Ternyata Ilmu Sidik Jari Sudah Lama Dijelaskan Al Quran

ilmu sidik jari

Pecihitam.org – Sidik jari adalah identitas seseorang yang tidak mungkin bisa dipalsukan, dengan cara meneliti garis-garis rekaman ujung jari. Ternyata sebelum para ilmuwan menemukan ilmu sidik jari, al-Qur’an telah menjelaskan nya. Ini menandakan bahwa apa yang ada di dunia ini, semua telah termaktub dalam al-Qur’an, termasuk ilmu sidik jari ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ilmu ini terdapat dalam al-Qur’an surat al-Qiyamah ayat 3-4:

أَیَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ. بَلَىٰ قَـٰدِرِینَ عَلَىٰۤ أَن نُّسَوِّیَ بَنَانَهُۥ

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.”

Dalam Tafsir al-Wasith lil Qur’anil Karim karya Muhammad Sayyid al-Tantawi, beliau menyebutkan bahwa penafsiran ayat tersebut adalah, ketika orang-orang kafir mengingkari akan kekuatan Allah, mengenai pengumpulan tulang belulang yang telah terpisah saat kematian, maka Allah menjawab, “Bahkan sidik jari dari jari-jemaripun dapat Aku kumpulkan lagi”.

Kenapa dalam ayat tersebut menggunakan lafadz بنانة (ujung jari), sebab ia adalah partikel terkecil dalam tubuh kita. Maka itu adalah qiyasan jika Allah mengumpulkan sidik jari yang terpisah saja mampu, apalagi dengan tulang-belulang yang ukurannya lebih besar darinya.

Baca Juga:  Kekerasan Atas Nama Agama, Bolehkah dalam Islam? Ini Jawabannya!

Dan arti انسان di ayat tersebut adalah seorang kafir yang ingkar akan kebesaran Allah. Maka, pertanyaan dalam ayat tersebut bermakna litaubikh (untuk menghina) orang kafir.

Dalam tafsir tersebut juga dijelaskan

إن كنا قادرين على أن نسوي بنانة في الابتداء فوجب أن نبقى قادرين على تلك التسوية في الانتهاء

Jika Allah sanggup mengumpulkan sidik jari manusia saat awal penciptaan, maka tentu Allah akan mengumpulkan pula saat hari kiamat kelak.

Dan itu bukan perkara yang sulit bagi-Nya, sebab Ia adalah tuhan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dapat kita buktikan secara kasat mata, bahwa sidik jari orang yang ada di dunia ini tidaklah sama.

Padahal, berapa banyak orang yang ada di dunia ini, dan sidik jari adalah berupa garis tangan, yang mana jika dipikir secara akal, maka tidak akan sampai. Betapa besar kuasa Allah atas segala ciptaan nya.

Baca Juga:  Mengenal Warisan Budaya Literasi Syekh Mahfudz At-Tarmasi

Pada tahun 1823 Masehi ilmu sidik jari ditemukan oleh Purkinje, ia mengatakan bahwa sidik jari antar seseorang itu berbeda. Dan orang-orang barat bangga atas penemuan tersebut, padahal jauh sebelum itu ilmu sidik jari telah dijelaskan dalam al-Qur’an secara detail. Dan menurut teori mereka, sidik jari terbentuk sejak bayi berusia 4 bulan di perut ibunya.

Pada tahun 1877 M Henry Faulds menemukan alat untuk mengidentifikasi sidik jari, yaitu dengan menggunakan tinta, dengan cara jari dimasukkan kedalamnya. Dari situ, sehingga penemu berpendapat bahwa cara mudah itu mengidentifikasi seseorang adalah dengan melalui sidik jari.

Begitu luas ilmu Allah, yang tidak ada bandingannya dengan semua makhluknya. Maka jika kita mampu menggali makna-makna ayat yang ada dalam al-Qur’an, tentu akan menambah keimanan pada diri setiap muslim. Sebab hanya beberapa saja makna yang kita tau, kita sudah takjub dan tercengang, apalagi jika semua ayat di tadabburi oleh semua orang, tentu tidak akan ada yang menyekutukan nya.

Baca Juga:  Macam-Macam Hidayah atau Petunjuk yang Diberikan Allah pada Manusia

Beginilah sedikit ulasan tentang ilmu sidik jari dalam al-Qur’an. Semoga kita selalu diberi kenikmatan iman dan Islam oleh-Nya, sehingga dapat mendabburi ayat-ayat lain yang ada dalam al-Qur’an. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha