Kehidupan Nabi Musa Waktu Kecil; Tinggal di Istana dan Pernah Menjambak Jenggot Fir’aun

Kisah Nabi Musa Waktu Kecil; Hidup dalam Istna hingga Pernah Menjambak Jenggot Fir'aun

Pecihitam.org – Ada kisah menarik tentang Nabi Musa waktu kecil. Saat itu, Nabi Musa yang masih kanak-kanak dan baru belajar merangkak menarik jenggot Fir’aun hingga membuatnya kaget dan tersentak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana kita tahu, Nabi Musa Alaihissalam diutus Allah SWT untuk memimpin kaum Israel ke jalan yang benar. Ia merupakan anak Imran, bersaudara dengan Harun. Diilahirkan di Kota Mesir.

Pada masa kelahirannya, Firaun membuat peraturan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Tindakan itu diambil karena dia sudah terpengaruh oleh paranormal kerajaan yang menafsirkan mimpinya.

Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, kecuali Bani Israel, sedangkan paranormalnya mengatakan kekuasaan Fir’aun akan jatuh ke tangan seorang laki-laki dari bangsa Israel.

Karena cemas, dia memerintahkan setiap rumah digeledah dan jika menemukan bayi laki-laki, maka bayi itu harus dibunuh. Ibu Musa melahirkan seorang bayi laki-laki (Musa), dan kelahiran itu dirahasiakan.

Karena risau dengan keselamatan Musa, akhirnya Musa dihanyutkan ke Sungai Nil ketika berusia 3 bulan, setelah mendapatkan ilham dari Allah SWT.

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ.

Baca Juga:  Ternyata Pemuda Ini yang Jadi Sahabat Nabi Musa di Surga

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa:”Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. (QS. Al-Qashash ayat 7)

Setelah itu, Nabi Musa AS ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun yang sedang mandi dan kemudian membawanya ke istana. Melihat istrinya membawa seorang bayi laki-laki, Firaun ingin membunuh Musa.

Istrinya pun berkata: “Jangan membunuh anak ini karena aku menyayanginya. Lebih baik kita mengasuhnya seperti anak kita sendiri karena aku tidak mempunyai anak.” Dengan kata-kata dari istrinya tersebut, Firaun tidak sampai hati untuk membunuh Musa.

Allah SWT berfiraman dalam Al-Qur’an:

وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّي وَلَكَ لَا تَقْتُلُوهُ
عَسَى أَن يَنفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan berkatalah isteri Fir’aun: Ia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari. (QS. Al-Qashash ayat 9)

Baca Juga:  Kisah Tenggelamnya Harta Qarun di Tangan Nabi Musa

Pada saat itu, istri Firaun mencari pengasuh, tapi tidak seorang pun yang dapat menyusui Musa dengan baik. Dia menangis dan tidak mau disusui. Selepas itu, ibunya sendiri mengajukan diri untuk mengasuh dan membesarkannya di istana Firaun.

Diceritakan dalam Al-Quran:

فَرَدَدْنَاهُ إِلَىٰ أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berdukacita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (QS.Al-Qashash ayat 13)

Pada suatu hari, Firaun memangku Musa yang masih kanak-kanak, tetapi tiba-tiba janggutnya ditarik Musa hingga dia kesakitan, lalu berkata: Wahai istriku, “mungkin anak inilah yang akan menjatuhkan kekuasaanku.”

Istrinya berkata: “Sabarlah, dia masih anak-anak, belum berakal dan belum mengetahui apa pun.”Kita bisa melakukan sesuatu untuk mengujinya.

Pada saat itu pula Nabi Musa AS, ditawarkan dua bara api dan dua permata. Jika dia memilih dua permata, berarti dia sudah berakal dan akan dibunuh. Tapi apabila yang dipilihnya adalah bara api dan memasukan ke mulutnya, berati ia belum tahu apa-apa, Maka Nabi Musa AS harus dibiarkan hidup.

Baca Juga:  Kisah Abdullah bin Mubarak Bertemu Seorang Budak yang Ternyata Adalah Wali

Setelah ujian itu dilakukan, ternyata memang Nabi Musa Alaihissalam memilih dua bara api, bukan permata. Maka selamatlah ia dari kematian di tengah algojo Fir’aun. Demikianlah kisah Nabi Musa waktu kecil. Iatumbuh dan berkembang di istana keluarga Raja Firaun di bawah pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Faisol Abdurrahman