Surah Az-Zumar Ayat 46-48; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Az-Zumar Ayat 46-48

Pecihitam.org – Kandungan Surah Az-Zumar Ayat 46-48 ini, Allah mengajarkan kepada nabi-Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini untuk mempertebal keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah-Nya,

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

“Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal-hal yang gaib dan nyata, Engkau memutuskan segala pertikaian antara hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 46-48

Surah Az-Zumar Ayat 46
قُلِ ٱللَّهُمَّ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ عَٰلِمَ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ أَنتَ تَحۡكُمُ بَيۡنَ عِبَادِكَ فِى مَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya”.

Tafsir Jalalain: قُلِ ٱللَّهُمَّ (Katakanlah, “Wahai Allah) lafal Allaahumma maknanya sama dengan Yaa Allah فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ (Pencipta langit dan bumi) yakni yang mengadakan keduanya عَٰلِمَ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ (Yang mengetahui barang yang gaib dan yang nyata) yakni apa-apa yang gaib dan apa-apa yang nyata dapat disaksikan أَنتَ تَحۡكُمُ بَيۡنَ عِبَادِكَ فِى مَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ (Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan”) mengenai masalah agama, berilah aku petunjuk kepada yang benar dari apa yang mereka perselisihkan.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman setelah menceritakan orang-orang musyrik berupa celaan kepada mereka karena mereka mencintai kesyirikan dan benci terhadap tauhid:

قُلِ ٱللَّهُمَّ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ عَٰلِمَ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ (“Katakanlah: ‘Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata.”) yaitu hendaklah engkau menyeru kepada Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah menciptakan langit dan bumi, Dia menjadikan contoh sebelumnya.

عَٰلِمَ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ (“Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata”) yaitu Mahamengetahui yang rahasia dan yang terang-terangan. أَنتَ تَحۡكُمُ بَيۡنَ عِبَادِكَ فِى مَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ (“Engkaulah yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka selalu memperselisihkannya.”) di dunia mereka. Engkau akan memutuskan perselisihan di antara mereka pada hari kembali dan dikumpulkan serta hari dibangkitkan mereka dari kubur mereka.

Imam Muslim meriwAyatkan dalam shahih-nya, ‘Abd bin Humaid bercerita kepada kami, ‘Umar bin Yunus bercerita kepada kami, ‘Ikrimah bin ‘Ammar bercerita kepada kami, Yahya bin Katsir bercerita kepada kami, bahwa Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bercerita kepadaku, ia berkata:

“Aku bertanya kepada ‘Aisyah: ‘Dengan apa Rasulullah saw. memulai shalatnya di waktu malam?’ ‘Aisyah r.a. berkata: ‘Jika Rasulullah saw. shalat malam, beliau membuka shalatnya dengan membaca: AllaaHumma rabbi jibriila wa miikaa-iila wa israa-fiila faathiras samaawaati wal ardli ‘aalimal ghaibi wasy syaHaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiiHi yakhtalifuuna, iHdinii limakhtulifa fiiHi minal haqqi bi-idznika innaka taHdii man tasyaa-u ilaa shiraathim mustaqiimin (‘Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi serta Mahamengetahui hal-hal ghaib dan yang nyata. Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku tentang apa yang diperselisihkan padanya dari kebenaran dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.’)”

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 42-43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Imam Ahmad meriwAyatkan bahwa ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: AllaaHumma faathiras samaawaati wal ardli ‘aalimal ghaibi wasy syaHaadati innii a’Hadu ilaika fii HaadziHiid dun-yaa annii asyHadu al laa ilaaHa illaa anta wahdaka laa syariikalaka, wa anna muhammadan ‘abduka wa rasuuluka fa innaka in takilnii ilaa nafsii tuqarribunii minasy syarri wa tubaa’idunii minal khairi, wa innii laa atsiqu illaa birahmatika faj’al lii ‘indaka ‘aHdan tuwaffiiniiHi yaumal qiyaamati innaka laa tukhliful mii’aada (Ya Allah, Pencipta langit dan bumi serta Yang Mahamengetahui hal-hal ghaib dan yang nyata. Aku berjanji kepada-Mu di dunia ini, sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali Engkau semata yang tidak ada sekutu bagi-Mu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu. Sesungguhnya jika Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri, hal itu akan mendekatkanku kepada keburukan dan menjauhkan aku dari kebaikan.

Sesungguhnya aku tidak percaya kecuali dengan rahmat-Mu. Maka jadikanlah untukku perjanjian yang akan Engkau penuhi di sisi-Mu pada hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji). Melainkan Allah swt. berfirman kepada para malaikat-Nya pada hari kiamat: ‘Sesungguhnya hamba-Ku telah membuat perjanjian kepada-Ku, maka tunaikanlah oleh kalian untuknya.’ Lalu Allah memasukkannya ke dalam surga.’” (Imam Ahmad meriwAyatkannya sendiri)

Tafsir Kemenag: Dalam Ayat ini, Allah mengajarkan kepada nabi-Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini untuk mempertebal keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah-Nya, “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal-hal yang gaib dan nyata, Engkau memutuskan segala pertikaian antara hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat.

Melalui hadisnya, Rasulullah mengajarkan doa yang dibaca ketika bangun tidur untuk salat malam:

“Wahai Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui segala hal yang gaib dan nyata. Engkau memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Mu dalam hal yang mereka perselisihkan. Tunjukilah aku pada kebenaran yang diperselisihkan dengan (dasar) izin-Mu. Sungguh Engkau menunjuki siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. (RiwAyat Muslim, Abu Dawud, dan al-Baihaqi).

Baca Juga:  Surah Az-Zumar Ayat 27-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Katakanlah, wahai Muhammad, dengan menghadapkan diri kepada Allah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya; Sang Mahatahu segala hal yang tampak dan yang tak tampak. Hanya Engkaulah yang dapat menentukan hukum di antara hamba-hamba-Mu mengenai persoalan-persoalan dunia dan akhirat yang dulu mereka perselisihkan. Maka tentukanlah hukum di antara aku dan orang-orang musyrik.”

Surah Az-Zumar Ayat 47
وَلَوۡ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعًا وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفۡتَدَوۡاْ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَبَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمۡ يَكُونُواْ يَحۡتَسِبُونَ

Terjemahan: Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.

Tafsir Jalalain: وَلَوۡ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعًا وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفۡتَدَوۡاْ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَبَدَا (Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan -ada pula- sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah) tampaklah dengan jelas لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمۡ يَكُونُواْ يَحۡتَسِبُونَ (bagi mereka azab Allah yang belum pernah mereka perkirakan) yang tidak pernah mereka duga.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَلَوۡ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ (“Dan sekiranya orang-orang yang dhalim”) yaitu orang-orang musyrik. مَا فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعًا وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ (“Mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan [ada pula] sebanyak itu besertanya.”) yaitu sekiranya seluruh apa yang ada di bumi ditambahkan apa yang sama dengannya, لَٱفۡتَدَوۡاْ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلۡعَذَابِ (“Niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk.”) yaitu yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala kepada mereka pada hari kiamat. Walaupun demikian, Dia tidak menerima tebusan dari mereka, sekalipun emas sepenuh bumi, sebagaimana Dia berfirman pada Ayat yang lain.

وَبَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمۡ يَكُونُواْ يَحۡتَسِبُونَ (“Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.”) yaitu, tampak jelas adzab dan hukuman dari Allah kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam fikiran dan perkiraan mereka.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menjelaskan bahwa seandainya orang-orang musyrikin yang zalim itu mempunyai seluruh kekayaan yang ada di muka bumi dan ditambah sebanyak itu pula niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu untuk azab yang buruk dan dahsyat yang akan ditimpakan kepada mereka pada hari Kiamat. Ancaman seperti ini pernah pula disebut dalam Surah ali ‘Imran.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 41-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tampak jelas bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka pikirkan tentang adanya dan kedahsyatannya. Kaum musyrikin jika mengamalkan sesuatu dianggapnya sebagai kebaikan, padahal hakikatnya apa yang mereka lakukan itu termasuk suatu keburukan.

Tafsir Quraish Shihab: Seandainya orang-orang yang menzalimi diri sendiri, dengan cara berbuat syirik, itu memiliki seluruh isi bumi–dan sebanyak itu pula telah ada pada mereka–mereka pasti akan mengorbankan semuanya untuk menebus kepedihan azab hari kiamat yang telah disiapkan untuk mereka. Tampaklah bagi mereka, saat itu, azab yang belum pernah terlintas di benak mereka.

Surah Az-Zumar Ayat 48
وَبَدَا لَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ

Terjemahan: Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.

Tafsir Jalalain: وَبَدَا لَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ وَحَاقَ (Dan jelaslah bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan menimpa) mengenai بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ (kepada mereka apa yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya) yakni azab.

Tafsir Ibnu Katsir: وَبَدَا لَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ (“Dan [jelaslah] bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat.”) yaitu akan jelas bagi mereka balasan perbuatan-perbuatan haram dan dosa yang mereka kerjakan di dunia. وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ (“dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-oloknya.”) yaitu, mereka diliputi oleh adzab dan hukuman disebabkan mereka memperolok-oloknya di dunia.

Tafsir Kemenag: Tampak jelas bagi mereka, ketika disodorkan kepada mereka kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan ketika hidup di dunia, semua amal perbuatan mereka yang buruk tercantum di sana. Mereka yakin bahwa pelanggaran itu akan dihisab dan diperhitungkan satu demi satu. Sebagai akibatnya, mereka akan menerima azab yang pedih yang meliputi seluruh penjuru, yang semuanya tidak lain karena mereka selalu memperolok-olokkan ajaran agama Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Tampaklah di hadapan mereka, pada hari itu, keburukan amal perbuatan mereka. Mereka dikelilingi azab yang dulu mereka cemoohkan ketika masih hidup di dunia.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Az-Zumar Ayat 46-48 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S