Surah Muhammad Ayat 10-13; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Muhammad Ayat 10-13

Pecihitam.org – Kandungan Surah Muhammad Ayat 10-13 ini, menerangkan Orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan kenabian dan kerasulan Muhammad saw, serta mengingkari kebenaran petunjuk Al-Qur’an sebagai kitab yang berasal dari Allah Yang Mahakuasa, sebenarnya mempunyai berbagai bukti untuk membenarkan kenabian dan kerasulan beliau, karena negeri itu berada di sekitar negeri umat-umat terdahulu yang pernah mendustakan dan mengingkari seruan para rasul Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Muhammad Ayat 10-13

Surah Muhammad Ayat 10
أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ وَلِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا

Terjemahan: Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.

Tafsir Jalalain: أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ (Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka) atas diri mereka, dan anak-anak serta harta benda mereka وَلِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا (dan orang-orang kafir akan menerima hal yang seperti itu) yaitu mereka akan menerima akibat-akibat yang sama dengan apa yang telah diterima oleh orang-orang kafir sebelum mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ (“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan”) [mereka] yakni orang-orang musyrik kepad Allah dan mendustakan Rasul-Nya. فِى ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ (“Di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, Allah telah menimpakan kebinasaan ata mereka.”) yakni hukuman yang menimpa mereka akibat kedustaan dan kekufuran mereka.

Dengan kata lain, Allah menyelamatkan orang-orang Mukmin dari tengah-tengah mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: وَلِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا (“Dan orang-orang kafir akan menerima [akibat-akibat] seperti itu.”)

Tafsir Kemenag: Orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan kenabian dan kerasulan Muhammad saw, serta mengingkari kebenaran petunjuk Al-Qur’an sebagai kitab yang berasal dari Allah Yang Mahakuasa, sebenarnya mempunyai berbagai bukti untuk membenarkan kenabian dan kerasulan beliau, karena negeri itu berada di sekitar negeri umat-umat terdahulu yang pernah mendustakan dan mengingkari seruan para rasul Allah.

Bukankah mereka sering pergi ke Syria, sebelah utara negeri mereka, dan Hadramaut, di sebelah selatan. Bukankah mereka juga pergi ke Persia di sebelah timur dan ke Ethiopia di sebelah barat daya negeri mereka. Kepergian mereka ke negeri-negeri tersebut dengan tujuan berdagang.

Dalam perjalanan itu, mereka melalui sisa-sisa reruntuhan negeri kaum ‘Ad, kaum Samud, kaum Syuaib, dan sebagainya yang telah dibinasakan Allah. Mereka masih dapat melihat bekas negeri itu berupa puing, peninggalan, dan sebagainya. Mereka dapat menyaksikan reruntuhan itu, karena negeri tersebut adalah pusat perniagaan pada masa itu dan terletak pada jalur perniagaan yang menghubungkan dunia barat dengan timur.

Mereka juga telah mengetahui bahwa umat-umat dahulu telah dihancurkan Allah karena durhaka kepada-Nya dan rasul-Nya. Akan tetapi, mereka tidak mau memperhatikan dan merenungkan bahwa sunatullah berlaku bagi setiap orang yang mengingkari agama-Nya.

Oleh karena itu, orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib seperti yang telah dialami oleh umat-umat dahulu seandainya mereka tetap tidak mengindahkan seruan Nabi Muhammad. Sebagai bukti kebenaran janji Allah itu, banyak orang musyrik Mekah yang mati terbunuh dalam Perang Badar dan begitu juga pada peperangan-peperangan sesudahnya.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah mereka hanya duduk berpangku tangan, tidak mencari sesuatu yang dapat memberi pelajaran kepada mereka, lalu tidak menjelajahi bumi dan tidak memperhatikan akibat yang diderita orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelum mereka? Allah telah menghancurkan jiwa, harta dan anak-anak mereka semua. Orang-orang yang ingkar terhadap Allah dan rasul-Nya akan merasakan akibat seperti itu.

Baca Juga:  Surah Muhammad Ayat 29-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Muhammad Ayat 11
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ

Terjemahan: Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.

Tafsir Jalalain: ذَٰلِكَ (Yang demikian itu) dimenangkannya orang-orang mukmin dan dikalahkannya orang-orang kafir ٱللَّهَ مَوۡلَى (karena sesungguhnya Allah adalah pelindung) pelindung dan penolong ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ (orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ (“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.”

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir di dunia dan sebab orang musyrik ditimpa malapetaka. Orang musyrik tidak mempunyai seorang penolong pun untuk menolak azab yang datang menimpa mereka, sedangkan orang mukmin mempunyai penolong, yaitu Allah Yang Mahakuasa dan Maha Penolong.

Tafsir Quraish Shihab: Balasan berupa kemenangan orang-orang Mukmin dan kekalahan orang-orang kafir itu disebabkan karena Allah adalah pelindung dan pembela orang-orang yang beriman. Sedangkan orang-orang kafir tidak mempunyai pelindung dan pembela yang dapat menolong mereka dari kehancuran.

Surah Muhammad Ayat 12
إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَتَمَتَّعُونَ وَيَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ وَٱلنَّارُ مَثۡوًى لَّهُمۡ

Terjemahan: Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.

Tafsir Jalalain: إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَتَمَتَّعُونَ (Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang) di dunia,

وَيَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ (dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang) tiada lagi yang menjadi kepentingan mereka selain dari perut dan nafsu syahwatnya dan mereka sama sekali tidak menoleh sedikit pun kepada masalah akhirat. وَٱلنَّارُ مَثۡوًى لَّهُمۡ (Dan neraka adalah tempat tinggal mereka) atau, tempat menetap dan tempat kembali mereka untuk selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Lalu firman Allah: إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ (“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”) yaitu pada hari kiamat kelak.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَتَمَتَّعُونَ وَيَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ (“Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang, mereka makan seperti makannya binatang.”) maksudnya di dunia. Mereka bersenang-senang, mereka makan di dunia ini sama seperti makannya binatang, dengan cara mengunyah dan menggunakan gigitan, mereka tidak mempunyai keinginan keculai kepada hal yang seperti itu. Oleh karena itu, di dalam hadits shahih disebutkan: “Orang mukmin makan dalam satu usus, sedangkan orang kafir makan dalam tujuh usus.”

Kemudian Allah berfirman: وَٱلنَّارُ مَثۡوًى لَّهُمۡ (“Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”) yakni pada hari pembalasan mereka.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 93-96; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Ayat ini berbicara tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir di akhirat. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh diberi pahala berlipat ganda berupa surga sebagai balasan dari keimanan dan ketaatan mereka. Sedangkan orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya, terpengaruh oleh kenikmatan hidup di dunia yang hanya bersifat sementara.

Mereka tidak mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah menimpa umat-umat dahulu. Mereka diumpamakan seperti hewan yang makan di kandang atau di padang rumput yang disediakan untuk mereka. Hewan-hewan itu tidak pernah memikirkan apakah makanan yang tersedia untuknya itu masih ada untuk dimakan besok atau semua habis pada hari ini, sehingga tidak ada makanan untuk dimakan lagi.

Ayat ini memberikan gambaran tentang keadaan dan apa yang dipikirkan orang-orang musyrik. Mereka hanya memikirkan apa yang enak dan dapat memenuhi keinginan hawa nafsu mereka. Mereka tidak mau memikirkan berapa lama yang enak dan keinginan hawa nafsu dapat mereka nikmati dan apa sumber dari keenakan dan kesenangan itu. Apakah mereka dapat terus-menerus menikmatinya, tidak pernah mereka pikirkan. Mereka juga tidak memikirkan akibat-akibat yang akan mereka alami seandainya mereka tidak mampu merasakan kenikmatan itu lagi.

Mereka merasakan kenikmatan memakan sesuatu makanan, tetapi tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa Allah telah menganugerahkan lidah kepada mereka untuk merasakan kenikmatan sesuatu yang dimakan. Bagaimana jadinya jika Allah memberi penyakit pada lidah mereka, sehingga tidak dapat merasakan sesuatu lagi? Mereka tidak memikirkan sikap dan tindakan yang paling baik yang harus mereka lakukan terhadap sumber kenikmatan itu.

Orang-orang yang digambarkan ayat di atas tempat kembalinya ialah neraka Jahanam, karena itulah tempat kembali yang paling layak bagi orang-orang yang tidak menggunakan pikirannya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya. Sedangkan orang-orang kafir akan menikmati sedikit kesenanganan dunia. Mereka makan seperti makannya binatang: lupa dan tidak memikirkan akibat perbuatan mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Di akhirat kelak tempat mereka adalah neraka.

Surah Muhammad Ayat 13
وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ هِىَ أَشَدُّ قُوَّةً مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِىٓ أَخۡرَجَتۡكَ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ

Terjemahan: Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.

Tafsir Jalalain: وَكَأَيِّن (Dan berapa banyaknya) sudah berapa banyak مِّن قَرۡيَةٍ (negeri-negeri) yakni penduduknya هِىَ أَشَدُّ قُوَّةً مِّن قَرۡيَتِكَ (yang lebih kuat dari penduduk negerimu) lebih kuat daripada penduduk negeri Mekah ٱلَّتِىٓ أَخۡرَجَتۡكَ (yang telah mengusirmu itu) Dhamir di sini lebih memperhatikan lafal Qaryah أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ (Kami telah membinasakan mereka) di sini lebih diperhatikan makna yang terkandung pada lafal Qaryah yang pertama فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ (maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka) dari kebinasaan yang Kami lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ هِىَ أَشَدُّ قُوَّةً مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِىٓ أَخۡرَجَتۡكَ (“Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang [penduduknya] lebih kuat dari [penduduk] negerimu [Muhammad] yang telah mengusirmu itu.”) yakni Makkah.

أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ (“Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.”) itu merupakan ancaman keras dan peringatan yang tegas bagi penduduk Makkah atas pendustaan mereka kepada Rasulullah saw. yang mana beliau adalah pemuka para Rasul dan penutup para Nabi.

Jika Allah telah membinasakan umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul sebelum beliau, padahal umat-umat tersebut lebih kuat dari mereka, bagaimana dugaan mereka terhadap apa yang akan dilakukan Allah terhadap mereka di dunia dan akhirat? Kalaupun kebanyakan mereka terlepas dari hukuman di dunia karena berkah adanya Rasul dan Nabi pembawa rahmat, maka sesungguhnya adzab itu akan ditimpakan secara sempurna kepada orang-orang kafir pada hari kembali mereka.

Baca Juga:  Surah Muhammad Ayat 4-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Firman Allah: مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِىٓ أَخۡرَجَتۡكَ (“Dari [penduduk] negerimu [Muhammad] yang telah mengusirmu itu.”) yakni, kaum yang telah mengusirmu dari tengah-tengah mereka. Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ketika Nabi saw. pergi dari Makkah menuju ke gua, setelah sampai di gua beliau menghadap ke Makkah seraya berkata:

“Engkau adalah negeri Allah yang paling dicintai Allah, dan engkau adalah negeri Allah yang paling aku cintai. Seandainya orang-orang musyrik itu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan pergi darimu.”

Sebesar-besar musuh adalah yang memusuhi Allah Ta’ala di tanah Haram-Nya, atau membunuh orang yang bukan pembunuhnya [tidak bersalah] atau membunuh karena kejahilan, sehingga Allah menurunkan firman-Nya kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. :

وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ هِىَ أَشَدُّ قُوَّةً مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِىٓ أَخۡرَجَتۡكَ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ (“Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang [penduduknya] lebih kuat dari [penduduk] negerimu [Muhammad] yang telah mengusirmu itu.Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.”).

Tafsir Kemenag: Diriwayatkan oleh ‘Abd bin humaid, Abu Ya’la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu ‘Abbas, bahwa tatkala Nabi Muhammad akan meninggalkan Mekah, sebelum hijrah ke Medinah, beliau menoleh ke belakang melihat negeri Mekah dan berkata, “Engkau (Mekah) adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan kalau penduduknya tidak mengusirku, tentu aku tidak akan meninggalkan engkau.” Maka turunlah ayat ini.

Dalam ayat ini, Allah memberikan perbandingan sebagai penghibur hati Nabi Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap dan tindakan orang-orang musyrik Mekah. Diterangkan bahwa berapa banyak negeri yang penduduknya lebih kuat badannya, lebih banyak pengetahuannya, lebih mampu membangun negerinya, lebih banyak tentaranya sehingga dapat menaklukkan negeri sekitar mereka dibandingkan dengan orang-orang musyrik Mekah.

Semuanya itu telah dihancurkan Allah dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa mereka. Dalam menghadapi malapetaka itu, mereka tidak mempunyai seorang penolong pun. Semua kekuatan, kekuasaan, dan tentara yang gagah perkasa tidak ada artinya sedikit pun dalam menghadapi malapetaka itu.

Orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib yang demikian pula seandainya mereka tetap mengingkari seruan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, Nabi dihimbau untuk bersabar dan tabah menghadapi sikap dan tindakan mereka dan Allah pasti menolong dan memenangkan hamba-hamba yang taat kepada-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Betapa banyak negeri-negeri yang penduduknya lebih kuat dari penduduk negerimu, Mekah, yang telah mengusirmu itu, hai Muhammad. Mereka telah Kami binasakan dengan berbagai macam siksaan. Tak ada seorang pembela pun yang dapat menolong mereka dari azab Kami.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Muhammad Ayat 10-13 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S