Baca Yasin Malam Jumat adalah Sunnah Nabi yang Memiliki Banyak Keutamaan

Baca Yasin Malam Jumat adalah Sunnah Nabi yang Memiliki Banyak Keutamaan

Pecihitam.org – Setiap malam Jumat umat Islam di Nusantara sudah menjadi tradisi membaca surat Yasin secara berjamaah di mesjid-mesjid, Meunasah-meunasa (Aceh), dan mushallah-mushallah, bahkan di pesantren-pesantren. Pertanyaannya adalah apakah tradisi baca yasin malam Jumat ini adalah amalan rekayasa atau merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah?

Tradisi baca Yasin malam Jumat juga termasuk bagian yang sering di klaim bid’ah oleh kalangan “tertentu”. Dimana amalan ini adalah kebiasaan yang sudah berjalan di masyarakat kita yang dianggap oleh mereka tanpa ada dasar dalam Islam.

Karena itu, dalam artikel ini saya ingin memperjelas tradisi baca Yasin malam Jumat tersebut berdasarkan hadis-hadis dan pendapat ulama. Terus dibaca ya jangan berhenti dulu…

Dalam kitab al-Azkar Imam Nawawi dijelaskan sebagai berikut:

وروينا أحاديث كثيرة في قراءة سور في اليوم والليلة ، منها : يس ، وتبارك الملك ، والواقعة ، والدخان. فعن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” من قرأ (يس) في يوم وليلة ابتغاء وجه الله غفر له “. رواه ابن السني في ” عمل اليوم والليلة ” من حديث أبي هريرة ، وعزاه المنذري في ” الترغيب والترهيب ” لمالك وابن السني وابن حبان في صحيحه من حديث جندب ، وعزاه صاحب المشكاه للبيهقي في شعب الإيمان من حديث معقل بن يسار ، ورواه الطبراني في الدعاء ، والدارمي في سننه من حديث أبي هريرة ، وللحديث طرق ينهض بها.

Baca Juga:  Persentuhan Kulit Suami Istri, Apakah Batal Wudhu? Ini Pendapat Ulama

“Kami (kalangan perawi hadits) meriwayatkan banyak hadits tentang membaca surat-surat (tertentu) di hari dan malam jumah, diantaranya : Surat Yaasiin, Surat Tabaarak al-Mulk, Surat Waqi’ah dan Surat ad-Dukhan. Diriwayatkan dari Abi Hurairah Ra. Dari Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam “Barangsiapa membaca Yasin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya” (HR. Ibnu Sinni dalam bab ‘amalan dihari dan malam jumah’ dari Abu Hurairah, Syekh mundzir menganggap hadits ini kuat dalam kitab ‘Targhib wa at-tarhiib’ riwayat Malik, Ibnu Sinni, dan Ibnu Hibbaan dari riwayat Jandab, Pengarang kitab ‘alMisykaah’ juga menganggap hadits ini kuat dalam riwayat Imam baihaqi dari riwayat Mu’aqqal Bin Yasaar, Imam Thabrani meriwayatkannya dalam ‘bab doa’ dan Imam ad-Daarami juga meriwayatkan dalam kitab sunannya.”

Dalam kitab At-Targhiib wa at-Tarhiib I/298 dinukilkan hadis yang diriwayatkan oleh Asbahaani sebagai berikut:

Baca Juga:  Benarkah Semua Perbuatan Nabi Itu Sunnah yang Harus Diikuti?

وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر له رواه الأصبهاني

“Barangsiapa membaca Yasin pada hari dan malam Jumah dengan mengharap ridha Allah maka diampuni dosanya” (HR Asbahaani).

Dalam kitab al-Jaamii’ Li Ahkaam al-Quraan XV/3 dan Tafsiir Siraj al-Muniir III/301 dinukilkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tsa’labi sebagai berikut:

وذكر الثعلبي عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له”

“Imam Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairah Ra. “Barangsiapa membaca Yasin di malam jum’at, maka paginya diampuni dosanya”.

Dalam kitab Tafsir as-Sam’ani IV/265 dinukilkan hadis yang diriwayatkan oleh Muqatil bin Hayan sebagai berikut:

وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ‘ إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات

“Surat Yasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran”.

Dengan demikian, tradisi amalan baca surat Yasin tiap-tiap malam Jumat adalah sunnah Rasulullah saw dan sangat di anjurkan oleh Rasulullah saw. Kelebihannya sangat besar, antaranya adalah mendapat keampunan segala dosanya dan mendapat pahala sama telah membaca seluruh Alquran.

Baca Juga:  Hukum, Rukun, Syarat, Tata Cara Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Islam

Maka sungguh aneh ada kelompok kecil yang menuduh amalan umat Islam Nusantara ini adalah bid’ah. Tuduhan ini menunjukkan kebodohan diri mereka.

walaahu a’lam wa muwafiq ila aqwami al-thariq.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG