Surah Al-Ahzab Ayat 25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 25

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 25 ini, Allah menerangkan tentang nikmat besar yang telah dilimpahkan-Nya kepada kaum Muslimin di Perang Ahzab, sehingga mereka lepas dari bahaya kehancuran. Nikmat itu ialah Allah telah mengirimkan kepada mereka bala bantuan berupa angin kencang yang sangat dingin dan bala tentara malaikat yang tidak kelihatan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 25

Surah Al-Ahzab Ayat 25
وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِغَيۡظِهِمۡ لَمۡ يَنَالُواْ خَيۡرًا وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَ وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

Terjemahan: Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Tafsir Jalalain: وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ (Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu) yakni golongan-golongan yang bersekutu itu بِغَيۡظِهِمۡ لَمۡ يَنَالُواْ خَيۡرًا (yang keadaan mereka penuh kejengkelan, lagi mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun) maksudnya tidak memperoleh kemenangan atas orang-orang Mukmin.

وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَ (Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari peperangan) dengan mengirimkan angin besar dan para malaikat kepada golongan-golongan yang bersekutu. وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا (Dan adalah Allah Maha Kuat) untuk mewujudkan apa yang dikehendaki-Nya عَزِيزًا (lagi Maha Perkasa) Maha Menang atas semua perkara-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman mengabarkan tentang ahzab, ketika Dia mengusir mereka dari Madinah, dengan mengirimkan mereka angin fdan tentara-tentara Ilahiyah. Seandainya Allah tidak menjadikan Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh alam, niscaya angin ini akan menjadi lebih dahsyat daripada riih al-‘aqiim (angin membinasakan) yang dikirimkan kepada kaum ‘Aad. Akan tetapi Allah berfirman:

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡ (“Dan Allah sekali-sekali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antar mereka.”) (al-Anfaal: 33). Lalu Allah mengirimkan angin yang dapat menghancurkan kesatuan mereka, sebagaimana yang menjadi sebab bersatunya mereka adalah hawa nafsu, padahal mereka bercampur baur dari berbagai kabilah, kelompok dan pendapat yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maka sesuai sekali dikirimkan angin yang memecah-belah mereka dan mengembalikan mereka menjadi terhina dan merugi dengan sebab kekasaran dan kebencian mereka. Mereka tidak meraih kebaikan di dunia berupa kemenangan dan harta rampasan perang serta tidak pula di akhirat dengan sebab menanggung berbagai dosa akibat mengadakan permusuhan dengan Rasulullah saw, dan upaya mereka untuk membunuhnya dan menghancurkan tentaranya. Barangsiapa yang bercita-cita terhadap sesuatu dan dia buktikan dengan perbuatannya, maka dia sama dengan pelakukanya.

Firman Allah: وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَ (“Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari peperangan.”) yaitu mereka tidak perlu memerangi dan menyerang mereka, hingga terusir musuh-musuh mereka dari negeri mereka [Madinah]. Akan tetapi cukuplah Allah yang Mahaesa yang menolong hamba-Nya dan memperkokoh pasukan-Nya.

Untuk itu Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada Ilah [yang berhak diibadahi] kecuali Allah yang Mahaesa, Mahabenar janji-Nya, menolong hamba-Nya, memperkokoh tentara-Nya, menghancurkan golongan-golongan yang bersekutu itu tidak ada sesuatu setelah-Nya.” (ditakhrij oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah ra.)

Di dalam shahihain dari hadits Isma’il bin Abi Khalid, bahwasannya ‘Abdullah bin Abi ‘Aufa berkata: “Rasulullah saw. berdoa dalam perang Ahzab dengan ucapannya: ‘Ya Rabb yang menurunkan al-Kitab, yang Mahacepat hisab-Nya, hancurkanlah Ahzab itu. Ya Allah, hancurkanlah dan goncangkanlah mereka.’”

Di dalam firman-Nya: وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَ (“Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari peperangan.”) mengandung isyarat untuk menghentikan peperangan yang terjadi antara mereka dengan kaum Quraisy –demikianlah yang terjadi setelah itu, orang-orang musyrik tidak memerangi mereka, bahkan kaum Muslimin yang memerangi mereka di negeri mereka sendiri.

Muhammad bin Ishaq berkata: “Ketika pasukan Khandaq keluar dari daerah Khandaq, Rasulullah bersabda: “Orang Quraisy tidak akan memerangi kalian setelah tahun ini. Akan tetapi kalianlah yang akan memerangi mereka.”

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 63-68; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Setelah itu, kaum Quraisy tidak memerangi mereka. Rasulullah saw. memerangi mereka, hingga Allah memerdekakan kota Makkah bagi beliau. Hadits yang disebutkan oleh Muhammad bin Ishaq ini adalah hadits shahih. Sebagaimana Imam Ahmad berkata: aku mendengar Sulaiman bin Shard berkata: Pada hari Ahzab Rasulullah saw. bersabda: “Sekarang kita yang memerangi mereka dan mereka tidak memerangi kita.” (demikian yang diriwAyatkan oleh Imam al-Bukhari dalam shahihnya.)

Firman Allah: وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا (“Dan adalah Allah Mahakuat lagi Maha perkasa.”) dengan kebesaran dan kekuatan-Nya, Dia mengembalikan mereka menjadi kecewa, tidak meraih kebaikan. Dan Allah memuliakan Islam dan penganutnya, membenarkan janji-Nya, serta menolong hamba dan Rasul-Nya. alhamdu lillaaH.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, kembali Allah menerangkan tentang nikmat besar yang telah dilimpahkan-Nya kepada kaum Muslimin di Perang Ahzab, sehingga mereka lepas dari bahaya kehancuran. Nikmat itu ialah Allah telah mengirimkan kepada mereka bala bantuan berupa angin kencang yang sangat dingin dan bala tentara malaikat yang tidak kelihatan.

Akibatnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu kaum Quraisy beserta pengikut-pengikutnya, Gathafan dan pengikut-pengikutnya, golongan Yahudi, dan kaum munafik, tidak memperoleh apa yang mereka inginkan, bahkan mereka lari tunggang-langgang mencari keselamatan dirinya, kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memenangkan tentara-Nya, menghancurkan tentara yang bersekutu sendirian, maka tidak ada lagi sesuatu pun sesudahnya.

Pada hadis yang lain al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, “Rasulullah saw berdoa kepada Allah: “Wahai Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur’an, amat cepat hisabnya, hancurkanlah tentara yang bersekutu itu, wahai Tuhan, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.”

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 91-93; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Menurut riwAyat Muhammad bin Ishaq, tatkala tentara yang bersekutu telah lari dan meninggalkan parit itu, Rasulullah saw bersabda: Orang-orang Quraisy sekali-kali tidak akan memerangi kamu sesudah tahun ini, tetapi kamulah yang akan memerangi mereka.

Perkataan Rasulullah ini terbukti di kemudian hari. Setelah Perang Ahzab, orang-orang musyrik tidak pernah lagi memerangi kaum Muslimin, tetapi Nabi dan kaum Musliminlah yang memerangi mereka, sampai Mekah dapat ditaklukkan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa peperangan Ahzab merupakan titik puncak kesulitan yang dihadapi Nabi dan kaum Muslimin dalam menghadapi orang-orang musyrik dalam menyebarkan agama Islam. Sekalipun kesulitan-kesulitan masih ada, tetapi tidak berarti bila dibanding dengan kesulitan-kesulitan sebelumnya.

Pada akhir Ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa, tidak dapat ditandingi oleh sesuatu pun. Oleh Karena itu, dengan mudah Dia menghalau tentara yang bersekutu yang berjumlah banyak itu.

Tafsir Quraish Shihab: Allah memulangkan kembali orang-orang yang bersekutu untuk memerangi Rasulullah dengan hati penuh kemarahan. Mereka tidak mendapatkan kebaikan apa pun, baik berupa kemenangan atau harta rampasan perang.

Allah telah menyelamatkan kaum Mukmin dari kekejaman perang dengan dikirimkannya angin dan para malaikat. Allah Mahakuat dalam mewujudkan kehendak-Nya, dan Mahaperkasa yang tidak tertundukkan oleh kekuatan apa pun.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 25 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S