Surah At-Taubah Ayat 40; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 40

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 40 ini menyinggung tentang adanya konspirasi orang-orang Musyrik yang ingin membunuh Nabi. Karena sudah pasti program-program mereka tidak bisa diharapkan akan sejalan dengan program Nabi dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk menghabisi Nabi secara bersama-sama.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 40

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Terjemahan: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Jalalain: إِلَّا تَنْصُرُوهُ (Jika kalian tidak menolongnya) yakni Nabi Muhammad saw. فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ (maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, yaitu ketika) sewaktu

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 111; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا (orang-orang kafir mengeluarkannya) dari Mekah, artinya mereka memaksanya supaya keluar dari Mekah sebagai tindak lanjut dari rencana yang telah mereka musyawarahkan di Darun Nadwah, yaitu membunuh, menahan atau mengusirnya

ثَانِيَ اثْنَيْنِ (sedangkan dia salah seorang dari dua orang) lafal ayat ini menjadi hal/keterangan keadaan; maksudnya sewaktu dia menjadi salah seorang dari dua orang sedangkan yang lainnya ialah Abu Bakar.

Pengertian yang tersirat dari ayat ini ialah semoga Allah menolongnya dalam keadaan seperti itu, maka semoga pula Dia tidak membiarkannya dalam keadaan yang lainnya.

إِذْ (Ketika) menjadi badal/kata ganti daripada lafal idz yang sebelumnya هُمَا فِي الْغَارِ (keduanya berada dalam gua) di bukit Tsur إِذْ (di waktu) menjadi badal daripada idz yang kedua

يَقُولُ لِصَاحِبِهِ (dia berkata kepada temannya,) kepada Abu Bakar yang pada saat melihat kaki kaum musyrikin ia berkata kepada Nabi saw., “Seandainya salah seorang daripada mereka melihat ke arah bawah telapak kakinya niscaya dia akan dapat melihat kita berdua.”

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا (“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.”) melalui pertolongan-Nya. فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ (Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya) rasa aman

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 17-18; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

عَلَيْهِ (kepadanya) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa dhamir di sini kembali kepada Nabi Muhammad saw. sedangkan menurut pendapat yang lain kembali kepada Abu Bakar

وَأَيَّدَهُ (dan membantunya) yakni Nabi Muhammad saw. بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا (dengan tentara yang kalian tidak melihatnya) yaitu para malaikat, di dalam gua tersebut dan di medan-medan pertempuran yang dialaminya

وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا (dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir) yaitu seruan kemusyrikan السُّفْلَىٰ (itulah yang rendah) yakni kalah. وَكَلِمَةُ اللَّهِ (Dan kalimat Allah) kalimat syahadat

هِيَ الْعُلْيَا (itulah yang tinggi) yang tampak dan menang. وَاللَّهُ عَزِيزٌ (Allah Maha Perkasa) dalam kerajaan-Nya حَكِيمٌ (lagi Maha Bijaksana) di dalam penciptaan-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Hai orang-orang Mukmin, sekalipun kalian tidak membela Rasulullah, sesungguhnya Allah telah menjamin untuk membelanya, sebagaimana Dia telah menguatkan dan membelanya ketika orang-orang kafir mengusirnya dari kota Makkah.

Saat itu, tidak ada seorang kecuali sahabatnya, Abu Bakar, yang menemani Rasulullah ketika mereka berada di dalam gua untuk bersembunyi dari kejaran orang-orang musyrik. Abu Bakar mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah.

Lalu Rasul berkata kepadanya dengan tenang, “Janganlah bersedih, karena sesungguhnya Allah bersama kita dengan kemenangan dan pertolongan-Nya.”

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 102; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pada saat itu Allah menurunkan ketenangan pada hati sahabatnya dan Dia menguatkan Rasul dengan bala tentara dari sisi-Nya yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

Dan akhirnya,(1) lemahlah kekuatan orang-orang kafir dan menanglah agama Allah. Allah memiliki sifat Mahaperkasa, sehingga tidak akan terkalahkan, dan Mahabijaksana, sehingga tidak akan timpang dalam memelihara.

(1) Gua tempat Nabi Muhammad saw. dan sahabatnya bersembunyi terleatak di bukit Tsur, sebuah bukit yang tidak jauh dari kota Makkah. Mereka berdua berdiam di dalamnya selama tiga hari, dan keluar pada malam hari setelah mereka berdua mengetahui bahwa pengejaran telah kembali mereda. Keduanya tiba di Madinah tanggal 8 Rabiulawal tahun pertama Hijriyah.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 40 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah. Amin

M Resky S