Tukang Sihir, Peramal dan Dukun dalam Pandangan Islam

Tukang Sihir, Peramal dan Dukun dalam Pandangan Islam

Pecihitam.org – Mungkin disaat membaca buku sejarah kita akan mendapati bacaan dimana terdapat zaman yang tumbuh dan besar dalam naungan tukang sihir, peramal maupun dukun. Dan perihal ini jelas berada pada zaman sebelum Islam datang dengan dakwahnya yang gemilang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Seperti pada sejarah sejarah Nabi sebelum di Utusnya Rasulullah sebagai pembawa panji kebenaran, diantaranya zaman Fi’raun yang amat membesar besarkan tukang peramal ataupun tukang sihir.

Namun semenjak Islam datang dengan ajarannya maka disanalah dengan keras menentang segala macam praktik ilmu santet (Penyerangan kepada seseorang dengan jarak jauh dengan menggunakan media seperti boneka, jerami, kemenyan ataupun yang lainnya), pelet (ilmu Ghaib yang berfungsi mempengaruhi alam bawah sadar seseorang agar tergila gila pada si pelaku) maupun ilmu dukun atau ramalan lainnya.

Tidak hanya itu Islam pun sangat melarang keras tentang adanya praktik mengadu nasib dengan menggunakan media tertentu. Seperti kerikil, ilmu perbintangan, meminta bantuan jin pada dukun dukun ataupun bersandar pada hayalan yang menyesatkan.

Mengapa harus seperti itu? jelas ini karena tak adanya satu pun makhluk yang mengetahui alam Ghaib, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al An’am [6]: 59)

Selain itu, perlunya kita ketahui bahwasanya Praktik sihir, dukun maupun ramalan termasuk dosa besar. Dan hal itu terjadi dikarenakan kepercayaan pada Ahli sihir, dukun maupun ramalan yang bisa saja memorak porandakan bangunan Aqidah kita sebagai ummat islam, merusak organ tubuh, menghabiskan harta benda, menjerumuskan pada kemusyrikan, dan melalaikan Atas segala sesuatu.

Baca Juga:  Inilah Nama Malaikat Pencabut Nyawa, Kata-Kata dan Tanda Kehadirannya

Berkaitan dengan hal ini rupanya tidak hanya digambarkan dalam Ayat Al-Qur’an mengenai Alam Ghaib yang hanya di ketahui oleh Allah saja, melainkan Rasulullah pun menjelaskan tentang berbagai bahaya yang ditimbulkan oleh tukang sihir dan semisalnya. Diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan lainnya

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda “Jauhilah tujuh perbuatan yang membinasakan” lantas para sahabata bertanya “Wahai Rasulullah, apakah itu?” maka Beliau menjawab “ Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan kecuali dengan adanya alasan yang dibenarkan, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh perempuan mukmin yang baik baik berbuat zina”

Tidak hanya itu, Allah tidak akan mengampuni dosa seorang penyihir sebagaimana dalam sebuah Hadits riwayat Ath- Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath dan Al Mu’jam Al Shagir yang diantara perawinya Laits bin Abi Sulaiman bahwasanya Rasulullah bersabda

Baca Juga:  Ragam Makna "Kafir"

Ada tiga perbuatan yang jika seseorang melakuka salah satunya, sesungguhnya Allah mengampuni siapa saja yang dikehendaki-Nya kecuali ia mati dalam kondisi tidak menyekutukan Allah, bukan seorang penyihir yang menuruti sihirnya dan bukan pula orang yang dengki kepada saudaranya”

Lantas bagaimana nasib bagi mereka yang mendatangi tukang sihir, peramal ataupun dukun? Jelas perihal ini Islam memandanganya bahwa dia telah terlepas dari ajaran yang diturunkan kepada Muhammad Saw. Seperti pada Hadits riwayat Ath-Thabrani dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda

Barang siapa mendatangi seorang dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh ia telah terlepas dari ajaran yang diturunkan kepada Muhammad Saw., dan barang siapa yang mendatanginya namun tidak membenarkan perkataannya maka Shalatnya tidak diterima selama 40 hari

Baca Juga:  Hati-Hati! Hukum Percaya Ramalan Tahun Baru Bisa Boleh tapi Bisa Haram

Hadits diatas kembali diperkuat dengan hadits riwayat Muslim, dari Shafiyah binti Abi Ubaid yang menuturkan dari sebagian Istri Istri Nabi Saw., Beliau bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu menanyakan sesuatu kepadanya dan membenarkannya maka Shalatnya tidak diterima selama 40 malam”

Adapun ilmu perbintangan yang menjadi ilmu yang sampai sekarang masih digunakan untuk menebak masa depan seseorang dalam ruang lingkup kasus ini masih dihukumi sebagai ilmu tukang sihir. Seperti yang termaktub dalam Hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan yang lainnya dikatakan bahwa dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang mempelajari ilmu perbintangan, berarti ia telah mempelajari salah satu cabang ilmu sihir sesuai dengan kadar yang dipelajarinya.”

Wallahu a’lam

Rosmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *