Keutamaan Puasa Arafah Terhadap Muslim yang Menunaikannya

Keutamaan Puasa Arafah

Pecihitam.org – Puasa Arafah adalah Salah satu ibadah sunnah yang sangat rugi jika kita tinggalkan. Bagaimana tidak, keutamaan puasa arafah saat dilaksanakan begitu besar . Pelaksanaannya jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, yakni hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Hanya terjadi setahun sekali, nih. Jadi, sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebenarnya apa sih keutamaan puasa Arafah sehingga sangat dianjurkan bagi seorang muslim?

Ternyata, puasa Arafah memiliki keutamaan yang begitu besar. Para ulama memasukkan puasa Arafah ini ke dalam daftar puasa sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad). Keputusan para ulama ini tidak sembarangan dibuat. Keputusan ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya, “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Baca Juga:  Ketika Puasa Daud Bertepatan dengan Hari Jumat, Tetap Shaum atau Bagaimanakah?

Sebagai umat Islam, kita sangat diuntungkan dengan adanya puasa Arfah ini. Tapi ingat, pelaksanaan puasa sunnah tidak semata-mata hanya mengharapkan pahala atau imbalannya saja. Ibadah apa pun yang dilakukan mesti berdasar pada keikhlasan kita kepada Allah SWT, bentuk pengabdian kita selama hidup kepada Yang Maha Kuasa. Sesuai dengan tugas kita hidup di dunia yakni beribadah kepada-Nya. Jika kita melaksanakan puasa sunnah hanya berlandaskan pahala, maka puasa kita tentu tidak akan afdol.

Nah, bagi mereka yang ingin berpuasa Arafah, ada hal khusus yang mesti dilaksanakan. Hal tersebut yakni niat puasa sunnah Arafah di malam harinya. Berikut ini lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Baca Juga:  Hukum Puasa Tapi Tidak Sahur, Pahami Hal Ini Agar Tidak Salah

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Niat puasa Arafah ini harus dilafalkan. Apabila ada orang yang ingin berpuasa sunnah Arafah di siang hari tapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya, maka orang tersebut boleh menyusul pelafalan niat dan melafalkan dan menggerakkan hati untuk niat sunnah puasa Arafah seketika itu juga.

Sebab, kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Untuk puasa sunnah, niatnya boleh dilakukan di siang hari apabila orang tersebut belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh hingga gelincir matahari atau Zuhur. Asalkan ada niat puasa, tidak sembarangan melaksanakan puasa dan tidak menafikan syarat-syarat sah puasa, maka puasa yang dilaksanakan akan tetap sah.

Berikut ini lafal niat puasa sunnah Arafah di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Baca Juga:  Perhatikan! Inilah Perkara yang Mengurangi Pahala Bahkan Membatalkan Puasa

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

Beruntungnya umat Islam sebab memiliki ibadah dengan keutamaan yang sangat luar biasa, khususnya mereka yang memperoleh keutamaan puasa arafah. Sebagai seorang muslim, akan sangat rugi bagi kita jika tidak melaksanakan puasa Arafah sebab puasa sunnah ini hanya terjadi setahun sekali.

Keistimewaan lainnya adalah puasa Arafah dilaksanakan di bulan Dzulhijjah, bulan yang sangat mulia. Yuk puasa Arafah! Ajak saudara sesama muslim lainnya untuk melaksanakan ibadah sunnah ini bersama. Insya Allah, ibadah kita pun akan jauh lebih bermakna. Aamiin.

Habib Mucharror

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *