Keutamaan Sholat Dhuha, Rejeki Dijamin Lancar!

Keutamaan Sholat Dhuha, Rejeki Dijamin Lancar!

PeciHitam.org – Sebelum membahas perihal keutamaan sholat dhuha pada artikel ini, shalat dhuha sendiri memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata;

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : ” أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام ” ( رواه البخاري 

Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

Di antara keutamaan yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala doa. Sebagaimana hadits Abu Hurairah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ “

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Shalat dhuha termasuk salah satu dari shalat sunah yang dianjurkan. Terdapat bermacam-macam dalil, baik dari Al-Qur’an maupun dari hadits yang menegaskan keutamaan sholat dhuha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.

Baca Juga:  Begini Niat, Jumlah Rakaat dan Doa Sholat Dhuha Secara Lengkap Beserta Artinya

ويسن الضحى لقوله تعالى “يسبحن بالعشي والإشراق” قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى. روي الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام

Artinya, “Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT, ‘Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.’ Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’”
Wasiat Nabi tersebut tidak hanya khusus bagi Abu Hurairah (saja), tetapi berlaku untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW (setelahnya) karena di dalam hadits lain disebutkan shalat dhuha memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Di antara hikmah shalat dhuha ialah sebagai berikut.

Ampunan Dosa terkait mendapatkan ampunan dosa sebagai keutamaan sholat dhuha, dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

Baca Juga:  Definisi Wakaf Serta Landasan Hukumnya dalam Al-Quran, Hadis dan Ijma’

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tidak Dianggap Orang Lalai
keutamaan sholat dhuha yang lainnya ialah tidak dianggap sebagai orang yang lalai. Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).
Dhuha sebagai Sedekah
keutamaan sholat dhuha yang terakhir (dalam tulisan ini), dhuha dianggap oleh Rasulullah sebagai bentuk sedekah. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf ialah sebuah sedekah, nahi mungkar ialah sedekah (juga), dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).
Selain tiga hikmah seperti yang dijelaskan tersebut, masih banyak hikmah shalat dhuha yang disebutkan dalam hadits Nabi. Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal raka’at yang dilaksanakan dalam shalat dhuha adalah dua raka’at dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan raka’at.

Baca Juga:  Bolehkah Orang Tua Memukul Anak Ketika Tidak Mau Shalat dan Puasa?

Semoga keutamaan sholat dhuha ini mampu memotivasi kita dalam urusan mendekatkan diri kepada Allah swt. Amiin..

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.