Surah Yusuf Ayat 23; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 23

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 23 ini mengisahkan bahwa Istri penguasa Mesir yang mengambil Yusuf sebagai budak itu jatuh cinta kepada Yusuf, sampai-sampai ia meminta Yusuf yang berstatus budak dan pembantunya untuk berbuat maksiat dengannya, suatu perkara yang jika dilihat dari posisi dan kedudukan sosial yang berlaku di negeri Mesir saat itu, merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi apa hendak dikata, jika hawa nafsu dan syahwat sudah menguasai seseorang, maka segala macam kedudukan, kekayaan, maupun peraturan tidak akan ada artinya.

Pada kenyataannya tidak jarang terjadi seorang raja atau putra raja mencitai seorang rakyat jelata yang miskin,demikian pula sebaliknya. Walhasil, dengan berbagai cara, melalui bujuk rayu dan sikap lemah lembut, isteri penguasa Mesir berusaha menarik perhatian Yusuf.

Ketika ia tidak melihat reaksi apa pun dari Yusuf, maka dia pun mengambil inisiatif; dan pada suatu kesempatan yang ia anggap tepat, yaitu tatkala dirinya dan Yusuf berada di satu kamar, segera wanita itu menutup pintu-pintu dari dalam kamar, dan menyampaikan keinginannya itu dengan terang-terangan, dan berusaha membujuk Yusuf dengan segala daya. Akan tetapi Yusuf menolak permintaan dan bujuk rayu isteri penguasa Mesir ini dengan tegas.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 102-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 23

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Terjemahan: Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

Tafsir Jalalain: وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا (Dan wanita, yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf) yaitu Zulaikha عَنْ نَفْسِهِ (untuk menundukkan dirinya kepadanya) yakni ia meminta kepada Yusuf supaya mau memenuhi kehendaknya

وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ (dan dia menutup pintu-pintu) rumah وَقَالَتْ (seraya berkata) kepada Yusuf هَيْتَ لَكَ (“Marilah ke sini.”) artinya kemarilah; huruf lam dari lafal هَيْتَ لَكَ bermakna tabyin atau untuk menjelaskan.

Menurut qiraat dibaca dengan dikasrahkan huruf ha-nya, sehingga bacaannya menjadi hiitalak. Sedangkan menurut qiraat lainnya dapat dibaca haytulak dengan mendamahkan huruf ta-nya.

قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ (Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah) artinya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu إِنَّهُ (sesungguhnya dia) artinya orang yang telah membelinya رَبِّي (adalah tuanku) majikanku

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 93-95; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

أَحْسَنَ مَثْوَايَ (telah memperlakukan aku dengan baik) telah berlaku baik terhadap diriku maka aku tidak akan mengkhianatinya dengan berlaku tidak baik terhadap istrinya إِنَّهُ (sesungguhnya) pada kenyataannya لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (orang-orang yang zalim tiada akan beruntung) yang dimaksud adalah orang-orang yang suka berzina.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menceritakan tentang isteri al-‘Aziz yang Yusuf tinggal di rumahnya di Mesir dan suaminya telah berpesan agar Yusuf diperlakukan dengan baik dan dihormati. Tetapi dia menggoda dan memanggilnya agar mendekat padanya.

Rasa cintanya yang mendalam kepada Yusuf disebabkan karena ketampanan dan keelokannya, sehingga membuat wanita itu bersolek, lalu menutup semua pintu dan memanggil Yusuf untuk mendekat kepadanya.

Ia mengatakan: هَيْتَ لَكَ (Marilah ke sini) tetapi Yusuf menolaknya dengan keras dan mengatakan: مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ (Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik)

Mereka biasa menggunakan kata “rabb” untuk menyebut tuan, atau orang besar. Maksudnya, suamimu adalah tuanku yang telah memberiku tempat yang baik dan berbuat baik kepadaku. Maka, aku tidak akan membalasnya dengan berbuat keji kepada keluarganya.

إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (Sesungguhnya orang-orang yang dhalim tidak akan beruntung) Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid, as-Suddi, Muhammad bin Ishaq dan lain-lain.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 189-190; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Wanita yang rumahnya ditempati Yusuf di bawah kekuasaannya ingin merayu Yusuf agar ia mau menggaulinya. Wanita itu mendekat ke hadapan Yusuf dan menampakkan keindahan tubuhnya. Ia menutup semua pintu rapat-rapat dan berkata, “Kemarilah mendekat kepadaku, telah kusediakan diriku untukmu.”

Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari segala bentuk kejahatan. Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu besamamu sementara suamimu yang mulia itu adalah tuanku yang telah memposisikan aku dengan baik? Sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang menzalimi manusia dengan berkhianat melakukan zina.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 23 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S