Surah Ad-Dukhan Ayat 1-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ad-Dukhan Ayat 1-8

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ad-Dukhan Ayat 1-8 ini, sebelum membahas kandungan ayat terlebih dahulu kita mengetahui isi kandungan surah. Surah ini diawali dengan uraian tentang al-Qur’ân yang diturunkan oleh Allah pada lalatulkadar (laylat al-qadr) yang penuh keberkahan, untuk memberi peringatan dan untuk mengajak umat manusia mengakui keesaan Tuhan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setelah itu, surah ini juga menyinggung pembicaraan tentang hari kebangkitan yang, tidak perlu diragukan lagi, pasti akan datang. Pembicaraan tentang hari kiamat ini kemudian disusul dengan perdebatan terhadap alasan orang-orang yang megingkari kedatangannya.

Surah ini kemudian memberikan bantahan kepada orang-orang musyrik seraya melakukan perbandingan antara orang-orang musyrik Mekah dengan kaum Fir’aun yang hidup sebelum mereka yang, karena keingkarannya, mendapatkan balasan dari Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ad-Dukhan Ayat 1-8

Surah Ad-Dukhan Ayat 1
حمٓ

Terjemahan: “Haa miim.

Tafsir Jalalain: Ad-Dukhaan (Asap) (Ha Mim) hanya Allah sajalah yang mengetahui arti dan maksudnya.

Tafsir Ibnu Katsir: [] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya.

Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

[] Malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. [] Yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.

Allah berfirman seraya menceritakan tentang al-Qur’an yang agung, bahwa Dia telah menurunkannya pada malam yang penuh berkah, yaitu malam Lailatul Qadar. Sebagaimana yang difirmankan Allah: innaa anzalnaaHu fii lailatil qadri (“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [al-Qur’an] pada malam kemuliaan.”)(al-Qadar: 1)

Dan yang demikian itu terjadi pada bulan Ramadlan, sebagaimana yang difirmankan Allah: syaHru ramadlaanalladzii unzila fiiHil qur-aanu (“Bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan [permulaan] al-Qur’an.”) (al-Baqarah: 185)

Tafsir Kemenag: Ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur’an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada “Al-Qur’an dan Tafsirnya” jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.”.

Tafsir Quraish Shihab: Surah ini diawali dengan uraian tentang al-Qur’ân yang diturunkan oleh Allah pada lalatulkadar (laylat al-qadr) yang penuh keberkahan, untuk memberi peringatan dan untuk mengajak umat manusia mengakui keesaan Tuhan.

Setelah itu, surah ini juga menyinggung pembicaraan tentang hari kebangkitan yang, tidak perlu diragukan lagi, pasti akan datang. Pembicaraan tentang hari kiamat ini kemudian disusul dengan perdebatan terhadap alasan orang-orang yang megingkari kedatangannya.

Surah ini kemudian memberikan bantahan kepada orang-orang musyrik seraya melakukan perbandingan antara orang-orang musyrik Mekah dengan kaum Fir’aun yang hidup sebelum mereka yang, karena keingkarannya, mendapatkan balasan dari Allah.

Pada bagian lain, surah ini menyatakan dengan tegas bahwa hari kiamat adalah hari yang telah dijanjikan bagi semua kelompok orang-orang kafir dan sesat, dan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sesat dan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Seperti pembukaannya, surah ini diakhiri pula dengan uraian tentang al-Qur’ân dan ancaman Allah kepada orang-orang yang mendustakan Rasulullah saw. bahwa mereka akan mendapat siksaan berupa cobaan dan berbagai kesulitan.]]

Hâ, Mîm. Seperti gaya al-Qur’ân dalam mengawali beberapa suratnya dengan menyebut huruf-huruf eja, surat ini pun diawali dengan dua huruf fonemis.

Surah Ad-Dukhan Ayat 2
وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ

Terjemahan: “Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan,

Tafsir Jalalain: وَٱلۡكِتَٰبِ (Demi Alkitab) yaitu Alquran ٱلۡمُبِينِ (yang menjelaskan) yang memenangkan perkara yang halal atas perkara yang haram.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya menceritakan tentang al-Qur’an yang agung, bahwa Dia telah menurunkannya pada malam yang penuh berkah, yaitu malam Lailatul Qadar. Sebagaimana yang difirmankan Allah: innaa anzalnaaHu fii lailatil qadri (“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [al-Qur’an] pada malam kemuliaan.”)(al-Qadar: 1)

Dan yang demikian itu terjadi pada bulan Ramadlan, sebagaimana yang difirmankan Allah: (“Bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan [permulaan] al-Qur’an.”) (al-Baqarah: 185)

Baca Juga:  Surah Qaf Ayat 12-15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang dikenal dengan malam “Lailatul Qadar” untuk memperingatkan hamba-Nya dan supaya mereka takut kepada siksa-Nya, dan pada malam itu Dia telah memerinci semua hal yang bermanfaat bagi hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Dia adalah Tuhan semesta alam yang mengatur langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya.

Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah tentang hal ihwal hamba-Nya, hidup dan mati mereka adalah di tangan-Nya. Dialah Tuhan mereka dan Tuhan nenek moyang mereka, tetapi mereka masih juga ragu setelah kebenaran itu nyata dan jelas. Firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (al-Qadr/97: 1-3) Peristiwa turunnya Al-Qur’an itu terjadi pada bulan Ramadan sebagaimana firman Allah:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, (al-Baqarah/2: 185) Dari hadis Nabi: Dari Watsilah bin al-Asqa’ bahwa Rasulullah saw bersabda: shuhuf Ibrahim diurunkan pada malam pertama bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadan, Zabur pada malam 12 Ramadan, Injil pada malam 18 Ramadan dan Al-Qur’an diturunkan pada malam 24 Ramadan. (Riwayat Ahmad, ath-thabrani, dan al-Baihaqi)

Allah menurunkan Al-Qur’an untuk memberitahukan kepada manusia tentang hal-hal yang bermanfaat untuk diamalkan dan hal-hal yang akan mencelakakan mereka, supaya mereka menjauhinya, untuk menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Allah bersumpah demi al-Qur’ân yang menyingkap agama yang benar dan yang menjelaskan kepada manusia hal-hal yang membawa kebaikan mereka di dunia dan akhirat, sebagai pemberitahuan betapa tingginya nilai kitab suci itu.

Surah Ad-Dukhan Ayat 3
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِى لَيۡلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

Terjemahan: “sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Tafsir Jalalain: إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِى لَيۡلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ (Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) yaitu Lailatulkadar, atau malam pertengahan bulan Syakban. Pada malam tersebut diturunkanlah Alquran dari Umul Kitab atau Lohmahfuz yaitu dari langit yang ketujuh hingga ke langit dunia إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ (sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan) yang memperingatkan manusia dengan Alquran.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ (“Dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”) maksudnya mengajarkan kepada umat manusia apa yang bermanfaat bagi mereka dan apa yang memberi mudlarat kepada mereka menurut syari’at agar hujjah Allah berdiri tegak atas hamba-hamba-Nya.

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang dikenal dengan malam “Lailatul Qadar” untuk memperingatkan hamba-Nya dan supaya mereka takut kepada siksa-Nya, dan pada malam itu Dia telah memerinci semua hal yang bermanfaat bagi hamba-Nya di dunia dan di akhirat.

Dia adalah Tuhan semesta alam yang mengatur langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya. Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah tentang hal ihwal hamba-Nya, hidup dan mati mereka adalah di tangan-Nya. Dialah Tuhan mereka dan Tuhan nenek moyang mereka, tetapi mereka masih juga ragu setelah kebenaran itu nyata dan jelas. Firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (al-Qadr/97: 1-3) Peristiwa turunnya Al-Qur’an itu terjadi pada bulan Ramadan sebagaimana firman Allah:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, (al-Baqarah/2: 185) Dari hadis Nabi: Dari Watsilah bin al-Asqa’ bahwa Rasulullah saw bersabda: shuhuf Ibrahim diurunkan pada malam pertama bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadan, Zabur pada malam 12 Ramadan, Injil pada malam 18 Ramadan dan Al-Qur’an diturunkan pada malam 24 Ramadan. (Riwayat Ahmad, ath-thabrani, dan al-Baihaqi)

Allah menurunkan Al-Qur’an untuk memberitahukan kepada manusia tentang hal-hal yang bermanfaat untuk diamalkan dan hal-hal yang akan mencelakakan mereka, supaya mereka menjauhinya, untuk menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami memulai menurunkan al-Qur’ân pada malam yang penuh kebaikan dan keberkahan, karena merupakan urusan Kami untuk memberi peringatan dengan cara mengutus rasul dan menurunkan kitab suci.

Surah Ad-Dukhan Ayat 4
فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ

Terjemahan: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,

Tafsir Jalalain: فِيهَا (Pada malam itu) yakni pada malam Lailatulkadar, atau malam pertengahan bulan Syakban يُفۡرَقُ (dijelaskan) dirincikan كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ (segala urusan yang penuh hikmah) segala urusan yang telah ditentukan, yaitu berupa rezeki dan ajal serta perkara-perkara lainnya, mulai dari malam itu sampai dengan malam yang sama untuk tahun berikutnya.

Baca Juga:  Surah Ad-Dukhan Ayat 43-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman-Nya lebih lanjut: فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ (“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”) yaitu pada malam lailatul Qadar. Dia rincikan dari Lauhul Mahfudh menjadi beberapa buku mengenai berbagai berbagai urusan selama satu tahun dan apa yang terjadi pada tahun itu, baik berupa ajal, rizky, serta apa yang akan terjadi pada akhirnya. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Mujahid, adl-Dlahhak, dan ulama salaf lainnya.

Firman Allah: حَكِيمٍ (“Yang penuh hikmah”) maksudnya yaitu sudah baku, tidak dapat diganti dan dirubah

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa pada malam “Lailatul Qadar”, dijelaskan segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk dan sebagainya. Semuanya itu merupakan ketentuan dari Allah yang penuh hikmah sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Ayat 5 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada manusia dari golongan mereka sendiri, membersihkan jiwa mereka, mengajarkan kepada mereka al-kitab, al-hikmah; agar menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya dan menjadi alasan untuk menghukum mereka apabila mereka berbuat dosa, menentang rasul yang diutus kepada mereka, menolak petunjuk yang dibawa oleh rasul itu dari Allah dan tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah dan tidak menerima siksaan Allah, sebagaimana firman-Nya:

Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra’/17: 15) Dan firman-Nya: Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa’/4: 165).

Tafsir Quraish Shihab: Pada malam yang penuh keberkahan itu, semua perkara yang mengandung hikmah dijelaskan. Dan al-Qur’ân itu sendiri adalah puncak hikmah dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Oleh karena itulah, ia diturunkan pada malam itu.

Surah Ad-Dukhan Ayat 5
أَمۡرًا مِّنۡ عِندِنَآ إِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ

Terjemahan: “(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,

Tafsir Jalalain: أَمۡرًا (Yaitu urusan yang besar) rinciannya مِّنۡ عِندِنَآ إِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ (dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul) Nabi Muhammad dan rasul-rasul sebelumnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu Allah berfirman: أَمۡرًا مِّنۡ عِندِنَآ (“Yaitu urusan yang besar dari sisi Kami”) yaitu seluruh apa yang akan terjadi dan ditetapkan Allah Ta’ala serta apa yang diwahyukan, maka semuanya itu atas perintah, izin dan sepengetahuan-Nya.

إِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ (“Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus Rasul-Rasul.”) yaitu kepada seluruh umat manusia sebagai seorang Rasul yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang memberikan penjelasan, karena keadaan sudah sangat membutuhkan hal tersebut.

Tasir Kemenag: Allah menerangkan bahwa pada malam “Lailatul Qadar”, dijelaskan segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk dan sebagainya. Semuanya itu merupakan ketentuan dari Allah yang penuh hikmah sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Ayat 5 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada manusia dari golongan mereka sendiri, membersihkan jiwa mereka, mengajarkan kepada mereka al-kitab, al-hikmah; agar menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya dan menjadi alasan untuk menghukum mereka apabila mereka berbuat dosa, menentang rasul yang diutus kepada mereka, menolak petunjuk yang dibawa oleh rasul itu dari Allah dan tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah dan tidak menerima siksaan Allah, sebagaimana firman-Nya:

Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra’/17: 15) Dan firman-Nya: Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa’/4: 165).

Tafsir Quraish Shihab: Perkara itu adalah perkara besar yang datang dari sisi Kami sesuai dengan rencana Kami, karena merupakan urusan Kami untuk mengutus rasul-rasul dengan membawa kitab suci untuk disampaikan kepada umat manusia.

Surah Ad-Dukhan Ayat 6
رَحۡمَةً مِّن رَّبِّكَ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

Terjemahan: “sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

Tafsir Jalalain: رَحۡمَةً (Sebagai rahmat) maksudnya, karena belas kasihan kepada manusia diutuslah rasul-rasul kepada mereka مِّن رَّبِّكَ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ (dari Rabbmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar) perkataan-perkataan mereka ٱلۡعَلِيمُ (lagi Maha Mengetahui) perbuatan-perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu Allah berfirman: رَحۡمَةً مِّن رَّبِّكَ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ (“Sebagai rahmat dari Rabb-mu, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”) maksudnya yang menurunkan al-Qur’an adalah Rabb Pemelihara, Pencipta, dan Raja langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Baca Juga:  Surah Ad-Dukhan Ayat 34-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hikmah dan latar belakang pengutusan rasul merupakan satu rahmat daripada-Nya bagi alam semesta sebagaimana firman-Nya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya’/21: 107)

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa rahmat itu adalah latar belakang diturunkan-Nya Al-Qur’an, karena dengan mengikuti isi dan petunjuk Al-Qur’an, manusia dapat mengatur dengan baik urusan dunia dan akhirat, memperbaiki cara hidupnya sehingga nampak bagi mereka keberkahan hidup dalam masyarakatnya.

Firman Allah: Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman. (al-Isra’/17: 82) Allah itu Maha Mendengar, mendengar semua yang dikatakan manusia. Maha Mengetahui segala hal yang mendatangkan kemaslahatan bagi mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sebagai wujud kasih sayang Tuhanmu kepada hamba-hamba-Nya, Dia mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka untuk menyampaikan petunjuk-Nya. Sebab hanya Dialah yang Maha Mendengar semua yang dapat didengar, dan yang pengetahuan-Nya meliputi semua yang dapat diketahui.

Surah Ad-Dukhan Ayat 7
رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

Terjemahan: “Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.

Tafsir Jalalain: رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآ (Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya) jika dibaca Rabbus Samaawaati berarti menjadi Khabar yang ketiga, jika dibaca Rabbis Samaawaati berarti menjadi Badal dari lafal Rabbika إِن كُنتُم (jika kalian) hai penduduk Mekah مُّوقِنِينَ (orang-orang yang meyakini) bahwasanya Dia adalah Rabb langit dan bumi, maka yakinilah bahwa Muhammad itu adalah rasul-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآ ( Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.”) maksudnya yang menurunkan al-Qur’an adalah Rabb Pemelihara, Pencipta, dan Raja langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ (“Jika kamu adalah orang yang meyakini.”) maksudnya, jika kalian benar-benar yakin.

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui hal ihwal hamba-Nya karena Dia yang memelihara, mengatur dan memiliki langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Demikianlah hendaknya hal ini menjadi pendirian bagi orang yang ingin mengetahui dan meyakininya tanpa ada keraguan sedikit pun.

Tafsir Quraish Shihab: Dialah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, jika kalian benar-benar yakin, tunduk kepada kebenaran, dan percaya bahwa Dialah yang menurunkan al-Qur’ân sebagai rahmat dan petunjuk.

Surah Ad-Dukhan Ayat 8
لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحۡىِۦ وَيُمِيتُ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Terjemahan: “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.

Tafsir Jalalain: لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحۡىِۦ وَيُمِيتُ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ (Tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan Dialah Rabb kalian dan Rabb bapak-bapak kalian yang terdahulu).

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah itu Dia berfirman: لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحۡىِۦ وَيُمِيتُ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ (“Tidak ada Rabb [yang berhak diibadahi] melainkan Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan. [Dia-lah] Rabb-mu dan Rabb bapak-bapak kamu yang terdahulu.”)

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa tiada Tuhan yang sebenarnya melainkan Dia. Dialah yang menghidupkan segala sesuatu menurut kehendak-Nya, dan yang mematikan siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik yang terdahulu, sekarang maupun yang akan datang.

Oleh karena itu Dialah yang patut dan pantas disembah, bukan tuhan-tuhan yang tidak dapat menolak bencana dan tidak dapat mendatangkan manfaat seperti yang disembah orang musyrik itu.

Tafsir Quraish Shihab: Tidak ada Tuhan yang pantas disembah selain Dia. Hanya Dia yang dapat menghidupkan dan mematikan, dan hanya Dia pulalah yang menciptakan kalian dan nenek moyang kalian dahulu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ad-Dukhan Ayat 1-8 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S