Mana yang Benar, Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam? Ini Penjelasannya

waalaikumsalam

Pecihitam.org – Bagi umat Islam ketika bertemu orang lain, dianjurkan untuk mengucap salam. Assalamualaikum merupakan sapaan salam yang mengandung doa keselamatan di dalamnya. Adapun, kita sering mendengar orang menjawab salam tersebut dengan kalimat ‘Waalaikumussalam’. Ada juga yang menggunakan jawaban ‘Waalaikumsalam’.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mengenai jawaban salam ini masih banyak yang memperdebatkan antara dijawab Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam. Sekilas, kedua kalimat tersebut tidak memiliki perbedaan dalam pengucapan. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Lantas mana yang benar atau mana yang lebih baik?

Assalamualaikum

Lafadz Assalamualaikum mempunyai makna mendalam dalam mendoakan orang yang disapa. Doa yang terkandung semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Bagi orang yang mengucap ” Assalamu’alaikum” akan mendapatkan banyak keutamaan. Sedangkan yang mendengar ucapan tersebut wajib menjawabnya.

Arti Assalamualaikum

Tulisan lafadz Salam yang paling sederhana adalah (السَّلَامُ عَلَيْكُمْ), jika ditulis dengan bahasa Indonesia menjadi Assalamu ’Alaikum yang mengandung makna “Semoga Keselamatan selalu tercurah Kepada Kalian”. Kalimat dengan indikasi doa sangat kuat, serta menggemberikan bagi orang yang mendengar.

Sedangkan jika kita tulis secara lengkap (ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ) dengan transliterasi menjadi “Assalamu ‘Alaikum wa Rahmatu Allahi wa Baarakatuhu” yang mencakup didalamnya 3 doa sekaligus. Doa-doa tersebut antara lain;

  • (ٱلسَّلَامُ) adalah doa keselamatan diperuntukan bagi orang yang mendapatkan “Salam”. Dengan doa kepada Allah SWT semoga selalu melimpahkan faidah keselamatan bagi orang muslim.
  • (رَحْمَةُ) merupakan doa, semoga kita selalu dalam naungan kasih sayang/ rahmat Allah SWT dan tidak terputus-putus
  • (بَرَكَاتُ) dimaknai sebagai Keberkahan Allah SWT selalu tersemat kepada orang Islam. Berkah adalah serapan dari bahasa Arab yang bermakna (زيادة الخير)-bertambahnya kebaikan yang tidak terputus. Keberkahan hidup memang selalu dinanti oleh orang islam.

Salam dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antar sesama umat muslim. Kalimat ini biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah, masjid atau tempat- tempat lainnya.

Baca Juga:  Makan dan Minum dengan Tangan Kiri Bagaimana Hukumnya?

Dari kitab Al-Adzkar karya Imam an Nawawi. Terdapat 3 jenjang salam yang boleh kita gunakan sebagai sapaan atau doa kita terhadap sesama Muslim lainnya. Diantaranya yaitu:

  • Assalamu’alaikum artinya adalah Semoga Keselamatan terlimpah untukmu.
  • Assalamu’alaikum Warahmatullah artinya Semoga Allah Melimpahkan Keselematan dan Rahmat-Nya untukmu / Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah untukmu.
  • Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh artinya adalah semoga Allah Melimpahkan keselamatan, Rahmat dan Keberkahan untukmu. atau Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahannya terlimpah padamu / kalian.

Hukum Mungucap Salam dan Menjawabnya

Secara umum, Hukum mengucapkan salam adalah Sunnah. Namun bagi yang mendengarnya maka hukumnya wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.

Dasarnya adalah hadits Rasululllah Saw shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَ

Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan“Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata,“sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan,“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata,“Dua puluh (kebaikan)”.

Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata,“Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)

Membalas Salam

Adapun kewajiban dan bentuk membalas salam adalah didasarkan firman Allah Swt dalam Al Quran surat an-Nisa,

Baca Juga:  Halal-Haram Hukum Trading Forex dalam Pandangan Islam

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kita untuk membalas salam orang lain dengan yang lebih baik. Sehingga jika ada seseorang yang memberi salam dengan mengucapkan,

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Assalamu ‘alaikum”

Maka bagi kita yang mendengarnya minimal menjawab salam tersebut dengan mengucapkan,

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ
“Waalaikumussalam”

Adapun jika kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dan sempurna dengan mengucapkan,

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Waalaikumussalam wa rahmatullah”

Atau

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“Waalaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh” (Maka ini lebih baik).

Sehingga apabila yang memberi salam mengucapkannya secara lengkap, maka sepantasnya kita membalas salam tersebut dengan ucapan yang lengkap pula.

Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam?

Nah kalimat jawaban ini yang terkadang menjadi perdebatan. Lantas mana yang benar dalam menjawab salam,Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam?

Hal ini pernah dijawab oleh Kiai Subhan Makmun Rais Syuriah PBNU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes, Jawa Tengah.

Ketika mengisi sebuah kajian kitab Tafsir Al-Munir di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Kiai Subhan Makmum menyampaikan “Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat waalaikumussalam, jangan waalaikumsalam.”

Kiai Subhan Makmum menyampaikan hal ini di sela-sela menjelaskan penafsiran Surat An-Nisa ayat 86 yang menuturkan,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).”

Kiai Subhan Makmum kembali menjelaskan, bahwa orang yang mengucapkan salam kepada kita dengan mengucapkan As-salamualaikum kata salam-nya (ٱلسَّلَامُ) menggunakan “al” ma’rifat. Maka, sebagaimana perintah ayat di atas membalasnya pun harus dengan menggunakan “al“ ma’rifat agar balasannya sepadan.

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Makan Sesajen Menurut Islam?

Oleh karenanya menjawab salam harus dengan kalimat Waalaikumussalam, bukan Waalaikumsalam, yang mana kata salam-nya berupa isim nakirah, tanpa “al”. Lantas apa bedanya makna di antara keduanya?

Kiai Subhan Makmun menjelaskan bahwa kata “salam” menggunakan isim ma’rifat (dengan adanya “al” di depannya) maka itu berarti salam (keselamatan) yang disampaikan merupakan salam yang berasal dari Allah, bukan salam dari selain-Nya.

Akan tetapi jika kata “salam” ini diucapkan dalam bentuk isim nakirah (tanpa “al” di depannya) maka makna salam ini bersifat umum, tidak tentu yang berasal dari Allah. Itu sebabnya menjawab salam dengan kalimat waalaikumsalam berarti tidak sesuai dengan perintah surat An Nisa diatas. Karena membalas secara tidak sepadan dengan orang yang mengucapkan salam pertama.

Teguran Habib Abdullah

Kiai Subhan kemudian mengisahkan peristiwa yang pernah terjadi di lingkungan pesantrennya. Bahwa satu ketika di pesantren beliau kedatangan Habib Abdullah bin Salim Alkaf dari Pekalongan seorang alumni Al-Azhar Kairo dan juga ahli tafsir.

Mendapat kabar bahwa Habib Abdullah bin Salim akan hadir di pesantrennya, Kiai Subhan lalu mengingatkan kepada para santri supaya saat sang Habib hadir dan beruluk salam maka harus dijawab dengan kalimat waalaikumussalam, bukan waalaikumsalam.

Namun sampai hari H terjadi hal yang tidak sesuai harapan. Saat sang habib hadir ternyata ada seorang santri yang sebelumnya tidak ikut mendengar peringatan kiai berada di bagian paling depan dalam penyambutan.

Dan ketika Habib Abdullah mengucapkan salam santri ini ternyata dengan kerasnya menjawab Waaalakumsalam. Mendengar jawaban ini Habib Abdullah kemudian menegurnya bahwa itu adalah jawaban yang kurang tepat.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik