Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah, Salah Satunya Tidak Menjadi Sombong

ciri haji mabrur

Pecihitam.org – Bukan ibadah biasa, haji merupakan salah satu rukun islam yang diwajibkan bagi yang sudah mampu sesuai persyaratannya. Menunaikan haji termasuk jihad dijalan Allah. Mengeluarkan harta, mencurahkan tenaga, meninggalkan keluarga dan Negara untuk pergi ke Tanah Suci guna memenuhi panggilannya. Bahkan di Indonesia rela menunggu bertahun-tahun untuk dapat melaksanakan ibadah tersebut dan pastinya setiap jamaah haji mendambakan haji yang mabrur. Namun taukah anda apa saja ciri haji mabrur itu?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara bahasa haji mabrur adalah haji yang diterima Allah SWT. Sedang secara syariat haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan sesuai perintah Allah dan Rasulnya. Dengan melaksanakan syarat, rukun dan wajib serta memperhatikan apa saja yang dilarang saat melaksanakan ibadah haji. Sehingga semua dikerjakan hanya benar-benar mengharap ridho Allah SWT.

Dalam hadistnya Rasulullah menjelaskan mengenai pahala haji yang mabrur:


الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إلَّا الْجَنَّة

Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).

Banyak ulama yang berpendapat mengenai haji mabrur, antara lain haji yang mabrur adalah haji yang tidak tercampuri oleh kemaksiatan. Dilihat dari kata Al Mabrur yang artinya ketaatan, haji mabrur artinya haji yang dilaksanakan dengan penuh ketaatan tanpa tercampurnya dosa. Menurut Muhyidin Syarf An Nawawi pendapat ini merupakan yang paling sohih.

Baca Juga:  Anak Kecil Berangkat Haji, Sudah Gugurkah Rukun Islam Yang Ke Limanya?


قَالَ النَّوَوِيّ مَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا يَقْتَصِر لِصَاحِبِهَا مِنْ الْجَزَاء عَلَى تَكْفِير بَعْض ذُنُوبه لَا بُدّ أَنْ يَدْخُل الْجَنَّة قَالَ : وَالْأَصَحّ الْأَشْهَر أَنَّ الْحَجّ الْمَبْرُور الَّذِي لَا يُخَالِطهُ إِثْم مَأْخُوذ مِنْ الْبِرّ وَهُوَ الطَّاعَة

“Menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi makna hadits “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga” adalah bahwa ganjaran bagi orang dengan haji mabrur tidak hanya sebatas penghapusan sebagian dosa. Mabrur itu yang mengharuskan ia masuk surga. Imam Nawawi berkata: ‘Yang paling sahih dan masyhur adalah bahwa haji mabrur yang bersih dari dosa itu diambil dari al-birr (kebaikan) yaitu ketaatan”. (Lihat, Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, Halb-Maktab al-Mathbu’at al-Islamiyyah, cet ke-2, 1406 H/1986 H, juz, V, h. 112).

Tidak sombong termasuk ciri haji mabrur

Ciri haji Mabrur adalah haji yang tidak ada unsur riya. Hal ini dijelaskan oleh Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i.


وَقِيلَ هُوَ الَّذِي لَا رِيَاءَ فِيهِ وَقِيلَ : هُوَ الَّذِي لَا يَتَعَقَّبهُ مَعْصِيَةٌ وَهُمَا دَاخِلَانِ فِيمَا قَبْلهُمَا

“Ada ulama yang mengatakan haji mabrur adalah haji yang tidak ada unsur riya` di dalamnya. Ada lagi ulama yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah yang tidak diiringi dengan kemaksiatan. Kedua pandangan ini masuk ke dalam kategori pandangan sebelumnya.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Baca Juga:  Pemerintah Batalkan Haji 2020, Jemaah Bisa Tarik Kembali Dana Pelunasan Bipih

Rasulullah SAW juga pernah memberikan tanda atau ciri haji mabrur bagi setiap orang yang menjalankannya

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya mengenai haji mabrur. Rasulullah kemudian bersabda: ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih sanadnya namun tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya mengenai haji mabrur. Rasulullah kemudian bersabda: ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih sanadnya namun tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

Dari uraian diatas dapat kita ketahui beberapa ciri haji mabrur yaitu haji yang dilaksanakan penuh ketaatan, haji yang tanpa riya tau sombong, santun dan memberikan makanan.

Orang yang sudah melaksanakan ibadah haji haruslah bertambah kesantunannya, cinta damai dan semakin menjaga adabnya. Memberikan makanan disini bisa diartikan pula memperbanyak sedekah. Sehingga ada ulama yang mengatakan tidaklah pantas jika ada orang yang berangkat haji namun ada tetangganya yang kelaparan.

Baca Juga:  Naik Haji Lalu Kembali Murtad, Sungguh Sangat Celaka!

Sering kita jumpai banyak dimasyarakat kita orang yang sudah berhaji namun kurang peduli terhadap orang lain disekitarnya. Eloknya semakin kita memperbanyak ibadah semakin tinggi pula tingkat kesholehan. Dan orang yang sholeh adalah orang yang bermuamalah baik serta semakin peduli terhadap sesama.

Kita pahami orang yang mendapat predikat haji mabrur adalah hak prerogatif Allah SWT. Namun bagi kita yang ingin mendapat predikat tersebut dapat berpedoman pada Rasulullah mengenai ciri haji mabrur yang sudah dijelaskan diatas. Wallahu’alam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *