”. (HR. Ibnu Abi Hatim).

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 106-109; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah melanjutkan firman-Nya: وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ (“Dan sesungguhnya, jika mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka.”) Artinya, seandainya mereka melakukan apa yang telah diperintahkan, serta meninggalkan apa yang dilarang.

لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ (“Niscaya itu lebih baik bagi mereka,”) daripada melanggar perintah dan melakukan larangan. وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا (“Dan lebih menguatkan iman mereka”) As-Suddi berkata: “Yaitu lebih kuat pengakuannya,

Surah An Nisa Ayat 67
وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

Penjelasan: وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا (“Dan jika demikian pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar”.) Yaitu, dari sisi Kami; أَجْرًا عَظِيمًا (“pahala yang besar”) Yaitu Surga.

Surah An Nisa Ayat 68
وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Terjemahan: dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

Penjelasan: وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (“Dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus,”) di dunia dan di akhirat.

Surah An Nisa Ayat 69
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 55-56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Penjelasan: وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ Artinya Barangsiapa mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah akan menempatkannya di tempat kehormatan-Nya (Surga) dan menjadikannya pendamping para Nabi, kemudian orang-orang yang derajatnya di bawah mereka.

Yaitu; para shiddiq (orang-orang yang jujur dalam imannya), para syuhada (orang-orang yang mati syahid), lalu kaum mukminin secara umum, yaitu orang-orang shalih yang baik (benar) pada apa-apa yang tersembunyi dan tampak pada mereka.

Lalu Allah SWT memuji mereka melalui firman-Nya: وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا (“Dan itulah teman yang sebaik-baiknya.”)

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang Nabi pun yang menderita sakit, kecuali akan diberi pilihan baginya, dunia atau akhirat.” Dan pada sakit beliau, ketika menjelang wafatnya terdengar beliau bersabda: “Bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu; para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin.” Maka aku tahu, bahwasanya beliau telah diberi pilihan. (Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim).

Inilah makna sabda Rasulullah SAW di dalam hadits yang lain: “Ya Allah, (aku memilih bersama) ar-rafiiqul a’la.” Beliau mengucapkannya tiga kali, kemudian beliau wafat, kepadanyalah teriring shalawat dan salam yang paling utama.

Baca Juga:  Surah Yasin Ayat 55-58; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah An Nisa Ayat 70
ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Terjemahan: Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Penjelasan: Derajat mulia itu akan diberikan kepada orang-orang yang mentaati Allah dan rasul-Nya, sebagai karunia yang agung dari Allah, Yang Maha Mengetahui dan memberi balasan atas segala perbuatan. Cukuplah pengetahuan Allah atas perbuatan orang yang beriman ketika ia menaati-Nya dan memohon perkenan-Nya.

ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ (“Itu adalah keutamaan dari Allah.”) Yaitu dari sisi Allah dengan rahmat-Nya dan Allah-lah yang menjadikan mereka menikmati hal tersebut dan yang menempatkan mereka di sana, bukan karena amal-amal mereka.

وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا (“Cukuplah Allah yang Maha Mengetahui.”) Yaitu, Allah Maha-mengetahui siapa yang berhak mendapatkan hidayah dan taufiq.

Demikian penjelasan mengenai Surah An Nisa Ayat 66-70 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga menambah khazanah Ilmu Al Qur’an kita.

M Resky S