Memperlakukan Anak dengan Kasih Sayang Adalah Anjuran Rasulullah saw

Memperlakukan Anak dengan Kasih Sayang Adalah Anjuran Rasulullah saw

Pecihitam.org – Setiap orang tua wajib menyayangi anak-anaknya, baik dalam bentuk perlakuan maupun tanggung jawab memenuhi nafkah mereka. Memperlakukan anak dengan kasih sayang merupakan identitas seorang muslim. Melalui rasa kasih sayang tersebut anak-anak kita pun akan menebarkan kasih sayang kepada orang lain.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jika kita memperlakukan anak-anak dengan sikap yang jahat, maka mereka pun akan berbuat demikian pula kepada orang lain. Ia pun tidak akan bersimpati terhadap orang tuanya. Ia bisa tumbuh menjadi anak yang pembantah dan tidak perduli kepada kita.

Rasulullah saw. mengajarkan supaya setiap orang tua menyayangi anak-anaknya. Kasih sayang yang ditanamkan pada seorang anak sungguh merupakan amalan mulia yang tidak sia-sia. Anak juga dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk menjemput pertolongan Allah nanti di hari akhirat.

Rasulullah saw. memberi teladan tentang memperlakukan anak dengan kasih sayang, yaitu ketika beliau bertemu dengan anak-anak, ia mengelus kepala anak-anak itu, menggendong dan bercanda dengan anak-anak. 

Abu Hurairah ra. telah menceritakan, bahwa suatu hari Rasulullah saw. mencium Al-Hasan, sedangkan di hadapan beliau saat itu terdapat Al-Aqra’ Ibnu Haabis yang sedang duduk, lalu Al-Aqra’ berkata: “sesungguhnya saya punya sepuluh orang anak, tetapi saya belum pernah mencium seorang pun di antara mereka.” Rasulullah saw. memandang ke arahnya dan bersabda:

Baca Juga:  Hukum Talak Dalam Islam, Boleh Dilakukan Atau Tidak?

“Barangsiapa yang tidak punya rasa belas kasihan, niscaya tidak akan dikasihani.” (HR. Bukhari).

Tsabit telah meriwayatkan dari Anas yang telah menceritakan bahwa Rasulullah saw. mengambil putranya Ibrahim lalu menciumi dan mengendusinya.

Banyak sekali cara yang ditunjukkan orang tua sebagai bukti betapa orang tua mengasihi anaknya. Sejak kita dilahirkan ke dunia, tidak luput dari kasih sayang Allah, yaitu melalui ibu dan ayah kita.

Mereka membesarkan kita, memilih pendidikan yang baik, membekalinya dengan akhlak yang mulia hingga menjadi dewasa dan mandiri.

Orang tua juga bersedia berkorban apa saja demi menunjukkan kasih sayangnya kepada sang anak. Ia rela bekerja keras supaya kebutuhan anak tercukupi, ia rela tidak makan asalkan anak merasa kenyang, ia mengurungkan kebutuhannya untuk memenuhi kebutuhan anak, dan sebagainya.

Misalnya, seorang ibu rela setiap malam menjual jagung bakar dari satu pasar malam ke pasar malam yang lain demi mencari uang untuk membiayai anaknya yang kuliah di luar daerahnya. Ia harus bekerja demikian karena suaminya telah meninggal.

Seorang ayah rela menjadi tukang sampah keliling supaya mendapat uang untuk membiayai sekolah anaknya. Kasih sayang semacam ini adalah kasih sayang yang penuh barakah karena bertujuan untuk sesuatu yang luhur dan bermanfaat, yaitu supaya anak lancar dalam membina ilmu. Salah satu faktornya adalah biaya.

Baca Juga:  Cinta Segitiga dalam Rumah Tangga, Begini Cara Menyikapi Cinta yang Tidak Seharusnya

Diantara anjuran Rasulullah saw. untuk menyayangi anak-anaknya ditunjukkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas ra. disebutkan bahwa: pernah ada seorang wanita datang kepada ‘Aisyah ra., lalu ‘Aisyah memberinya tiga butir kurma. Wanita itu pun memberikan kepada dua anaknya, masing-masing sebiji kurma dan sisanya untuk dirinya sendiri.

Buah kurma itu langsung dimakan oleh kedua anaknya, lalu keduanya memandang kepada ibunya, maka sang ibu memahami anaknya, kemudian membelah sebiji kurma itu menjadi dua bagian dan memberikan kepada masing-masing dari dua anknya itu separuh buah kurma.

Tidak lama kemudian Rasulullah saw. datang dan ‘Aisyah menceritakan peristiwa itu kepadanya, maka Rasulullah saw. bersabda:

“Mengapa kamu mesti heran dengan sikapnya? sesungguhnya Allah telah merahmatinya berkat kasih sayangnya kepada kedua anaknya itu.” (HR. Bukhari)

Cara-cara yang diteladankan oleh Rasulullah saw. ini patut kita jadikan panduan supaya kita dapat menyayangi anak-anak kita sebagaimana Rasulullah pernah memberikan contoh.

Dari Anas bin Malik ra., berkata: “Aku tidak melihat seorang yang lebih menyayangi keluarganya daripada Rasulullah saw.” (HR. Muslim)

Kita pun harus mengajarkan kepada anak-anak kita supaya ia menyayangi anak-anak yang lebih kecil usianya.

Baca Juga:  Kesunnahan dalam Pelaksanaan Pernikahan Menurut KH. Hasyim Asy'ari

Contoh yang dapat kita berikan adalah bermain dengan anak-anak yang lebih kecil dengan ramah, tidak merasa sombong dan jangan sekali-kali membohongi atau berbuat curang, menemaninya ketika belajar, jangan memukulnya, dan mengantarkan anak kecil pulang ke rumahnya supaya tidak tersesat.

Orang tua yang menyayangi anak-anak atau segala sesuatu yang ada di muka bumi ini, maka yang ada di langit pun akan menyayanginya.

Rasulullah saw. pernah bersabda:

“Orang-orang yang mempunyai sifat penyayang akan disayang oleh sang Maha Penyayang. Oleh karena itu, sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Demikianlah uraian singkat ini semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca semuanya. Amin. Wallahu ‘alam.

Mehri Andani MB