Surah At-Taubah Ayat 61; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 61

Pecihitam.org – Surah At-Taubah Ayat 61 ini merupakan kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya yang menjelaskan Nabi SAW dalam bergaul dengan masyarakat selalu menggunakan sikap lapang dada, hati yang terbuka selalu mendengarkan pernyataan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beliau tidak pernah memutus pembicaraan orang dan bahkan tidak pernah menaruh curiga kepada siapapun. Beliau selalu memberi perhatian kepada siapapun.

Namun orang-orang Munafik malah menghina dan merendahkan Nabi dengan mengatakan, “Ia itu seorang Nabi yang lugu dan sederhana, yang selalu mendengarkan pernyataan setiap orang, dan dia tidak pernah menolak setiap orang.”

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 61

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Terjemahan: Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

Tafsir Jalalain: وَمِنْهُمُ (Di antara mereka) orang-orang munafik الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ (ada yang menyakiti Nabi) dengan mencelanya dan menyampaikan perkataannya kepada kaum munafikin وَيَقُولُونَ (dan mereka mengatakan) bilamana mereka dicegah dari perbuatan tersebut supaya jangan menyakiti nabi

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 88-89; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

هُوَ أُذُنٌ (“Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.”) yakni Nabi selalu mendengar apa yang dikatakan kepadanya dan selalu menerimanya. Bilamana kami bersumpah kepadanya bahwa kami tidak menyatakannya, maka dia mempercayai kami.

قُلْ (Katakanlah,) “Ia أُذُنُ (mempercayai) mendengarkan خَيْرٍ لَكُمْ (semua yang baik bagi kalian) bukannya mendengarkan hal-hal yang buruk يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ (ia beriman kepada Allah, mempercayai) artinya selalu percaya

لِلْمُؤْمِنِينَ (orang-orang mukmin) atas semua berita yang telah disampaikan mereka, akan tetapi ia tidak mempercayai orang-orang selain mereka. Huruf lam di sini adalah lam zaidah; dimaksud untuk memberikan pengertian yang membedakan antara iman karena sadar dan iman karena faktor lainnya

وَرَحْمَةٌ (dan menjadi rahmat) bila dibaca rafa’ maka diathafkan kepada lafal udzunun, dan bila dibaca jar maka diathafkan kepada lafal khairin لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (bagi orang-orang yang beriman di antara kalian.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka siksa yang pedih).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah SWT menyebutkan bahwa di antara orang-orang munafik terdapat suatu kaum yang senantiasa menyakiti Rasulullah SAW dengan ucapannya mengenai diri Rasulullah Saw., dan mereka mengatakan:

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 72; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

{هُوَ أُذُنٌ} Dia mempercayai semua apa yang didengarnya. Yakni orang yang mengucapkan sesuatu kepadanya, maka dia membenarkannya di antara kami; dan orang yang bercerita kepadanya, maka dia selalu mempercayainya.

Dan apabila kita datang kepadanya, lalu kita bersumpah kepadanya, niscaya dia membenarkan kita. Demikianlah menurut penafsiran yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.

Firman Allah SWT, {قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ} Katakanlah, “Ia mempercayai semua yang baik bagi kalian.” Dengan kata lain, telinga yang dimilikinya adalah lebih baik, ia mengetahui mana yang benar dan mana yang dusta.

{يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ} ia beriman kepada Allah dan mempercayai orang-orang mukmin. Artinya percaya dan membenarkan orang-orang mukmin. {وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ} dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian. Yakni ia merupakan hujah yang menghantam orang-orang kafir.

Karena itulah dalam Firman selanjutnya disebutkan: {وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ} Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

Tafsir Quraish Shihab: Di antara manusia terdapat orang-orang munafik yang dengan sengaja menyakiti Nabi dan menimpakan keburukan kepadanya.

Baca Juga:  Surah Al-Ma'arij Ayat 8-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka menuduh bahwa ia senang mendengar segala yang dikatakan kepadanya, baik berupa kebenaran maupun kebohongan. Mereka menuduh pula bahwa Nabi telah tertipu oleh apa yang didengarnya.

Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, bahwa orang yang kalian perbincangkan dengan tuduhan semacam itu, tidak sebagaimana yang kalian duga. Dia adalah pendengar kebaikan yang tidak akan mendengar kecuali perkataan yang benar, tidak tertipu oleh kebatilan dan percaya kepada Allah dan wahyu-Nya.

Rasulpun mempercayai orang-orang Mukmin karena keimanan mereka mencegah untuk berbuat dusta. Rasul adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian, dan Allah telah menyediakan siksa yang pedih dan abadi bagi orang-orang yang menyakiti Nabi.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 61 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S