Surah Hud Ayat 29-30; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 29-30

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 29-30 ini merupakan jawaban atas hinaan dan celaan orang-orang kafir terhadap Nabi Nuh As sebagai disebutkan pada ayat-ayat sebelumnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Nuh as sama mengatakan kepada mereka bawa Ia sama sekali tidak meminta upah atau imbalan kedudukan dari mereka, jadi tidak ada alasan untuk membenci seruannya.

Selain itu, sama sekali tidak ada alasan bagi Nabi Nuh untuk menjauhkan diri dari orang-orang miskin demi menarik hati orang-orang kaya, karena di mata Allah, orang kaya tidaklah lebih baik dari orang miskin.

Bila Nabi Nuh menjauhkan diri dari orang miskin, kelak di hari kiamat, dia tidak memiliki jawaban apapun untuk membela diri di hadapan pengadilan Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 29-30

Surah Hud Ayat 29
وَيَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۚ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ إِنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ

Terjemahan: Dan (dia berkata): “Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui”.

Baca Juga:  Surah Fussilat Ayat 30-32; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: وَيَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ (Dan dia berkata, “Hai kaumku! Aku tiada meminta kepada kalian sebagai upah bagi seruanku) di dalam menyampaikan risalahku مَالًا (harta benda) yang kalian berikan kepadaku sebagai imbalannya

إِنْ أَجْرِيَ إِلَّاا (tiada lain) (upahku) pahalaku عَلَى اللَّهِ ۚ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا (hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman) seperti apa yang kalian perintahkan supaya aku melakukannya.

إِنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ (Sesungguhnya mereka pasti akan bertemu dengan Rabbnya) melalui hari berbangkit kemudian Allah membalas mereka dan menghukum orang-orang yang menyakiti dan mengusir orang-orang yang beriman وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ (tetapi aku memandang kalian suatu kaum yang tidak mengetahui.”) akibat dari perbuatan kalian yang demikian itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Nuh as. berkata kepada kaumnya, aku tidak minta harta benda kepada kalian atas pelajaran yang kuberikan kepada kalian. Yakni aku tidak meminta upah yang kuambil dari kalian. Tetapi aku hanya mengharapkan balasan dari Allah;

وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا (Dan aku sekali-sekali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman). Seolah-olah mereka mengajukan tuntutan kepadanya agar ia mengusir orang-orang yang beriman dari sisinya sebagai bentuk penghormatannya terhadap mereka dan supaya mereka [orang-orang yang beriman] tidak duduk bersama mereka.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 118-119; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Sebagaimana orang-orang yang serupa dengan mereka mengajukan tuntutan kepada Rasulullah saw. agar mengusir sekelompok dhuafa dari mereka, kemudian beliau duduk bersama mereka dalam majelis tersendiri.

Maka Allah menurunkan firman-Nya yang artinya: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabb-nya pada pagi hari dan pada petang hari, sedang mereka menghendaki keridlaan-Nya.” (al-An’am: 62)

Tafsir Quraish Shihab: Wahai kaumku, dalam penyampaian risalah Tuhanku ini, aku tidak mengharapkan harta kalian. Aku hanya memohon ganjaran Tuhanku. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang beriman dari majlis dan pergaulanku hanya karena kalian menganggap mereka hina.

Jika aku mengusir hanya karena kepapaan mereka, di hari kiamat nanti mereka akan menghadap Tuhan dan mengadukan hal itu. Aku menganggap kalian adalah orang-orang bodoh yang tidak dapat mengukur keutamaan makhluk Allah; apakah ukuran keutamaan seseorang itu dilihat dari kedudukan dan hartanya sebagaimana yang kalian kira, atau dilihat dari kebajikan dan ketundukannya pada kebenaran.

Surah Hud Ayat 30
وَيَا قَوْمِ مَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ طَرَدْتُهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Terjemahan: Dan (dia berkata): “Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Tafsir Jalalain: وَيَا قَوْمِ مَنْ يَنْصُرُنِي (Dan dia berkata, “Hai kaumku! Siapakah yang akan menolongku) yang dapat membentengi diriku مِنَ اللَّهِ (dari Allah) dari azab-Nya إِنْ طَرَدْتُهُمْ (jika aku mengusir mereka) orang-orang yang beriman kepadaku, tentu saja tidak ada seorang penolong pun.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 80-81; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

أَفَلَا (Maka tidakkah) mengapa tidak تَذَكَّرُونَ (kalian mengambil pelajaran) lafal تَذَكَّرُونَ asalnya adalah tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada dzal sehingga jadilah tadzdzakkaruuna, artinya sama dengan tatta`izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai kaumku, tidak ada yang dapat mencegah azab yang akan menimpaku jika aku mengusir mereka yang telah beriman kepada-Nya.

Adakah kalian masih tetap mempertahankan kebodohan kalian dan tidak menyadari bahwa mereka itu mempunyai Tuhan yang dapat membalaskan dendam mereka?

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 29-30 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S