Bagaimana Ashabul Kahfi Bisa Tidur Selama 309 Tahun? Ini Penjelasan Al-Qur’an dan Sains

Ashabul Kahfi Bisa Tidur Selama 309 Tahun

Pecihitam.org – Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Itulah nama tujuh pemuda Ashabul Kahfi – ditambah seekor anjing bernama Qithmir yang tidur selama 309 tahun di dalam gua.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kisah mereka yang luar biasa ini, disebutkan oleh Allah dalam Surat Al Kahfi ayat 9 – 26.

Menariknya, bagaimana mereka bisa tidur dalam durasi waktu yang sangat lama, lebih dari 3 abad tersebut?

Maka ulasan kami kali ini akan memaparkan berdasarkan penjelasan Al-Qur’an dan sains mengenai pemuda-pemuda beriman ini tidur hingga 300 tahun lebih.

Ternyata, berdasarkan kisah mereka yang diceritakan oleh Allah, setidaknya bisa disimpulkan ada lima hal yang menyebabkan Ashabul Kahfi bisa tidur selama 309 tahun.

Pertama, Allah menutup telinga mereka
Hal pertama yang menyebabkan Ashabul Kahfi bisa tidur dengan waktu yang sangat lama adalah karena Allah menutup telinga mereka. Disebutkan pada ayat ke-11 dalam Surat Al Kahfi

فَضَرَبْنَا عَلٰٓى اٰذَانِهِمْ فِى الْكَهْفِ سِنِيْنَ عَدَدًاۙ

Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.

Para mufassir menjelaskan, maksud ayat ini adalah menutup pendengaran mereka sehingga tidak ada suara yang bisa mengganggu dan membangunkan mereka dari tidur. Sebagaimana kita tahu, saat tidur hal yang biasanya mengganggu dan dan membuat terbangun adalah ketika telinga mendengarkan suara.

Dan ini tidak akan terjadi kepada Ashabul Kahfi, karena telinga atau pendengaran mereka telah ditutup oleh Allah.

Secara ilmiah, bisa dijelaskan juga. Bahwa telinga memiliki empat titik akupunktur yang berfungsi untuk menekan nafsu makan. Dalam kalimat Allah menutup telinga dapat pula diartikan sebagai menekan empat titik akupunktur tersebut sehingga nafsu makan mereka terbatas.

Baca Juga:  Fiqih Maqashid Ibnu Taimiyah, 4 Pokok Pemikirannya

Dengan demikian, maka walaupun dalam waktu yang sangat lama mereka tidak merasa kelaparan. Karena sebagaimana kita tahu, walaupun dalam keadaan tidur jika perut keroncongan, maka hal itu juga bisa membuat kita terbangun dari tidur.

Kedua, tidak ada sinar matahari yang langsung mengenai mereka
Allah menyebutkan pada ayat ke-17

وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ

Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri.

Menurut keterangan para ahli tafsir, mulut gua itu menghadap ke Utara, sehingga tidak ada sinar matahari yang langsung mengenai mereka. Matahari yang terbit dari arah Timur dan terbenam di arah Barat, sinar langsungnya hanya mengenai kedua bagian mulut gua.

Tetapi, cahaya dari bias matahari melalui mulut gua itu tetap bisa tembus ke dalam sehingga mereka tidak berada dalam kegelapan yang menakutkan.

Ilmu sains menjelaskan juga tentang ini. Tidak adanya sinar matahari langsung membuat keadaannya redup. Hal ini memungkinkan suhu di dalamnya menjadi sejuk. Keadaan ini dapat memberikan kenyamanan dan membuat tidur kian lelap.

Ketiga, gua yang mereka tempati luas
Masih dari ayat ke-17, Allah berfirman

وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

Baca Juga:  Hukum Menggabungkan Pendapat Dua Mazhab dalam Ibadah, Bolehkah?

… sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Bagian dalam gua yang luas, juga diperkirakan menjadi faktor kuat yang membuat mereka tidur sangat lama. Karena dengan tempat yang luas itu tidak akan membuat mereka saling berdesakan yang mengakibatkan mereka cepat terbangun.

Keempat, tubuh mereka dibolak-balik
Disebutkan pada ayat ke-18

وَّنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ

… dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri

Pendengaran telinga yang ditutup, tidak terkena sinar matahari langsung, gua yang luas, ditambah tubuh mereka juga di bolak-balik oleh Allah menjadikan mereka semakin lelap tidurnya.

Karena berdasarkan sains, bergeraknya tubuh membuat sirkulasi aliran darah tetap terjaga. Inilah yang tidak menjadikan mereka merasa pegal-pegal meskipun tidur dalam waktu lama.

Kelima, gua terlihat menyeramkan dengan adanya seekor anjing
Allah SWT berfirman dalam masih pada ayat ke-18


وَتَحْسَبُهُمْ اَيْقَاظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖوَّنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖوَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

… sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.

Di mana-mana, gua pasti selalu terlihat menyeramkan, terlebih dalam kisah Ashabul Kahfi ini. Terdapat seekor anjing di mulut gua yang seolah penjaga dengan menjulurkan kakinya ke bibir hua. Ini sungguh semakin menambah kesan menyeramkan. Sehingga Allah menggambarkan, orang yang melihat gua Ashabul Kahfi ini akan lari dengan penuh rasa ketakutan.

Baca Juga:  Berguru kepada Nabi dan Sahabat? Hati-hati Memilih Ustadz!

Sebagaimana disebutkan dalam sejarahnya, hampir saja para pemuda Ashabul Kahfi ini ditemukan oleh pasukan Raja Dikyanus yang memburu mereka. Namun ketika hendak memasuki gua, mereka kemudian keluar dan lari dengan penuh ketakutan. Kenapa? Karena memang guanya sangat menyeramkan.

Dengan demikian, maka mereka bisa tidur dalam waktu yang sangat lama, karena tidak ada orang yang berani memasuki gua itu, lebih-lebih di mulut guanya terdapat seekor anjing.

Demikianlah tulisan kami tentang faktor yang menyebabkan Ashabul Kahfi tidur dalam jangka waktu 309 tahun berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan penjelasan sains modern. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman