Surah Ibrahim Ayat 42-43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ibrahim Ayat 42-43

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ibrahim Ayat 42-43 ini, menjelaskan bahwa Allah bertindak berdasarkan kebijaksaan-Nya. Allah memberikan ikhtiar kepada seluruh manusia untuk berbuat baik maupun buruk dan memberikan ganjarannya di hari kiamat kelak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun bagi dosa yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat, Allah menurunkan azab. Tidak seperti dugaan manusia yang mengira Allah lalai. Sesungguhnya Allah Swt Maha Mengetahui, Maha berkuasa, dan Maha Adil.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 42-43

Surah Ibrahim Ayat 42
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Terjemahan: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

Tafsir Jalalain: وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ (Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim) yakni orang-orang kafir dari kalangan penduduk Mekah.

إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ (Sesungguhnya Allah hanya memberi tangguh kepada mereka) tanpa diazab لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ (sampai hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak) karena ngerinya pemandangan yang mereka saksikan kala itu. Di dalam istilah bahasa atau lugah jika dikatakan bashara fulaanun syakhshan, artinya si polan melihat seseorang tanpa mengedipkan matanya.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 54-55; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ (Dan janganlah sekali-kali kamu mengira) wahai Muhammad; غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ (Bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dhalim)

Maksudnya, jangan mengira bahwa jika Allah menunda dan menunggu mereka itu, berarti Dia lupa dan membiarkan mereka tanpa hukuman atas perbuatan yang mereka lakukan. Tetapi Allah tetap memperhitungkannya.

إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ (Sesungguhnya Allah menunda mereka sampai hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak) disebabkan oleh dahsyatnya bencana pada hari Kiamat. Kemudian Allah Ta’ala menyebutkan bagaimana manusia bangkit dari kuburan dan bagaimana tergesa-gesanya mereka menuju padang Mahsyar,

Tafsir Quraish Shihab: Janganlah engkau sekali-kali mengira, wahai Muhammad, bahwa Tuhan-Mu lupa akan penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang zalim terhadap umat Islam. Dia mengetahui kesalahan mereka itu.

Hanya saja Dia menunda hukuman-Nya kepada mereka sampai pada suatu hari yang penuh kesusahan. Yaitu hari di mana mereka kehilangan kendali terhadap mata mereka, hingga terus membelalak dan tidak bisa terpejam karena apa yang mereka lihat sangat menakutkan.

Baca Juga:  Surah Ali Imran Ayat 46-52; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Ibrahim Ayat 43
مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

Terjemahan: Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

Tafsir Jalalain: مُهْطِعِينَ (Mereka datang bergegas) dengan segera memenuhi panggilan. Lafal ayat ini berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan مُقْنِعِي (dengan mengangkat) mendongakkan رُءُوسِهِمْ (kepalanya) ke langit

لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ (sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip) melotot وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ (dan hati mereka kosong) tidak ada suatu pikiran pun yang terbetik di dalamnya saking kaget dan ngerinya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ (Dengan mengangkat kepala mereka) Ibnu ‘Abbas, Mujahid dari lain-lain mengatakan, bahwa artinya dalam keadaan mengangkat kepala mereka,

لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ (Sedang mata mereka tidak berkedip) Maksudnya, mata mereka itu melotot, melihat terbelalak, terus memandang tanpa berkedip sekejap pun karena begitu banyaknya musibah yang berat, pikiran dan kekhawatiran terhadap apa yang akan menimpa mereka, semoga Allah melindungi kita dari musibah tersebut.

Oleh karena itu Allah berfirman: وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ (Dan hati mereka kosong) Artinya, hati mereka kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya, karena sangat takut dan khawatir.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 10-12; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Karena itu, Qatadah dan sekelompok ulama mengatakan: “Sesungguhnya tempat-tempat hati mereka kosong-melompong, karena hati mereka naik sampai ke kerongkongan, keluar dari tempatnya disebabkan merasa sangat takut”.

Sebagian ulama mengatakan: “Hari mereka tidak sadar lagi karena sangat terkejut dengan berita yang disampaikan Allah tentang mereka”.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka lalu cepat-cepat menghampiri penyeru dengan kepala mendongak ke langit, mata membelalak tak terkendali, dan hati kosong tanpa pikiran apa-apa, karena rasa takut yang sangat.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ibrahim Ayat 42-43 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S