Surah Asy-Syura Ayat 49-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Asy-Syura Ayat 49-50

Pecihitam.org – Kandungan Surah Asy-Syura Ayat 49-50 ini, Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud. Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syura Ayat 49-50

Surah Asy-Syura Ayat 49
لِّلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ

Terjemahan: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,

Tafsir Jalalain: لِّلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ (Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki) yakni berupa anak-anak إِنَٰثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ (yaitu anak-anak perempuan dan Dia memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan bahwa Dia adalah Pencipta, Pemilik dan Pengatur langit dan bumi, serta seisinya. Apa saja yang dikehendaki-Nya, pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendakinya pasti tidak terjadi. Dia memberi kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mencegah siapa yang dikehendakinya.

Tidak ada yang mampu mencegah apa yang diberikan-Nya dan tidak ada yang mampu memberikan apa yang dicegah-Nya, dan Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya.

يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثًا (“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki.”) yaitu, Dia dapat memberikan kepadanya rizky anak perempuan saja. al-Baghawi berkata: “Di antara mereka adalah Luth.”

وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ (“dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.”) yaitu Dia dapat memberikan kepadanya rizky anak laki-laki saja. al-Baghawi berkata: “Seperti Ibrahim al-Khalil yang tidak mempunyai anak perempuan.”

Baca Juga:  Surah At Tin; Asbabun Nuzul, Terjemahan dan Tafsir

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud.

Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak seorang pun dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya tidak seorang pun dapat memberikan nikmat kepada siapa yang tidak dikehendaki-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya.

Dia-lah yang memberikan keturunan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, memberikan keturunan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan keturunan anak laki-laki dan perempuan, dan ada pula yang dijadikannya mandul, tidak memiliki keturunan, semua itu ada hikmahnya.

Semuanya itu menunjukkan kemahakuasaan Allah yang tidak seorang pun dapat menentang-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya sesuai dengan kodrat-Nya dan tidak seorang pun yang sanggup merintangi-Nya atau turut membantu mengatur keinginan-Nya.

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan, bahwa Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut di atas. Dia Mahakuasa menciptakan apa yang dikehendaki dan berbuat sekehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan ilmu-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Hanya wewenang Allah hak mencipta dan mengatur langit dan bumi. Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya. Dia mengaruniakan anak perempuan atau laki-laki kepada siapa saja yang dikehendaki- Nya.

Surah Asy-Syura Ayat 50
أَوۡ يُزَوِّجُهُمۡ ذُكۡرَانًا وَإِنَٰثًا وَيَجۡعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا إِنَّهُۥ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Terjemahan: atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Tafsir Jalalain: أَوۡ يُزَوِّجُهُمۡ (Atau Dia menganugerahkan kedua jenis) atau Dia menjadikan buat mereka ذُكۡرَانًا وَإِنَٰثًا وَيَجۡعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا (laki-laki dan perempuan, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki) sehingga tidak mempunyai anak dan tidak dapat membuahi. إِنَّهُۥ عَلِيمٌ (Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui) apa yang diciptakan-Nya قَدِيرٌ (lagi Maha Kuasa) atas semua apa yang dikehendaki-Nya.

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 172-173; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: أَوۡ يُزَوِّجُهُمۡ ذُكۡرَانًا وَإِنَٰثًا (“Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan [kepada siapa yang dikehendaki-Nya.]”) artinya, dan Dia memberikan pasangan suami istri yang dikehendaki-Nya anak laki-laki dan anak perempuan. Al-Baghawi berkata: “Yakni seperti Muhammad saw.”

وَيَجۡعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا (“Dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendakinya.”) yaitu tidak melahirkan anak. Al-Baghawi berkata: “Yakni, seperti Yahya dan ‘Isa. Sehingga Dia menjadikan manusia menjadi empat golongan; ada yang diberikan anak-anak perempuan saja, ada yang diberikan anak-anak lelaki saja, ada yang diberikan kedua-duanya dan ada juga yang sama sekali tidak diberikan dengan dijadikan-Nya mandul, tidak mempunyai keturunan dan anak.”

إِنَّهُۥ عَلِيمٌ (“Sesungguhnya Dia Mahamengetahui.”) siapa yang berhak untuk masing-masing mendapat bagiannya. قَدِيرٌ (“Lagi Mahakuasa”) atas kehendak-Nya membuat tingkat perbedaan antara manusia dalam masalah tersebut. Konteks ini sama dengan firman Allah kepada ‘Isa as.: wa lanaj’alaHu aAyatallin naasi (“Dan agar Kami jadikan tanda kebesaran bagi manusia.”) yakni tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi bagi mereka, dimana Dia menciptakan makhluk [manusia] menurut empat golongan.

Adam diciptakan dari tanah, bukan dari wanita dan pria. Hawwa diciptakan dari pria tanpa wanita. Seluruh manusia selian ‘Isa diciptakan dari pria dan wanita. Sedangkan ‘Isa as. diciptakan dari wanita tanpa pria. Tanda-tanda tersebut sempurna dengan penciptaan ‘Isa. Untuk itu Allah berfirman:

وَلِنَجۡعَلَهُۥٓ ءَايَةً لِّلنَّاسِ (“Dan agar Kami jadikan tanda kebesaran bagi manusia.”) konteks ini adalah untuk para bapak. Sedangkan konteks pertama adalah pada anak-anak. Dan setiap keduanya menrupakan empat bagian. Mahasuci Allah Yang Mahamengetahui lagi Mahakuasa.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud.

Baca Juga:  Surah Asy-Syura Ayat 44-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak seorang pun dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya tidak seorang pun dapat memberikan nikmat kepada siapa yang tidak dikehendaki-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya.

Dia-lah yang memberikan keturunan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, memberikan keturunan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan keturunan anak laki-laki dan perempuan, dan ada pula yang dijadikannya mandul, tidak memiliki keturunan, semua itu ada hikmahnya.

Semuanya itu menunjukkan kemahakuasaan Allah yang tidak seorang pun dapat menentang-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya sesuai dengan kodrat-Nya dan tidak seorang pun yang sanggup merintangi-Nya atau turut membantu mengatur keinginan-Nya.

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan, bahwa Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut di atas. Dia Mahakuasa menciptakan apa yang dikehendaki dan berbuat sekehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan ilmu-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Allah menganugerahkan anak perempuan dan laki-laki kepada siapa saja yang dikehendaki, dan menjadikan mandul kepada siapa saja yang dikehendaki. Sesungguhnya pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Dan Dia Mahakuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Asy-Syura Ayat 49-50 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S