Tahukah Anda, Ternyata Ada Banyak Pelajaran dari Lebah yang Dapat Kita Renungi

Ternyata Ada Banyak Pelajaran dari Lebah yang Dapat Kita Renungi

Pecihitam.org – Segala Ciptaan Allah SWT tidaklah dicipta-Nya tanpa bermakna (sia-sia). Banyak hikmah atau pelajaran yang tersembunyi di dalamnya yang hanya diketahui oleh mereka yang mau merenunginya dengan akal pikiran yang telah Allah titipkan pada diri mereka. Salah satu contoh ciptaan Allah yang patut untuk direnungi adalah hewan yang bernama lebah. Berikut kita simak sedikit pelajaran dari lebah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT Berfirman :

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Artinya: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS. An-Nahl : 68)

Kata “ittakhidzi” yang terdapat didalam ayat diatas merupakan kata perintah dalam bentuk muannats. Bentuk muannats digunakan ketika semua yang dimaksud adalah perempuan, sedangkan mudzakkar digunakan ketika suatu kelompok terdiri dari setidaknya 1 laki-laki.

Oleh karena itu Al-Quran sebenarnya mengatakan “bangun, kamu lebah betina ..” Sekawanan lebah (yang mengumpulkan madu dan membangun sarang), adalah perempuan saja. Dengan demikian, ungkapan perintah ini sesuai dengan Fakta bahwa lebah jantan tidak ikut serta dalam pembangunan sarang.

Baca Juga:  Inilah Contoh-contoh Bid'ah Hasanah Menurut Mayoritas Ulama

ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl : 69)

Mari kita sejenak menjadi salah satu dari mereka yang merefleksikan dan berpikir tentang keajaiban Allah SWT dan apa yang Dia ciptakan dalam kebijaksanaan tertinggi-Nya. Lebah madu yang cantik mungkin kecil, namun cepat dan efisien. Ketika mereka terbang tampaknya seolah-olah mereka telah diprogram, mengikuti jejak yang ditentukan untuk mereka.

Untuk satu pon madu, sekitar 2 juta bunga dikunjungi oleh lebah. Jadi lain kali kita menelan cairan itu, mungkin kita bisa bersyukur atas semua yang menghasilkannya dan menyadari banyak nikmat Allah SWT pada kita. Mereka melakukan perjalanan sekitar 50.000 mil.

Baca Juga:  Jilbab yang Sesuai Syariat Islam, Seperti Apa Sih Maksudnya?

Pada langkah pertama cairan itu seperti air, yang kemudian diterbangkan sayapnya sampai cairan manis tertinggal. Mereka kemudian mengisapnya dan dengan menggunakan kelenjar khusus mereka mengubahnya menjadi madu. Setelah siap, madu dimasukkan ke dalam kompartemen khusus di dalam sarang dan disegel dengan lilin sehingga aman.

Serangga sekecil itu membuat hal yang murni, jadi apa yang telah kita lakukan atau banggakan? Ada banyak karakteristik lebah yang dapat dipelajari manusia dan yang bijak telah memilikinya.

Berikut ini adalah perbandingan antara keduanya dan marilah kita berdoa agar Allah SWT juga membantu kita semua untuk dapat belajar dari mereka dan meneladani sifat mereka.

Beberapa Pelajaran dari Lebah Sebagai Bahan Renungan

1. Bagaimana lebah berhasil memenuhi semua tugasnya? Dia tahu tujuan keberadaannya. Dia memiliki tujuan di depannya dan dia keluar dan melakukannya. Jika seorang Mukmin ingin mewujudkan tujuannya dalam kehidupan; penyampaian pesan maka dia bisa bergerak maju dan mencapai tujuannya.

2. Pengajuan lebah membantu dia untuk menyelesaikan tugasnya. Pengajuan Mukmin membantunya untuk tetap tabah dan bertahan dalam tujuannya dan mencapai tujuannya.

Baca Juga:  Kecerdasan Syekh Said Ramadhan Al-Buthi Membuat "Gerah" Salafi Wahabi

3. Lebah madu tidak pernah beristirahat sampai dia selesai bekerja sehari penuh dan puas. Seorang Mukmin yang telah menyadari tujuannya tidak akan pernah beristirahat sampai ia mencapai tujuannya.

4. Lebah melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan apa yang penting untuk pembuatan madu. Seorang Mukmin siap untuk melakukan apa saja demi Tuhannya.

5. Jika lebah madu tidak menyadari keterampilannya maka dia tidak akan berbeda dengan lalat rumah (serangga yang biasa-biasa saja). Jika seorang Mukmin tidak menyadari tugasnya (tanggung jawab) maka dia tidak berbeda dengan orang yang tidak beriman.

Demikian sepintas bahan renungan bagi kita manusia terhadap salah satu dari banyak ciptaan Allah SWT yang layak untuk kita pelajari dan meneladaninya. Mudah-mudahan bermanfaat , wallahua’lam bisshawab!

Muhammad Haekal