Tidak Lama Lagi Idul Fitri, Inilah 7 Tradisi Lebaran yang Ada di Indonesia

tradisi lebaran di indonesia

Pecihitam.org– Hari Raya atau Lebaran di Indonesia, entah Idul Fitri ataupun Idul Adha tidak bisa lepas dari yang namanya tradisi. Tradisi saat lebaran di Indonesia, salah satunya adalah Mudik. Dan dalam tulisan ini akan dipaparkan secara lengkap.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Daftar Pembahasan:

Tradisi Lebaran di Indonesia

Bukan Indonesia namanya jika tidak setiap moment di disertai dengan tradisi-tradisi. Dan berikut adalah 7 tradisi selama Lebaran yang ada di Indonesia.

Mudik

Mudik merupakan salah satu tradisi Lebaran khas yang ada di Indonesia yang tidak akan ditemukan di negara lain.

Setiap tahun, tepatnya setiap Idul Fitri, masyarakat yang hidup di perkotaan pulang ke kampung halamannya. Juga para santri dan para mahasiswa yang sedang belajar di ibu kota atau di Pulau Jawa turut berduyun-duyun pulang ke kampung asalnya masing-masing.

Mereka pulang kampung dengan ikut pesawat, kapal, ada juga yang ikut kereta api maupun kendaraan pribadi.

Hanya saja untuk tahun ini, di tengah wabah pandemi Covid-19, jauh-jauh hari pemerintah Indonesia telah menyampaikan pengumuman tentang larangan mudik titik ini tentu dalam rangka mempercepat pemutusan mata rantai persebaran wabah Covid-19.

THR

Selain mudik, hal menarik lainnya terkait tradisi Idul Fitri di Indonesia adalah adanya THR atau Tunjangan Hari Raya.

THR ini awalnya digagas oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-6, Soekiman Wirjosandjojo di tahun 1950-an.

Pria yang sekaligus merupakan tokoh Masyumi ini pada mulanya hanya memberi THR pada pegawai di akhir Ramadan untuk menyejahterakan PNS.

Kemudian dalam perkembangannya, hingga kini bukan hanya instansi pemerintah saja yang memberikan THR. Tetapi pekerja-pekerja di sektor swasta misalnya buruh pabrik juga mendapatkan THR dari perusahaan mereka bekerja.

Baca Juga:  Inilah Jenis-Jenis Sekolah Islam yang Dibangun Oleh Para Pembaharu Islam

Selain itu, masing-masing orang juga memberikan uang kepada anak-anak yang Lebaran ke rumahnya. Ini biasanya disebut dengan istilah salam tempel. Maksudnya saat salaman minta maaf, disertai juga dengan amplop yang berisi uang mulai dari Rp2.000, Rp10.000 dan bahkan Rp.50.000.

Makanya, karena tradisi salam tempel ini, pada momen Idul Fitri, pertukaran uang uang baru menjadi meningkat.

Ketupat

Saat lebaran, terdapat hidangan khas yaitu ketupat. Dalam istilah Jawa, ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan.

Bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia dimana puasatnya adalah Allah SWT.

Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran.

Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya. Anyaman pada ketupat diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Baju Baru

Anda tentu masih ingat dengan lagu anak-anak, “Baju Baru, alhamdulillah”. Lagu ini menggambarkan salah satu tradisi Indonesia yang mana lebaran selalu identik dengan baju baru.

Anak-anak merasa sangat senang jika dibelikan baju baru saat lebaran. Orang tua pun juga begitu. Mereka pada saat lebaran membeli baju baru, sandal baru, sarung baru, kopiah baru. Bahkan ibu-ibunya juga beli perabotan baru.

Takbir Keliling

Mengumandangkan takbir saat Idul Fitri maupun Idul Adha memang merupakan hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan di Indonesia, mengumandangkan takbir ini dipraktekkan dalam wujud takbir keliling, dimana masyarakat turun tumpah ruah ke jalan untuk mengumandangkan takbir sambil memukul bedug. Bahkan, ada juga yang mengadakan festival takbiran.

Baca Juga:  Penggunaan al Quran dan Hadis Sebagai Pengobatan di Barus Sumatera Utara

Ziarah Kubur

Satu hari sebelum lebaran hingga beberapa hari kemudian, masyarakat muslim Indonesia biasanya mengisi hari raya Idul Fitri dengan melakukan ziarah kubur. Baik menziarahi saudara dan keluarga yang telah meninggal, maupun mengunjungi makam para ulama dan Wali Allah.

Dalam hal ini di sebagian masyarakat, kadang mereka menyewa bus atau kendaraan air untuk ziarah ke makam ulama atau Kyai yang dianggap keramat di daerah tersebut.

Halal Bihalal

Selain ziarah kubur, masyarakat muslim Indonesia pada hari raya Idulfitri juga berkunjung sesama mereka yang masih hidup. Mereka saling maaf-maafan dan makan bersama. Di Indonesia, hal ini diistilahkan dengan Halal Bihalal, yakni mereka saling menghalalkan atau memaafkan kesalahan antara mereka.

Lebaran Idul Fitri 2020

Namun, dari 7 tradisi Lebaran di Indonesia yang telah disebutkan di atas mungkin banyak yang tidak bisa dilakukan pada momen Lebaran kali ini. Semua pihak diminta bersabar dan melakukan interaksi terbatas demikian cepatnya proses penanganan penyebaran virus Corona.

Tidak Ada Mudik

Mudik sebagai salah satu tradisi Lebaran di Indonesia yang sangat menonjol. Biasanya H – 10 Idul Fitri sudah terasa. Televisi-televisi memberitakan padatnya arus mudik dan serba-serbi lainnya.

Namun untuk tahun ini sebagaimana kita tahu begitu sepi pemberitaan tentang arus mudik. Hal ini Sebagaimana telah kita maklumi memang pemerintah untuk tahun ini melarang orang untuk mudik

Shalat Idul Fitri di Rumah

jika biasanya H – 3 menjelang Idul Fitri panitia dan pengurus masjid telah sibuk mempersiapkan tempat untuk pelaksanaan salat idulfitri.

Baca Juga:  Pemikiran KH. Said Aqiel Siradj; Pentingnya Fiqh Tamaddun di Nusantara

Masjid maupun lapangan telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk menampung ratusan bahkan ribuan jamaah yang akan turut mengikuti pelaksanaan salat idulfitri.

Namun berbeda dengan tahun ini, lagi lagi karena wabah Covid-19, pemerintah menginstruksikan untuk melaksanakan salat idulfitri di rumah saja.

Maaf-Maafan Lewat Medsos

Momen saling maaf-maafan yang terkemas dalam dalam acara halal bihalal atau open house untuk tahun ini juga tidak bisa dilaksanakan seacara langsung.

Atau kalau pun bisa,.mungkin terbatas pada keluarga dekat.

Namun tetap saja bagi kita yang ingin saling meminta maaf kepada teman dan keluarga bisa dengan menggunakan media sosial, misalnya. Bisa dengan Facebook, WA, BBM,.Line maupun alat media sosial lainnya.

Ya, demikianlah beberapa tradisi Lebaran yang ada di Indonesia. Walaupun di tengah kondisi yang kurang mengenakkan ini ada beberapa di antaranya yang tidak bisa dilakukan atau pun kalau bisa dalam hanya dalam lingkup yang terbatas.

Semoga wabah ini segera berlalu sehingga kita bisa menikmati suasana lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya dalam keadaan normal dan penuh Sukacita. Amin.

Faisol Abdurrahman